Bagi banyak orangtua di Indonesia, nama Tayo si bus kecil pasti sudah tidak asing lagi. Serial animasi ini sempat viral melalui lagu temanya. Selain itu, animasi ini juga jadi bahan candaan di internet pada 2018 hingga masuk daftar pencarian terpopuler Google Indonesia pada tahun itu. Namun, di balik popularitasnya Tayo terdapat misi spesifik untuk mengubah cara pandang anak-anak terhadap transportasi umum.
Ketika Pemerintah Kota Ikut Membuat Kartun
Tayo the Little Bus pertama kali tayang di Korea Selatan pada akhir 2010, diproduksi oleh Iconix Entertainment bersama stasiun televisi pendidikan EBS. Salah satu alasan yang membuat kartun Tayo unik adalah karena proyek ini turut digarap oleh Pemerintah Kota Seoul di bawah masa jabatan Wali Kota Oh Se-hoon, dengan tujuan menumbuhkan persepsi positif anak-anak terhadap moda transportasi umum sejak dini.
Ide ini tidak berhenti di layar kaca. Pada 2014, di masa Wali Kota Park Won-soon, pemerintah kota mulai membuat bus-bus asli di jalanan Seoul dengan desain karakter Tayo dan kawan-kawan. Idenya sendiri datang dari Lim Jin-wook, pimpinan perusahaan operator bus Dong-A Transportation, yang mengusulkan agar bus kota didesain menyerupai karakter animasi favorit anak-anak itu. Awalnya hanya untuk acara Hari Anak di Kebun Binatang Seoul, tetapi belakangan berkembang jadi rute permanen karena dianggap berhasil menarik minat anak-anak naik bus umum. Kesuksesan ini bahkan membuat kota-kota lain di Korea Selatan ingin memakai karakter Tayo untuk keperluan serupa. Pemerintah Kota Seoul pun mengizinkan penggunaan karakter tersebut secara gratis untuk kepentingan nonkomersial.
Strategi ini terbukti berhasil jauh melampaui Korea. Serial Tayo kini tayang di berbagai negara termasuk Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Thailand, Rusia, hingga Spanyol. Di Indonesia sendiri, dua armada bus di Banjarmasin bahkan dijuluki “bus Tayo” oleh warga karena bentuk dan warnanya yang mirip.
Baca juga: Yuk, Belajar Persahabatan Sehat dari Tayo dan Rogi!
Dari Layar Kaca ke Rak Buku Anak
Popularitas Tayo di Indonesia berlanjut ke bentuk buku cerita bergambar yang diterbitkan Noura Books. Empat judul dari serial ini baru saja di-republish dan menghadirkan kembali kisah-kisah Tayo dan teman-temannya dengan pesan moral yang relevan untuk anak usia 3-6 tahun.
- Tayo: Mari Bersahabat
Cerita dibuka dengan pertengkaran kecil antara Tayo dan Rogi di pompa bensin, ketika Rogi menyerobot antrean. Kejadian sederhana ini jadi pintu masuk untuk mengajarkan anak tentang cara menyelesaikan konflik dengan teman, mengenali emosi, dan memahami sudut pandang orang lain. Dilengkapi dengan situasi yang akrab dengan keseharian anak, seperti berebut mainan atau berebut giliran bermain.
- Tayo: Ingin Piknik
Tayo melihat Rogi pergi piknik dan ingin ikut bersenang-senang, padahal dia masih punya tugas mengantar penumpang. Buku ini mengangkat dilema yang sering dialami anak-anak: keinginan untuk bermain atau kewajiban yang harus diselesaikan lebih dulu. Tayo pun mencoba mencari solusi kreatif, serta mengajarkan bahwa tidak semua ide adalah pilihan yang tepat.
- Tayo: Menjadi Guru
Tayo mendapat kesempatan istimewa menjadi “guru sehari” untuk mengenalkan pekerjaan bus kepada anak-anak. Alih-alih bangga, dia justru merasa minder dan membandingkan dirinya dengan kendaraan lain yang dia anggap lebih keren, seperti ekskavator, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran. Cerita ini menjadi media yang ringan untuk membahas rasa percaya diri dan menghargai peran diri sendiri.
- Tayo: Hari yang Menyenangkan
Mengisahkan hari pertama Tayo bertugas sebagai bus kota. Di tengah rasa semangatnya menjelajahi jalan raya dan bertemu berbagai kendaraan, Tayo menemukan seorang anak kecil yang menangis karena terpisah dari ibunya. Situasi ini mengajak anak-anak belajar tentang keberanian dan empati terhadap orang lain yang membutuhkan pertolongan.
Baca juga: Hari Pertama Tayo Jadi Bus Kota: Cerita Seru dan Menggemaskan untuk si Kecil
Lebih dari Sekadar Hiburan
Bagi Parents yang ingin memberikan bacaan anak yang tak hanya seru, tetapi juga terdapat banyak pelajaran, serial buku Tayo layak dipertimbangkan. Keempat buku ini melanjutkan misi awal yang sama dengan yang dibawa Pemerintah Kota Seoul belasan tahun lalu. Sebuah misi membuat anak-anak akrab dan nyaman dengan dunia transportasi umum, sembari menyisipkan nilai-nilai karakter, seperti persahabatan, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan empati. Ilustrasi yang berwarna-warni dan karakter yang sudah dikenal lewat serial animasinya membuat buku-buku ini terasa akrab bagi anak, sekaligus jadi bahan diskusi ringan antara Parents dan anak di rumah. Yuk, temukan buku ini bersama berbagai koleksi cerita anak pilihan lainnya di Nourabooks, dan ajak si Kecil menjelajahi petualangan seru dari dunia Tayo the Little Bus yang telah mendunia.
Beli bukunya di sini
