Saya akan selalu ingat siang itu. Sambil menangis menceritakan pada Ibu tugas prakarya yang diberikan di sekolah, membayangkan–jangankan membuatnya, mencari bahannya saja tak tergambarkan oleh otak kecil saya. Guru saya di kelas empat SD itu meminta kami membuat kemoceng dari bulu ayam. Dia juga menjelaskan, kemoceng bulu ayam terbaik adalah yang dibuat dari bulu-bulu ayam […]
Read More
Banyak hal yang menjadi inspirasi menulis saya, jika dipikirkan, tidak jauh dari pengalaman sendiri. Sejak menulis Kanti di Dua Dini Hari, si anak pencinta kucing di Anak Kucing Leti, dan kini menulis tentang Phil dan Bude Nik di Sang Peramal, saya semakin percaya insiden terkecil sekalipun menyumbang gagasan. Ketika saya duduk di bangku SMA (wah, […]
Read More
Menulis Sang Peramal dalam tahun terjadinya pandemi terbilang pekerjaan yang sulit dan menguras tenaga. Sebabnya adalah keterbatasan ruang gerak sepanjang PSBB yang menimbulkan kejenuhan. Rasa jenuh, seperti yang kita tahu, lebih melelahkan daripada kerja fisik, sehingga penulisannya banyak menemui kebuntuan. Segala macam riset harus dilakukan dari rumah. Rencana mengunjungi sendiri Yogyakarta—yang merupakan latar tempat dalam […]
Read More
“Jangan hanya melihat pandemi ini sebagai bencana. Banyak hal-hal yang bisa kita syukuri,” demikian salah satu pesan Dr. Lie. A Dharmawan tamu istimewa Noura Publishing pada Selasa siang 9 Maret 2021. Dokter Lie yang dikenal sebagai penggagas Rumah Sakit Apung Dr. Lie, dan juga pendiri Yayasan Dokter Peduli atau Doctors Share, memberikan contoh tentang fakta […]
Read More
“Jika gerbang itu menutup, aku akan membuka semua gerbang di semesta. Lalu, aku akan datang untuk menemuimu.” —Lee Gon April-Juni 2020 lalu, penggemar drama Korea di Indonesia gempar akibat The King: Eternal Monarch, drama fantasi-romance tayang di Netflix sebanyak 16 episode. Drama ini memang sempat menjadi drama Korea paling populer di Netflix untuk wilayah […]
Read More
4000 tahun yang lalu masyarakat pada umumnya membaca dengan suara lantang daripada membaca dalam hati. Fakta tersebut ditemukan oleh para ahli sejarah melalui tulisan kuno yang terdapat di atas lempengan tanah liat peninggalan masa lalu. Selain itu, sebuah penelitian juga mengatakan bahwa ternyata membaca nyaring memiliki lebih banyak manfaat daripada membaca dalam hati. Beberapa di […]
Read More
Kalau mau bahas karakter yang ada dalam You Told Me So, aku harus mulai dari Kimkim. Ngaco? Enggak, dong. Sandra memang tokoh utama, tapi Kimkim merupakan awal cerita ini. Kimkim itu bayi tiga tahun yang kurang pintar bahasa Indonesia. Bisa dibilang, Kimkim adalah salah satu anak zaman now yang saat kita memilih sesuatu pakai cap […]
Read More
Kenapa, sih, harus baca cerita You Told Me So yang aku tulis ini? Awal mulanya begini. Tiga hari aku mentok guling-gulingan di kasur tanpa menghasilkan apa pun buat berbagi proses penulisan cerita Sandra. Biasanya, aku enggak pakai mikir untuk nulis apa pun. Fokusku satu, ketik apa saja, entar juga ada yang mengoreksi. Aku ucapin makasih […]
Read More
Terus terang aja, gue enggak nyangka gue malah harus menceritakan proses penulisan November dengan cara ngetik sendirian di Microsoft Word sambil sedikit-sedikit ngintip klip terbaru The Voice US. Khayalan awal gue adalah gue bakal menceritakan kisah sekali seabad ini di hadapan kamera SONY PXW-Z90 Camcorder sembari dihujani serentetan pertanyaan sulit oleh Tommy Tjokro—seperti “Apakah November […]
Read More
Cerita Marriagephobia ini awalnya saya publikasikan di platform Wattpad pada 5 Januari 2018, dengan judul awal Dictator Boss. Kemudian, seiring berjalannya waktu dan untuk kesesuaian alur cerita, saya ganti lagi dengan judul Gamophobia, yakni sebuah sindrom rasa takut yang dirasakan seseorang untuk menjalin komitmen ikatan pernikahan. Dan, pada akhirnya, berganti judul lagi menjadi Marriagephobia atas […]
Read More