Serang, 8 Mei 2025 — Sebuah perayaan penuh makna dan tawa berlangsung di Ruang Edutaria Kampus FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang. Acara ini menjadi momentum peluncuran novel terbaru Eat My Belly karya Vica Lietha, penulis berbakat jebolan Mizan Writing Bootcamp 2022. Dihadiri oleh mahasiswa, dosen, komunitas literasi, serta masyarakat umum, peluncuran ini tidak hanya […]
Read More
Jakarta, 14 Maret 2025 – Dunia literasi anak Indonesia semakin kaya dengan hadirnya Doppaland, sebuah buku cerita bergambar yang mengajak pembaca cilik untuk menjelajahi keindahan budaya dan sejarah Uighur. Ditulis oleh Guzelya Marisova, diilustrasikan oleh Agia Putri, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Zaskia Mecca, buku ini bukan sekadar cerita petualangan, tetapi juga sebuah […]
Read More
Apa sebenarnya yang menjadi permasalahan pada sistem pendidikan di Indonesia? Benarkah kerancuan tentang sistem pendidikan adalah masalah utama? Atau kekaburan tentang hakikat proses belajar mengajar? Atau mungkinkah metode belajar mengajar juga punya andil dalam dalam sengkarut ini? Menurut Haidar Bagir, sistem persekolahan yang sekarang masih belum bisa sepenuhnya digantikan meski, sesungguhnya, masih banyak kesalahan mendasar […]
Read More
Sejak berabad-abad, perkembangan komunitas habaib di Indonesia, yang cukup besar jumlahnya, tidak dapat dipisahkan dari perkembangan bangsa Indonesia itu sendiri. Mereka ikut berperan dalam berbagai aspek sosial, keagamaan, dan politik Indonesia. Itu sebabnya penting untuk memahami dinamika internal komunitas tersebut untuk memahami kecenderungan yang lebih besar yang terjadi di dalam negeri. Kamis, 26 April 2018, […]
Read More
Setiap orangtua tentu ingin anak-anak mereka selalu dalam keadaan bahagia. Mereka kerap memilih hal-hal yang dapat membuat anak-anak mereka tersenyum ceria—termasuk dalam hal memilih buku cerita. Cerita tentang hal-hal menyedihkan? Tidak usah dibeli. Cerita tentang kekecewaan? Tinggalkan saja. Cerita tentang kegagalan? Tutup mata dan cari buku cerita yang lain—yang sekiranya bisa membuat anak-anak mereka tertawa, […]
Read More
Banyak hal yang menjadi inspirasi menulis saya, jika dipikirkan, tidak jauh dari pengalaman sendiri. Sejak menulis Kanti di Dua Dini Hari, si anak pencinta kucing di Anak Kucing Leti, dan kini menulis tentang Phil dan Bude Nik di Sang Peramal, saya semakin percaya insiden terkecil sekalipun menyumbang gagasan. Ketika saya duduk di bangku SMA (wah, […]
Read More
Menulis Sang Peramal dalam tahun terjadinya pandemi terbilang pekerjaan yang sulit dan menguras tenaga. Sebabnya adalah keterbatasan ruang gerak sepanjang PSBB yang menimbulkan kejenuhan. Rasa jenuh, seperti yang kita tahu, lebih melelahkan daripada kerja fisik, sehingga penulisannya banyak menemui kebuntuan. Segala macam riset harus dilakukan dari rumah. Rencana mengunjungi sendiri Yogyakarta—yang merupakan latar tempat dalam […]
Read More
Kalau mau bahas karakter yang ada dalam You Told Me So, aku harus mulai dari Kimkim. Ngaco? Enggak, dong. Sandra memang tokoh utama, tapi Kimkim merupakan awal cerita ini. Kimkim itu bayi tiga tahun yang kurang pintar bahasa Indonesia. Bisa dibilang, Kimkim adalah salah satu anak zaman now yang saat kita memilih sesuatu pakai cap […]
Read More
Kenapa, sih, harus baca cerita You Told Me So yang aku tulis ini? Awal mulanya begini. Tiga hari aku mentok guling-gulingan di kasur tanpa menghasilkan apa pun buat berbagi proses penulisan cerita Sandra. Biasanya, aku enggak pakai mikir untuk nulis apa pun. Fokusku satu, ketik apa saja, entar juga ada yang mengoreksi. Aku ucapin makasih […]
Read More
Terus terang aja, gue enggak nyangka gue malah harus menceritakan proses penulisan November dengan cara ngetik sendirian di Microsoft Word sambil sedikit-sedikit ngintip klip terbaru The Voice US. Khayalan awal gue adalah gue bakal menceritakan kisah sekali seabad ini di hadapan kamera SONY PXW-Z90 Camcorder sembari dihujani serentetan pertanyaan sulit oleh Tommy Tjokro—seperti “Apakah November […]
Read More