Bagi seorang anak, bermain bukan sekadar sarana pengisi waktu luang atau hiburan melepas penat. Bermain adalah bahasa alami mereka untuk memahami dunia, memproses emosi, dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Di tengah kesibukan orangtua, menyempatkan waktu untuk terlibat dalam momen bermain anak sering kali menjadi tantangan. Padahal, interaksi sederhana ini merupakan waktu yang tepat untuk membangun fondasi kedekatan emosional yang kokoh. 

 

Konsep pentingnya bermain dalam pengasuhan dikupas secara mendalam dalam buku The Way of Play yang ditulis oleh Tina Payne Bryson, Ph.D. dan Georgie Wisen-Vincent, LMFT. Pada buku ini, keduanya menegaskan bahwa bermain bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah strategi pengasuhan berbasis neurosains yang ampuh untuk memperkuat hubungan orangtua dan anak.

 

Strategi Membangun Kedekatan Emosional dengan si Kecil ala The Way of Play

Berdasarkan panduan dalam buku The Way of Play, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan orangtua untuk membangun ikatan yang erat dengan anak lewat bermain:

 

  • Hadir Secara Utuh

Salah satu poin penting dalam The Way of Play adalah pentingnya keberadaan orangtua secara utuh tanpa distraksi. Alokasikan waktu khusus, meskipun hanya 10–15 menit sehari, untuk fokus terlibat dan mendampingi aktivitas bermain si Kecil. Tatap mata mereka, dengarkan celotehnya, dan masuklah ke dalam dunia mereka. 

 

  • Biarkan Anak Mengambil Kendali Permainan

Beri kebebasan bagi si Kecil untuk menentukan jenis permainan dan aturannya. Jika mereka ingin berpura-pura menjadi pahlawan super atau membangun istana dari kardus, ikuti alur berpikir mereka. Saat anak memegang kendali dalam permainan, mereka merasa didengar dan dihargai, yang pada akhirnya meningkatkan rasa percaya diri serta resiliensi mereka.

Baca juga: Menelusuri Labirin Misteri Ruth Ware: Inspirasi di Balik Karya-Karya Fenomenalnya

  • Masuk ke Dunia Imajinasi Anak

Jangan ragu untuk menjadi konyol dan ikut hanyut dalam skenario yang dibuat oleh anak. Jika mereka berpura-pura menjadi dinosaurus atau dokter, masuklah ke dalam peran tersebut dengan antusias. Pendekatan ini dapat meruntuhkan dinding jarak antara orang dewasa dan anak-anak dengan menciptakan ikatan yang hangat dan penuh tawa.

 

  • Validasi Emosi Melalui Permainan Peran

Bermain bersama memberikan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaannya tanpa takut dihakimi. Anak sering kali mengekspresikan kecemasan atau konflik emosionalnya melalui imajinasi. Misalnya, saat bermain boneka, orangtua dapat mengamati emosi anak sekaligus membantu mereka untuk memvalidasi emosi dan memproses pengalaman sulit dengan cara yang menyenangkan.

 

  • Fokus pada Proses, Bukan Hasil

Tujuan dari momen bermain ini bukanlah menghasilkan karya yang sempurna atau memenangkan permainan, melainkan menikmati setiap momen kebersamaan. Jadi, fokuslah pada interaksi dan keterlibatan orangtua saat aktivitas bermain berlangsung.

Baca juga: Not Quite Dead Yet: Triler Cerdas, Lucu, dan Penuh Ketegangan dari Holly Jackson

The Way of Play merangkul kita untuk melihat sudut pandang yang berbeda tentang aktivitas bermain bersama si Kecil. Bermain bukan lagi dianggap sebagai tugas tambahan yang melelahkan, melainkan sebuah kesempatan emas untuk terhubung kembali dengan buah hati.

Pada akhirnya, anak-anak tidak akan mengingat seberapa mahal mainan yang kita belikan, tetapi seberapa hadir dan terlibatnya kita saat bermain bersama mereka. Mengalokasikan waktu 10–15 menit sehari tanpa gawai untuk bermain bersama bisa menjadi hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh orangtua kepada anak.

Ingin mempelajari panduan bermain berbasis sains yang lebih lengkap dan praktis? Temukan strategi pengasuhan seru lainnya dalam The Way of Play!

Beli bukunya di sini