Perak, Merah, dan Darah Baru: Karakter Pria Mana yang Akan Memikatmu Dalam War Storm?

Apa yang biasanya menarik perhatian para pembaca fantasi selain cerita dan dunia imajinasi yang luar biasa? Tentu saja bertaburannya para tokoh pria yang menawan dan biasanya dideskripsikan kuat dan tampan.

Dalam seri Red Queen, tentu saja ada tambahan daya tarik dari para pria ini: kekuatan yang mematikan. Semuanya tersedia dalam banyak pilihan: pemimpin berjiwa prajurit, panas dan jago berorasi, blakblakan dan protektif, atau pribadi dingin yang menghanyutkan.

1. Tiberias Calore VII (Cal)

Sumber: Imgrumweb

Cal adalah putra mahkota Norta, calon raja, dan anak sulung dari Klan Calore, para penguasa api. Sebagai tokoh utama, tentu saja Cal dideskripsikan dengan sederet daya pikat dan kelebihan. Selain kemampuannya untuk melalap apa saja dengan api yang menjadi sumber kekuatannya, Cal juga digambarkan sebagai pemuda bertubuh tinggi dan besar bak prajurit, memiliki jiwa pemimpin, penyayang, dan peduli dengan sekitar, berbeda dengan para Perak lain yang terkenal dingin dan tidak kenal ampun.

Cal memiliki rambut tebal berwarna hitam, mata sewarna perunggu, dan kulit pucat. Tubuh Cal dipenuhi luka akibat peperangan, yang dipertahankannya untuk mengingat setiap pertarungan yang dia lewati (Cal menolak lukanya dilenyapkan penyembuh kulit). Karena kemampuannya memanipulasi api, Cal juga memiliki suhu tubuh hangat yang konstan, sesuatu yang selalu membuat Mare nyaman saat berada di dekatnya.

Cal adalah pribadi yang kompleks. Dia sering terperangkap di antara apa yang dia tahu benar dan apa yang harus dia lakukan untuk kerajaan. Sejak kecil, Cal dididik menjadi seorang raja, ambisi yang dipaksakan sang  ayah kepadanya, hal yang kemudian membuat hubungannya dan Mare Barrow, sang Gadis Petir, goyah sedari awal.

Cal memiliki mental pejuang dan selalu memimpin barisan terdepan dalam perang. Tidak seperti Maven yang pintar bersilat lidah, Cal selalu bicara terus terang, buruk dalam berorasi, dan minim pengetahuan politik. Cal selalu sulit melihat makna yang tersirat, membuat dia dengan mudah disetir oleh orang-orang lain yang haus kekuasaan.

Pengkhianatan sang adik, Maven, dan kematian sang ayah membuat Cal berubah lebih tegas dan dingin, tetapi masih bisa melihat kebaikan dalam diri setiap orang. Cal tidak pernah berhenti memperjuangkan Maven, berharap kepribadian adiknya yang dulu masih tersisa dalam sosoknya yang sekarang. War Storm menjadi pergelutan sengit di dalam diri Cal untuk membuat pilihan: mana yang harus dia pertahankan dan mana yang harus dia lepaskan demi kebaikan semua orang. 

2. Maven Calore

Sumber: Imgrumweb

Maven Calore selalu hidup dalam bayang-bayang sang kakak yang lebih segalanya daripada dirinya. Hal ini diperburuk dengan ayahnya yang memilih mengabaikannya dan sang ibu yang menghuni kepalanya, membisikkan apa yang harus dan tidak boleh dia lakukan.

Maven jago berorasi, seorang manipulator ulung dan politisi yang mumpuni. Dia aktor yang sangat hebat, tidak pernah membiarkan siapa pun melihat isi kepalanya dan apa yang sesungguhnya dia rasakan. Kekuatan Maven dalam memanipulasi api disebut-sebut lebih lemah daripada sang kakak dan Maven sering tidak bisa mengontrol keahliannya itu karena emosinya sendiri yang tidak stabil. Tidak seperti api Cal yang menghangatkan, api Maven disebut tercipta untuk menghanguskan.

