Menulis Buku Anak: Belajar Menjadi “Bocil” Lagi ala Noor H. Dee
Banyak orang mengira menulis buku anak adalah hal yang mudah. Kalimatnya pendek, ceritanya ringan, dan penuh ilustrasi warna-warni. Padahal, di balik kesederhanaannya, proses menulis buku genre anak justru membutuhkan empati, observasi, dan kemampuan memahami dunia anak secara mendalam.
Nourans, pernahkah kalian membaca buku anak lalu berpikir, “Kok sederhana banget?” Justru di situlah tantangannya. Penulis harus mampu melihat dunia dari sudut pandang anak-anak—sesuatu yang sering kali sulit dilakukan orang dewasa.
Dalam sebuah wawancara, Noor H. Dee membagikan bagaimana proses kreatifnya dalam menulis buku kategori anak. Menariknya, inspirasi tidak datang begitu saja, melainkan dibangun dari kebiasaan membaca, mengingat masa kecil, hingga mengamati tingkah laku anak-anak sehari-hari.
Menulis Buku Anak Dimulai dari Membaca
Menurut Noor H. Dee, langkah penting dalam menulis buku anak adalah membaca karya penulis lain terlebih dahulu. Ia mengaku sulit menulis tanpa mengenal karya-karya sastra anak sebelumnya.
Dengan membaca, penulis bisa memahami ritme cerita, gaya bahasa, dan cara menghadirkan suasana hangat dalam buku anak. Hal ini penting karena dunia anak memiliki logika dan bahasa yang berbeda dari orang dewasa.
Dalam prosesnya, pemilihan kata juga harus terasa ringan dan natural. Anak-anak lebih mudah terhubung dengan cerita yang sederhana, dekat dengan keseharian, dan tidak terasa menggurui.
Membaca karya penulis lain juga membantu memperkaya sensitivitas penulis terhadap emosi dan pengalaman anak.
Menjadi “Bocil” Lagi saat Menulis
Salah satu hal menarik dari Noor H. Dee adalah pandangannya bahwa penulis harus “jadi bocil lagi” selama proses menulis.
Ia berusaha mengingat kembali pengalaman masa kecilnya—hal-hal yang dulu terasa penting, lucu, atau menakutkan. Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih autentik dan dekat dengan pembaca kecil.
Dalam proses menulis buku anak, tantangan terbesar memang datang dari sudut pandang orang dewasa yang sering ingin terlalu banyak memberi nasihat. Padahal, anak-anak lebih menyukai cerita yang membuat mereka merasa dipahami.
Karena itu, banyak buku anak yang berhasil justru mengangkat tema sederhana seperti bermain hujan, takut gelap, kehilangan mainan, atau cerita lucu tentang kentut. Dari sudut pandang anak, hal-hal kecil itu terasa sangat besar dan menarik.
Observasi Dunia Anak Membuka Banyak Ide
Selain membaca dan mengenang masa kecil, Noor H. Dee juga mengandalkan observasi.
Ia memperhatikan cara anak berbicara, bercanda, hingga bereaksi terhadap sesuatu. Hal-hal yang bagi orang dewasa terasa biasa, sering kali justru sangat menarik bagi anak-anak.
Contohnya terlihat pada buku Pop-Up Siapa yang Kentut?. Tema yang terdengar receh bagi orang dewasa ternyata bisa menjadi cerita yang sangat lucu dan disukai anak-anak.
Dari sini, kita belajar bahwa menulis buku anak membutuhkan kepekaan terhadap spontanitas dan imajinasi anak yang tanpa batas.
Observasi juga membantu penulis menciptakan dialog dan karakter yang terasa hidup. Anak-anak bisa merasakan apakah sebuah cerita dibuat dengan tulus atau hanya sekadar ingin “mengajari.”
Baca juga: Siapa yang Kentut? Buku Pop-Up Lucu yang Membuat Anak Tertawa dan Belajar
Pentingnya Buku Anak untuk Tumbuh Kembang
Buku anak bukan hanya hiburan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa membaca cerita sejak dini membantu perkembangan bahasa, kreativitas, empati, dan kemampuan sosial anak.
Kegiatan membaca bersama juga memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Karena itu, kualitas dalam menulis buku anak menjadi sangat penting.
Cerita yang baik membantu anak memahami emosi dan lingkungan sekitar dengan cara yang menyenangkan. Penulis, ilustrator, editor, hingga penerbit memiliki peran besar dalam menghadirkan bacaan yang sehat dan bermakna.
Menulis buku genre anak bukan hanya soal membuat cerita lucu atau penuh pesan moral. Yang paling penting adalah memahami dunia anak-anak dengan tulus.
Ketika penulis mampu melihat dunia dari mata anak, cerita akan terasa lebih hangat, hidup, dan membekas di hati pembaca kecil.
Nourans, kalau kalian tertarik mendalami dunia literasi anak, jangan ragu menjelajahi berbagai buku anak berkualitas yang dekat dengan keseharian si kecil. Karena dari satu cerita sederhana, bisa lahir imajinasi besar yang menemani anak bertumbuh.
Pesan bukunya di Sini!
Referensi
- Buku Pop-Up Siapa yang Kentut di Mizanstore


