Burning Debate Seri Red Queen: Diskusi Seru Sambil #MenantiWARSTORM

Setelah kompetisi video dan beberapa persiapan lain, akhirnya awal November lalu Burning Debate Seri Red Queen pun terlaksana di Moco Library Café, Millennia Bookstore. Burning Debate ini adalah kerjasama Noura Publishing dengan Komunitas Penggemar Novel Fantasi Indonesia (PNFI). Buat kamu yang pengen tahu gimana Burning Debate berlangsung, nih dikasi liputannya 😉

Diskusi Heboh & Sengit
Sebelum debat, keenam peserta dibagi ke dalam dua tim yaitu Tim Merah dan Tim Perak. Selanjutnya, kedua tim membuka diskusi dengan pembahasan tokoh dari masing-masing pihak. Tim Merah memperkenalkan tokoh-tokohinti yang berdarah merah, dari keluarga Barrow hingga anggota Barisan Merah. Tim Perak pun kemudian memperkenalkan tokoh-tokoh inti yang berdarah perak, dari kakak-beradik Pangeran Calore hingga para petinggi klan-klan elit penguasa.

Ketika mulai membahas tentang plot dan konflik cerita, perdebatan mulai sengit. Tim Merah memaparkan penderitaan Kaum Merah dan menekankan pentingnya perjuangan Barisan Merah, sedangkan Tim Perak terus berusaha meyakinkan Tim Merah bahwa Kaum Perak tidak selalu jahat dan tindakan apapun yang dilakukan oleh Klan Perak pasti dilakukan atas dasar alasan tertentu.

Red Queen: Bukan Sekadar Kisah Cinta Tiga Remaja
Kalau hanya mengacu pada cerita di buku pertama (Red Queen), sekilas mungkin hanya tampak seperti kisah cinta antara tiga remaja. Padahal sebenarnya konflik dalam cerita ini semakin berkembang dan justru lebih menitikberatkan pada perseteruan politik, baik yang sifatnya internal di dalam Kerajaan Norta maupun yang sifatnya eksternal antara Kerajaan Norta dengan kerajaan lain di sekitarnya. Karena berkaitan dengan politik, pembaca tidak bisa menilai suatu hal dari satu sisi saja. Bisa dibilang, tidak ada tokoh yang dapat dipercaya sepeburning debatenuhnya, karena pasti selalu ada misi rahasia dan tipu muslihat yang mereka sembunyikan.

Ada Hoax & Fake News di Seri Red Queen?
Debat antara Tim Merah dan Tim Perak pun tidak hanya berkutat pada momen-momen penting dalam Seri Red Queen, tapi juga dikaitkan dengan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam kaitannya dengan situasi politik di dunia, seri ini mengangkat fenomena hoax dan fake news yang kerap dibuat oleh pihak tertentu untuk kepentingan propaganda. Belum lagi jika dikaitkan dengan tatanan sosial, di mana kaum minoritas sering kali diperlakukan secara tidak adil oleh pihak mayoritas. Meskipun bergenre fantasi dan distopia, novel fiksi ini ternyata sangat merepresentasikan berbagai problematika dalam kehidupan nyata.

Walau hanya berlangsung selama satu setengah jam, sesi debat ini berlangsung panas. Para peserta bahkan harus diingatkan berkali-kali untuk menyudahi debat karena durasinya sudah habis, hihihi. Buat kamu yang belum berkesempatan ikut serta, nantikan info acara seru berikutnya ya! [Rfd]

Baca Juga:

 

Magang Noura Publishing

13/11/2018

Menjelajah Lokasi-Lokasi Menarik Dalam Seri Red Queen

13/11/2018

Leave a Reply