Maven berkhianat dan melakukan pemberontakan, memfitnah sang kakak, dan mengambil alih mahkota. Maven terobsesi kepada Mare dan bersedia melakukan apa pun untuk mempertahankan gadis itu di sisinya. Maven sendiri selalu menyalahkan keahlian sang ibu, Elara, untuk mengacaukan otaknya dan menyetirnya sesuka hati, bahkan setelah wanita itu tewas. Elara bahkan memodifikasi ingatan Maven, menyingkirkan memori-memori yang dia rasa tidak perlu dan menciptakan memori baru yang berbeda dengan kenyataan. Maven memanfaatkan ini sebagai alasan untuk semua kejahatan yang dia lakukan, ketidakmampuannya untuk mencintai dan bermimpi. Namun, ada satu hal yang tidak bisa disingkirkan Elara sekuat apa pun dia berusaha: perasaan yang dimiliki Maven terhadap Mare. 

Baca Juga:

3. Kilorn Warren

Kilorn adalah satu-satunya sahabat Mare Barrow, yang kemudian bergabung dalam Barisan Merah dan ikut dalam pemberontakan. Kilorn mencintai Mare meski tahu bahwa gadis itu memiliki perasaan terhadap Cal. Kilorn tetap mendampingi Mare ke mana pun gadis itu pergi dan sangat protektif terhadapnya walaupun dia sendiri hanyalah seorang Merah dan tidak memiliki kemampuan apa-apa.

Kilorn berkepribadian riang, selalu bicara blakblakan, dan tidak bisa berbohong. Dia selalu bisa bercanda dalam kondisi seperti apa pun, yang seringnya membuat Mare kesal. Kilorn berambut cokelat, memiliki mata berwarna hijau botol, dan seumuran dengan Mare, 18 tahun. Kisah Red Queen dimulai dari pemuda ini, yang atasannya meninggal dan membuatnya harus bergabung dengan militer dan mempertaruhkan nyawa dalam perang. Demi menghindarkan masa depan buruk itu dari sang sahabatlah akhirnya Mare turun tangan dan bertemu Farley, bergabung dalam Barisan Merah, dan terjebak di istana. Mare bahkan pernah berkata bahwa, seandainya atasan Kilorn tidak mati, dia tidak akan pernah bertemu Cal dan mungkin saja dia dan Kilorn akan membangun keluarga bersama. 

Baca Juga:

4. Tyton

Sumber: EpicReads

Tyton adalah seorang darah baru yang memiliki kemampuan mengendalikan petir, sama seperti Mare. Namun, Mare sendiri mengakui bahwa Tyton jauh lebih kuat dan kekuatannya jauh lebih mematikan. Tyton berkepribadian pendiam dan misterius, jarang bicara sehingga tampak dingin dan mengancam. Rambut Tyton dicat putih (sewarna dengan petirnya) dan matanya berwarna abu-abu. Tubuhnya tinggi, berkulit kecokelatan dan berbintik, dengan rahang tajam. Tyton mampu mengendalikan listrik dalam tubuh manusia, menyetrum otak tanpa jejak, dan membunuh secara diam-diam.

Karena kepribadiannya yang tertutup, Tyton hanya dekat dengan teman-temannya sesama elektrikon—pengendali petir. Di War Storm, Maven dideskripsikan begitu ketakutan akan kehadiran pemuda ini.

Jadi, siapa nih kira-kira yang lebih menarik minat kalian? Cal yang perhatian, Maven yang bad boy, Kilorn yang setia, atau Tyton si misterius? Sambil #menantiWARSTORM, kamu bisa mulai memilih 😉  [YP]

Cruel Crown: Dua Cerita Prekuel Red Queen Dalam Satu Novel

24/10/2018

5 Hal Penting Sebelum Nonton Film MORTAL ENGINES

24/10/2018

6 Thoughts on Perak, Merah, dan Darah Baru: Karakter Pria Mana yang Akan Memikatmu Dalam War Storm?

  1. Saya suka Maven. Wajar dia selalu menyalahkan ibunya, memodifikasi dirinya menjadikannya jahat demi keuntungan klan nya. Tapi pribadi Maven yang terobsesi kepada Mare justru menjadikan Maven lebih manusiawi. Obsesinya justru membuatnya terlihat benar benar mencintai Mare, melakukan apa saja untuk melindunginya. Jujur saja, kalau Mare lebih lama bersama Maven, keadaan mungkin akan lain. Maven akan sedikit demi sedikit membuka hati dan pikirannya kepada Mare. Karena tidak ada yang bisa ia percaya selain Mare. Dan Maven menyayangi kakaknya, sebelum sang ibu mencuri perasaan itu darinya. Apakah aku terobsesi dengan Maven?? 😅

    Reply
  2. Artikelnya sangat menarik sekali dan sangat bagus, terima kasih informasainya sangat bermanfaat sekali

    http://taufikseptian.my.id/

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *