Nourans, pernahkah kamu melihat seseorang membagikan tumpukan buku yang selesai dibaca dalam sebulan, lalu tiba-tiba merasa tertinggal?
Bulan ini baru baca dua buku, pikir kita, sementara orang lain sudah membaca sepuluh atau bahkan lebih. Tanpa sadar, aktivitas membaca yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi perlombaan. Kita mulai menghitung jumlah buku, halaman, dan target bacaan, lalu membandingkannya dengan pencapaian orang lain.
Padahal, membaca bukanlah tentang siapa yang paling cepat sampai di halaman terakhir. Yang terpenting adalah prosesnya, selama kegiatan membaca memberi ruang untuk memahami, merenungkan, dan menemukan sesuatu yang berharga.
Tidak Ada Jumlah yang Ideal
Ada orang yang bisa menyelesaikan satu buku dalam sehari. Ada pula yang membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, untuk menamatkan satu buku. Setiap orang memiliki kesibukan, kebiasaan, kemampuan berkonsentrasi, dan waktu luang yang berbeda. Karena itu, rasanya kurang tepat jika pengalaman membaca harus diukur berdasarkan standar orang lain.
Kalau kamu hanya bisa membaca beberapa halaman dalam sehari, tidak apa-apa. Yang penting, kamu tetap menikmati prosesnya dan memberi dirimu ruang untuk menikmati setiap halaman yang dibaca.
Tidak Semua Buku Harus Diselesaikan dengan Cepat
Kadang-kadang, kita terlalu fokus mengejar halaman terakhir sampai lupa menikmati halaman yang sedang dibaca. Ada buku yang memang enak dibaca dalam sekali duduk dan ada pula buku yang membutuhkan waktu untuk direnungkan.
Terutama ketika buku tersebut menghadirkan gagasan yang cukup berat atau membuat kita ingin berhenti sejenak untuk memikirkan isinya. Jadi, tidak perlu merasa bersalah ketika sebuah buku belum selesai dalam beberapa hari. Mungkin kamu memang sedang membutuhkan waktu untuk benar-benar memahami isinya.
Baca juga: Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2: Kenali Perbedaannya sebelum Terlambat
Membaca untuk Menemukan Sesuatu
Setiap orang memiliki alasan yang berbeda ketika membuka buku. Ada yang ingin mencari hiburan setelah lelah bekerja, ada yang ingin mempelajari sesuatu, dan ada pula yang ingin menemukan jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengganggu pikiran. Apa pun alasannya, semuanya valid.
Buku memiliki kemampuan untuk membawa kita ke banyak tempat sekaligus. Melalui fiksi, kita bisa mengenal kehidupan dari sudut pandang karakter lain. Melalui nonfiksi, kita bisa mendapatkan pengetahuan, gagasan, dan perspektif baru. Karena itu, mungkin pertanyaan yang lebih menarik bukanlah “Sudah berapa buku yang kamu baca?”, melainkan “Apa yang kamu dapatkan dari buku yang kamu baca?”
Satu Buku Bisa Meninggalkan Banyak Hal
Tidak semua buku akan kita ingat seluruh isinya. Beberapa bulan setelah selesai membaca, mungkin kita sudah lupa nama tokoh, detail cerita, atau bahkan sebagian besar informasi yang ada di dalamnya.
Namun, bukan berarti buku tersebut tidak meninggalkan sesuatu bagi kita. Bisa jadi, ada satu kalimat yang masih kita ingat, sebuah gagasan yang perlahan mengubah cara pandang, atau karakter yang membuat kita belajar tentang kehidupan. Mungkin, justru hal-hal sederhana yang masih melekat dalam ingatan itulah yang membuat sebuah buku begitu berharga
Nikmati Bacaanmu dengan Caramu Sendiri
Noura menghadirkan buku dalam berbagai genre dan segmen pembaca. Mulai dari buku anak, fiksi, hingga nonfiksi dengan tema, seperti self-improvement, parenting, dan agama. Artinya, tidak ada satu cara yang paling benar untuk menikmati buku.
Kamu boleh membaca novel sebelum tidur, membawa buku ke kafe, atau membaca hanya satu halaman setiap hari. Kamu juga boleh berhenti sejenak ketika merasa lelah, tanpa perlu terburu-buru hanya karena melihat orang lain sudah menyelesaikan lebih banyak buku. Sebab, buku bukan hanya sekadar sesuatu yang perlu kita selesaikan. Buku adalah sesuatu yang bisa kita rasakan, pahami, renungkan, dan bawa dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau buku yang sedang kamu baca belum selesai juga, tidak masalah. Selama masih ada halaman yang membuatmu penasaran untuk dibuka kembali, mungkin kamu masih berada dalam perjalanan membaca yang tepat. Karena membaca bukan tentang siapa yang paling cepat sampai di halaman terakhir, tetapi tentang apa yang kita temukan di sepanjang perjalanan membaca.
Baca juga: 5 Tahapan Duka dan Cara Berdamai dengan Kehilangan ala The Chibineko Kitchen