Hush Little Baby

Jangan menangis, Nak.

Ruby memiliki segalanya. Rajata, suami penuh cinta dan kaya raya. Gendhis, bayi cantik pelengkap kebahagiaan mereka. Kehidupan terasa begitu sempurna bagi Ruby, keculai satu—masa lalunya.

Kamu boleh berbuat salah pada masa lalu, tetapi tidak pada masa depan.

Ruby hanya ingin bayinya tenang dan berhenti menangis. Namun, dia justru dianggap gila dan tak pantas merawat Gendhis. Padahal, satu-satunya yang gila adalah ibu kandungnya sendiri.

Not available POST

Jangan menangis, Nak.

Ruby memiliki segalanya. Rajata, suami penuh cinta dan kaya raya. Gendhis, bayi cantik pelengkap kebahagiaan mereka. Kehidupan terasa begitu sempurna bagi Ruby, keculai satu—masa lalunya.

Kamu boleh berbuat salah pada masa lalu, tetapi tidak pada masa depan.

Ruby hanya ingin bayinya tenang dan berhenti menangis. Namun, dia justru dianggap gila dan tak pantas merawat Gendhis. Padahal, satu-satunya yang gila adalah ibu kandungnya sendiri.

Aku butuh Ibu untuk mengajariku bagaimana caranya menjadi ibu.

Setelah Gendhis direnggut paksa darinya, tak ada lagi yang bisa Ruby percaya. Tidak juga Rajata suaminya, Bunda Alana mertunya, bahkan Bibi Ka pengasuhnya sejak kecil. Dia harus mendapatkan Gendhis kembali dan membuktikan dirinya mampu menjadi seorang ibu. Ruby terus menelusuri masa lalunya yang tak hanya kelam, tetapi juga merah berdarah. Dengan terus membisikkan satu pertanyaan.

Siapa yang dapat menentukan kadar seorang ibu lagi anaknya.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Hush Little Baby”

Editorial Review

Anggun Prameswari dikenal sebagai penulis dengan prosa yang mengangkat roman depresif, baik dalam cerpen maupun novel. Di novel Hush Little Baby, Anggun mencoba masuk ke zona lebih dalam dari rasa depresi tersebut. Rasa luka dan depresi itu kemudian digabung dengan kekerasan yang dikemas dengan rapi dan menegangkan.

Genre domestic noir yang tidak banyak ditulis oleh penulis Indonesia. Genre ini lebih familiar di luar negeri. Dan novel ini mencoba masuk ke genre tersebut.

Fragmen-fragmen dalam novel ini disusun dengan pace yang cepat dan menegangkan. Luka tokoh bernama Ruby masuk dan mengusik ketenangan kita. Adegan menegangkan di setiap bagian membuat perasaan empati sekaligus ngilu. Kemudian dirangkai hingga kemudian ditemukan sebuah penyelesaian yang mengejutkan di akhir. Siapkan jantungmu mencelus!