Kane-Chronicles2-The-Throne-Of-Fire_cover-depan
Kane-Chronicles2-The-Throne-Of-Fire_cover-depan
Back Cover
Look Inside

Kane Chronicles #2: The Throne Of Fire

Pertarungan melawan Kekacauan terus berlanjut. Sejak Dewa-Dewa Mesir terlepas ke dunia modern, Carter dan Sadie Kane terlibat banyak masalah. Dan kini, Dewa Apophis, musuh mereka yang paling berbahaya, akan segera bangkit. Satu-satunya cara untuk menghentikan Apophis adalah dengan membangkitkan Ra. Masalahnya, tidak ada yang tahu di mana Ra. Bukan hanya itu, untuk membangkitkan Ra mereka juga harus menemukan tiga gulungan dari Kitab Ra dan mempelajari mantra yang tepat untuk bisa membacanya.

Not available POST

Pertarungan melawan Kekacauan terus berlanjut. Sejak Dewa-Dewa Mesir terlepas ke dunia modern, Carter dan Sadie Kane terlibat banyak masalah. Dan kini, Dewa Apophis, musuh mereka yang paling berbahaya, akan segera bangkit. Satu-satunya cara untuk menghentikan Apophis adalah dengan membangkitkan Ra. Masalahnya, tidak ada yang tahu di mana Ra. Bukan hanya itu, untuk membangkitkan Ra mereka juga harus menemukan tiga gulungan dari Kitab Ra dan mempelajari mantra yang tepat untuk bisa membacanya.

Narasi Sadie dan Carter Kane, humor-humor unik ala mereka dan petualangan ke seluruh dunia akan membuat kalian tenggelam dalam Petualangan Kane bersaudara yang sensasional.

#1 New York Times bestseller ● #1 Wall Street Journal bestseller

Bulan Terbit

April 2012

Kode Buku

ND-030

Ukuran

14×21 cm

Halaman

484

Jenis kertas sampul

Art Karton 21

Jenis kertas isi

bookpaper

ISBN

978-979-433-677-9

Penerjemah

Rika Iffati Farihah

Author

Rick Riordan

Publisher

Noura Publishing

Series

The Kane Chronicles

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Kane Chronicles #2: The Throne Of Fire”

Editorial Review

“Kelak akan menjadi buku yang banyak dikenang.”
—Sunday Express

”Kisah yang akan membuat pembaca terpikat”
—Philip Ardagh, The Guardian

"Riordan menggabungkan adegan laga yang seru, kekuatan sihir, dan adegan kocak dengan balutan romansa, kecemburuan, dan keraguan yang membuat para pahlawan muda ciptaannya begitu manusiawi."
—Booklist