loader image

5 Buku Bagus dengan Pelajaran Hidup Terbaik yang Gak Boleh Kamu Lewatin!

Ditulis oleh Faizah Islahiyyah, Anak Magang

Yuk, bagikan artikel ini!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin
Share on email

Nasihat bijaksana terbaik sering kali datang dari suatu bacaan. Banyak hal yang dapat dipelajari oleh seseorang dalam sebuah tulisan. Sebuah kisah seseorang dalam buku misalnya, kisahnya dapat memberikan pelajaran untuk para pembacanya, entah itu pelajaran mengenai dirinya sendiri maupun mengenai kehidupan.

Berikut ini lima buku bagus yang dapat memberikan pelajaran hidup terbaik yang gak boleh kamu lewatin! Kelimanya memberikan pelajaran hidup luar biasa melalui kisah yang berbeda-beda. Tulisan-tulisannya pun berhasil terus muncul di kepala dengan waktu yang cukup lama setelah membacanya sampai halaman terakhir.

Mau tahu ada buku apa saja? Yuk simak!

1. Bridge to Terabithia – Katherine Patterson

Salah satu buku fiksi young-adult classic terbaik sepanjang masa versi penulis artikel! Buku ini bercerita tentang dua teman, dunia imajiner, dan tragedi yang tiba-tiba datang menimpa tokohnya. Tragedi tersebut bisa dibilang masih menghantui kita sebagai orang dewasa setelah lama selesai membaca ceritanya. Mungkin karena penulisnya juga terinspirasi dari kisah nyata yang serupa dalam hidupnya sendiri. Bagaimanapun, bukunya mengajarkan banyak pandangan hidup mengenai cinta dan kasih terhadap orang di sekitar. Terutama, bukunya mengajarkan kita untuk menghargai setiap waktu dengan orang yang kita cintai.

Dibalut dengan kisah yang fiksi, ceritanya terasa nyata dan ringan untuk dibaca. Dengan penyampaian nilai-nilai mengenai kehidupan dengan cara yang implisit, novelnya sukses membuat pembaca dapat melihat pandangan baru mengenai cinta kasih dari keluarga dan persahabatan setelah membacanya.

Baca juga: Rekomendasi Novel Ringan Tanpa Menambah Beban Pikiran

2. of Mice and Men – John Steinbeck

Secara garis besar, of Mice and Men bercerita tentang kehidupan para pekerja/ buruh di sebuah peternakan di Amerika Serikat. Penulisnya terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi pada masa itu. Tepatnya pada tahun novel ini ditulis, 1937, Amerika Serikat sedang mengalami The Great Depression. Kehidupan para buruh di sana pada masa itu pun terbilang amat naas: tidak memiliki kesibukkan lain selain mengolah peternakan.

Kisah dua sejoli dalam buku, George dan Lennie, hadir di tengah-tengah kemalangan yang dirasakan setiap masyarakat bersama dengan mimpinya. Persahabatannya membuat kedua tokoh tersebut mengambil keputusan demi keputusan bersama demi bertahan hidup untuk mencapai sebuah mimpi. Sayangnya, tidak semua keputusan yang diambil berbuah baik, salah satu keputusannya malah membawa mereka ke kejadian tragis yang tidak bisa dibayangkan oleh para pembaca. Keputusan yang diambil para tokoh ternyata mengubah sepenuhnya masa depan mereka.

Pelajaran hidup yang dapat diambil dari kisah para tokoh dalam buku ini di antaranya adalah, bahwa terlepas dari berapa kali kita menceritakan kembali ‘rencana’ hidup kita, dan tidak peduli berapa banyak niat baik yang kita miliki, kita harus siap bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang dapat terus mengubah jalan hidup kita. Jadi, dari tulisannya kita bisa belajar bahwa, setiap keputusan yang diambil bisa saja membawa kita kearah yang berbeda dari apa yang diharapkan sebelumnya. Untuk itu, kita harus siap melalui segala rintangannya.

Kemudian, dari kisahnya kita juga dapat belajar bahwa, dalam hidup untuk mencapai suatu tujuan, seseorang harus mengambil rute yang panjang’ dan ‘berbatu’ sebelum akhirnya sampai pada titik tujuan. Yup, tidak ada kesuksesan yang mulus tanpa kerja keras! Semua akan berbuah baik jika dengan usaha.

