Into-The-water-terjemahan-01
Into-The-water-terjemahan-01
Back Cover
Look Inside

Into the Water

Sungai itu indah. Penampilan yang menipu, karena sebenarnya, itu adalah tempat paling mematikan di seluruh penjuru kota. Airnya yang gelap dan dingin menyembunyikan apa yang ada di bawahnya …

Salah satu sudutnya, dikelilingi tebing batu tinggi yang menggodamu melongok ke tepi, selama berabad-abad telah merenggut banyak nyawa. Semuanya perempuan. Kebanyakan tidak bernama, tidak berwajah. Sungai itu memikat mereka yang tidak beruntung, yang putus asa, yang tidak bahagia, yang tersesat, agar datang ke sana. Mereka menyebutnya Kolam Penenggelaman.

Sungai itu indah. Penampilan yang menipu, karena sebenarnya, itu adalah tempat paling mematikan di seluruh penjuru kota. Airnya yang gelap dan dingin menyembunyikan apa yang ada di bawahnya …

Salah satu sudutnya, dikelilingi tebing batu tinggi yang menggodamu melongok ke tepi, selama berabad-abad telah merenggut banyak nyawa. Semuanya perempuan. Kebanyakan tidak bernama, tidak berwajah. Sungai itu memikat mereka yang tidak beruntung, yang putus asa, yang tidak bahagia, yang tersesat, agar datang ke sana. Mereka menyebutnya Kolam Penenggelaman.

Kini sungai itu kembali menelan korban: Nel Abbot, wanita yang bertekad untuk menyingkap rahasia sungai itu dan menuliskan kisah-kisahnya. Kali ini, semua ornag mendapat kesempatan untuk mencari tahu penyebabnya, alasannya: kenapa dan bagaimana?

Apakah dia jatuh? Apakah dia bunuh diri? Apakah dia … dibunuh?

KEUNGGULAN BUKU:

  1. #1 New York Best Seller
  2. Review bintang 3.4 dari 5 oleh 1.530 ulasan pembeli di amazon.com
  3. Penulis buku best seller The Girl on the Train

Akan difilmkan oleh DremWorks Pictures diproduseri Lalaland

Bulan Terbit

September 2017

Format

14 x 21 cm

Jumlah halaman

480 hlm

Jenis Kertas Isi

bookpaper 55 gr

Jenis Kertas Sampul

SC, AC 230, Finishing cover: 4/0, spot UV, doff, embose, pembatas buku

Kode buku

ND-321

ISBN

978-602-385-336-6

Penerjemah

Ingrid Nimpoeno

Buku Digital

https://play.google.com/store/books/details?id=1qk4DwAAQBAJ

Author

Paula Hawkins

Publisher

Nourabooks

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Into the Water”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editorial Review

“Kisah misteri yang lezat. Tenggelamlah. Sebagai imbalannya, kau akan mendapatkan akhir yang memuaskan. Cerita kriminal tentang sebuah sungai, yang akan membuatmu berpikir dua kali untuk mencelupkan kaki ke dalam air yang gelap dan dingin.”
USA Today

“Kisah menegangkan ini akan terus membuatmu membalik lembarannya. Terus menghantuimu hingga halaman terakhir.”
Bustle

“Kau akan terus berusaha menebak sampai akhir, hingga kebenaran itu muncul. Kisah ini akan membuatmu lemas dan menggigil!”
Redbook

“Hawkins adalah anggota inti dari kelompok penulis wanita—seperti Gillian Flynn dan Megan Abbott—yang telah menghidupkan kembali kejayaan novel suspense dengan memperkaya tulisan mereka melalui pembahasan ancaman psikologis dan pengucilan sosial. Ada penghiburan yang pasti dari jalan keluar menuju kegelapan, menjanjikan bahwa kebenaran yang terkubur akan muncul ke bawah cahaya.”—Vogue

“Cerita detektif kontemporer yang menawan hati … ketegangan yang menyebabkan perutmu serasa teraduk dan plot yang membuatmu terus menebak-nebak”—People Magazine

“Sepenuhnya menegangkan … semua intrik ini menggoda dengan keahlian mengagumkan dari Ms. Hawkins, dalam mengisahkan narasi yang kompleks … dan baru di halaman-halaman akhirlah rahasia-rahasia diungkapkan secara mengejutkan.”—The Wall Street Journal

“Cerita misteri baru yang lezat …. Hawkins, terinspirasi dari Hitchcock, memiliki mata yang sinematik dan telinga yang mampu mendengar jeritan kengerian, dengan bahasa yang membangkitkan ingatan …. Maka, terjunlah. Hadiahnya adalah penutup yang menggemparkan. Ini adalah bacaan tak terlupakan yang akan membuatmu berpikir dua kali sebelum mencelupkan kaki di air yang gelap dan dingin itu,”—USA Today

“Membuat candu … novel ini memiliki sesuatu yang semua orang cari dalam bacaan menghibur mereka selanjutnya.”—Marie Claire

“Mencekam …. Kita terus menduga-duga hingga kenyataan sesungguhnya menghantam.”—O Magazine

“Kisah feminisme modern dari kota kecil yang sarat kemunafikan, politik seksual, dan kesalahan yang tidak akan bisa tercuci bersih.”—Entertainment Weekly

“Mengandung sama banyaknya plot mengejutkan yang membuat bulu kudukmu meremang seperti The Girl on the Train. Kali ini, Hawkins memilih karakter-karakter yang menarik sekaligus mengerikan: para ibu, para anak perempuan, para saudari, yang bergelut dengan ingatan, mengeksplor hal-hal yang terjadi ketika konflik personal bertubrukan untuk menghancurkan masa sekarang.”—Harper’s Bazaar

“Membuatmu terus membalik halaman. Cerita mengerikan yang menghubungkan antara kisah budaya yang rumit dari seksualitas remaja, ikatan kompleks antara anak perempuan, para ibu, dan saudari, dan hubungan antara ‘para pria baik’ dan ‘para wanita bermasalah’.”—Jezebel

“Terkadang, yang benar-benar kita butuhkan adalah thriller yang bagus. Dan, Paula Hawkins tahu bagaimana cara menawan pembaca dengan misteri yang memikat sekaligus menegangkan.”—Mic

“Hawkins menciptakan kisah yang segar dan rumit di mana ingatan dari masa lalu kembali untuk menghantui mereka yang hidup di masa sekarang.”—W Magazine

“Into the Water memiliki semua emosi menegangkan dan menakutkan dari The Girl on the Train, tapi kali ini dengan tulisan yang lebih matang dan gaya bercerita yang akan kembali memikat para pembacanya. Novel ini juga dibanjiri dengan pemahaman natural mengenai hubungan, cinta masa muda, persahabatan yang akrab, dan dedikasi atas kewajiban, kesalahan keluarga, dan kota kecil yang paranoid.”—Minneapolis Star-Tribune

“Saat membahas ketegangan yang bisa dipotong dengan pisau, tidak ada yang bisa melakukannya lebih baik daripada Hawkins.”—New York Post

“Kisah yang ditulis dengan elegan, yang mampu menjerat pembaca seperti arus yang kuat, memandu dan membawa mereka menyusuri sungai, menuju bagian akhir yang berbatu-batu tanpa bisa dihindari dan kejutan plot yang mendebarkan dalam halaman-halaman akhir buku.”—Deseret News

“Hawkins dengan ahli menyelami pikiran tiap karakter, memeras perasaan, ketakutan, dan buah pikiran mereka yang keliru, perlahan menaikkan ketegangan psikologis seiring berjalannya kisah.”—BookPage