3. The Kite Runner – Khaled Hosseini

The Kite Runner oleh Khalid Hosseini adalah buku terlaris nomor 1 menurut New York Times selama bertahun-tahun dengan lebih dari 7 juta eksemplar terjual di AS saja. The Kite Runner merupakan novel fiktif yang berputar pada kisah hubungan seorang ayah-anak, dua teman dekat, dan semangat penebusan dari rasa bersalah yang traumatis. Namun, ceritanya juga melibatkan beberapa kejadian real yang menjadi latar belakang buku tersebut ditulis. Tepatnya, penulis melibatkan beberapa peristiwa yang telah terjadi di Afghanistan. Dimulai dari jatuhnya monarki Afghanistan hingga intervensi militer Soviet, lalu kisah realitas para pengungsi menuju Pakistan dan Amerika Serikat, juga kebangkitan rezim Taliban pada masa nya.

Dengan memotret realitas kehidupan dengan balutan fiksi yang apik dan menyentuh, bukunya banyak memberikan pembelajaran hidup yang dapat kita kutip di dalamnya. Di antaranya adalah, miliki keberanian untuk melawan ketidakadilan. Saat kita menyaksikan ketidakadilan di sekitar kita, kita dapat melawan hal tersebut demi menegakkan kebenaran. Menjadi takut sama saja membiarkan ketidakadilan itu terjadi. Nantinya, peristiwa tersebut akan disesali sepanjang hidup bagi siapapun mereka yang tidak menghentikannya.

Kemudian, kita juga dapat belajar dari buku bahwa, penebusan kesalahan yang baik dan benar adalah ketika rasa bersalah mengarah pada kebaikan. Kita sering melakukan kesalahan, entah itu kesalahan kecil maupun besar. Orang baik akan merasa bersalah atas kesalahannya, untuk mengkompensasi rasa bersalah yang berlebihan, mereka melakukan pekerjaan yang hebat dan baik di masa depan. Oleh karena itu, penebusan kesalahan yang dapat diterima adalah ketika rasa bersalah mengarah pada kebaikan. Karena pada akhirnya, Tuhan akan mengampuni setiap kesalahan manusia bagi yang memintanya. Catat ya!

4. The Alchemist – Paulo Coelho

Buku fiksi terbaik menurut penulis artikel jatuh kepada The Alchemist oleh Paulo Coelho. Bukunya menjadi novel favorite banyak pembaca sampai saat ini. The Alchemist merupakan novel karya penulis Brazil, Paulo Coelho, yang pertama kali terbit pada tahun 1988. Ditulis pertama kali dalam bahasa asal penulis, Portugis, novelnya kini telah menjadi buku terlaris hampir di seluruh negara yang telah diterjemahkan kedalam banyak bahasa.

Menceritakan tentang Santiago, seorang anak gembala dari Andalusia dan ‘perjalanannya’ dari negara asalnya, Spanyol ke gurun Mesir untuk mencari ‘harta karun’ yang terkubur di Piramida. Tema utama dalam novel ini adalah ‘mengejar impian dengan mengikuti apa yang diinginkan hati’. Sepanjang perjalanan, demi mengejar impiannya, Santiago selalu belajar untuk mendengarkan hatinya dan juga dengan mengikuti ‘tanda-tanda’ yang diberikan oleh alam semesta untuknya menurut Santiago sendiri.

Melalui kisah Santiago, para pembaca dapat mengutip beberapa pelajaran hidup yang terdapat di dalam novel. Di antaranya adalah, ketakutan adalah rintangan yang lebih besar dari pada rintangannya itu sendiri. Ada kalanya ketakutan terhadap sesuatu atau seseorang menghambat langkahmu untuk maju menggapai cita-cita. Jika hal itu terjadi, hadapilah kenyataan sebelum ketakutan itu menjadi rintangan terbesar dirimu sendiri.

lalu, apa yang “benar” akan selalu bertahan. Dalam hidup, apa yang benar akan selalu berdiri kokoh. Pepatah pun mengungkapkan bahwa, “kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri seperti bayangan yang selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi” Mudah untuk menemukan kebenaran, sulit untuk menghadapinya, dan lebih sulit lagi untuk mengikutinya. Tidak ada kebenaran yang selalu terlihat ‘baik’. Namun, satu hal yang pasti: kebenaran akan selalu mengungkapkan dirinya sendiri di waktu yang tepat dengan cara terbaik.

Baca juga: 9 Buku Rekomendasi Tom Hanks

5. Man’s Search for Meanings – Viktor Frankl

Terakhir, gak kalah bagus dari buku-buku sebelumnya, buku ini termasuk kedalam salah satu buku yang bisa bikin life-changing sehabis kamu membacanya!

Kita sadar bahwa manusia yang menderita sering merasa putus asa dengan rasa gagal yang mendalam di dalam hatinya. Buku ini adalah buku bacaan yang pas untuk siapa saja yang sedang merasakan saat-saat seperti itu. Ditulis oleh ahli saraf-psikiater dari Austria, sekaligus korban Holocaust yang selamat, Victor Frankl, buku ini ditulis dengan sederhana namun intens dan reflektif.

Man’s Search for Meanings memberikan gambaran-gambaran jelas mengenai kejadian hidup penulis, Viktor Frankl, di kamp konsentrasi Auschwitz. Kisahnya menyajikan gagasan luar biasa tentang bagaimana kita dapat memilih untuk melihat tujuan atau makna dalam situasi apapun, termasuk kondisi terburuk dalam hidup. Frankl secara deskriptif mengilustrasikan pengalaman pribadinya juga pengamatannya terhadap perubahan-perubahan kecil yang ada pada manusia yang hidup dengan sebuah ‘harapan’ dalam dirinya.

Penulis buku, Frankl, menyimpulkan bahwa ujian terakhir bagi manusia adalah menemukan makna atau tujuan dalam hidup. Juga menurutnya, setiap orang memiliki kekuatan untuk menemukan tujuan hidupnya sendiri terlepas dari semua hal yang dimiliki dan dilaluinya. Pelajaran penting yang didapat dari kisahnya di antaranya adalah, kekuatan ‘tujuan’ dalam hidup. Ketika seseorang memiliki tujuan yang besar dalam hidup, hal itu dapat membawanya untuk terus maju. Saat seseorang memiliki ‘tujuannya’, ia akan terus maju dan berjuang untuk mencapai hal tersebut meski dalam kondisi sulit sekalipun. Kekuatan dari tujuan ini pun menjadi salah satu hal yang tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun.

Kemudian, dari kisahnya kita juga dapat belajar bahwa, penderitaan akan hadir dalam hidup, namun bagamana cara kita bereaksi terhadap penderitaan tersebut adalah hal yang terpenting. Menurutnya, bagaimana cara kita menanggapi penderitaan yang ada dalam hidup juga termasuk ujian bagi siapa saja yang mengalaminya, yang kemudian hal tersebut menjadikan hidup ini lebih bermakna daripada sebelumnya. Luar biasa!

Kelima buku di atas adalah buku bagus dengan pembelajaran hidup bijaksana yang sayang kalau dilewatin! Jika kamu belum pernah membaca salah satu dari kisah buku-buku di atas, maka tidak ada salahnya untuk mulai membacanya setelah ini. Dimulai dari halaman pertama bukunya nanti, nikmati setiap kata nya, alurnya, termasuk setiap kejadiannya yang unik. Kemudian, ambilah nilai-nilai yang bermanfaat dari kisahnya.

Nilai-nilai di atas termasuk dari beberapa banyaknya nilai dan pembelajaran hidup yang dapat dipetik dari setiap kisah para tokoh dalam masing-masing buku. Beberapa di antaranya merupakan pembelajaran yang penting, namun sayangnya masih sering terlupakan oleh banyak orang.

Tidak hanya kisahnya yang menghibur, buku-buku di atas juga mengandung nilai yang positif dan inspiratif, sehingga diharapkan dapat bermanfaat untuk membuka pikiran bagi siapa saja setelah membacanya nanti.

 

Referensi:

Bazelon, Emily. (2007), Sudden Death: What Bridge to Terabithia still teaches us.

https://slate.com/human-interest/2007/02/what-bridge-to-terabithia-still-teaches-us.html

Christina, (2007), Of Mice and Men: Lessons Learned.

http://christinacollectively.blogspot.com/2012/03/blog-post.html

Kuaranita, Fellycia N. (2019), “The Kite Runner”: (Tidak) Ada Layang-layang di

Langit Kabul.

https://klasika.kompas.id/baca/review-the-kite-runner/

Murray, Sean P. (2018), 5 Lessons from Viktor Frankl’s book “Man’s Search for

Meaning.

https://www.realtimeperformance.com/5-lessons-from-viktor-frankls-book-mans-search-for-meaning/

Nguyen, Thai. (2017), 10 Powerful Life Lessons from The Alchemist.

https://www.huffpost.com/entry/10-powerful-life-lessons-_b_8803048