Buku Digital Parentink Mona Ratuliu
Buku Digital Parentink Mona Ratuliu
Back Cover
Look Inside

Digital ParenThink

Membesarkan Kids Zaman Now memiliki tantangannya sendiri karena sejak lahir, internet telah menjadi bagian dari keseharian mereka. Bagaikan dua sisi mata uang, internet sangat memudahkan hidup kita sekaligus diam-diam menyimpan bahaya.

Duh bingung ya, sebenarnya boleh tidak ya anak-anak menggunakan gadget? Kalau boleh, lalu mengapa Mona Ratuliu justru menyita gadget dari Mima, putri sulungnya, justru di saat teman-teman Mima baru mulai diberikan gadget? Apa yang terjadi pada Mima ketika hidup tanpa gadget?

Melalui Digital ParenThink, Mona Ratuliu berbagi pengalamannya mengasuh anak-anak Generasi Z dan Alpha dengan memanfaatkan internet dan media sosial secara bijaksana. Selain contoh, tips dan trik, serta pendapat para pakar, Mona juga menyertakan kisah sukses anak-anak yang bisa memanfaatkan internet secara positif.

Digital ParenThink

Kisah Mona Ratuliu Mengasuh Gen X dan Gen Alpha

Bagaimana bila seorang ibu merasa gagal menjadi orangtua? Apakah dia akan tenggelam dalam kegagalan tersebut, atau hal tersebut malah menjadi

Digital ParenThink

Catatan Kecil dari Mona Ratuliu: Stop Memerintah Anak, Jadilah Teladan Bagi Anak!

Banyak orangtua bersikap seperti seorang komandan, yaitu hanya mengeluarkan perintah-perintah agar anak bersikap baik.  Padahal, diperintah terus rasanya pasti tidak

Digital ParenThink

Mona Ratuliu Curhat Soal Parenthink di IBF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktris Indonesia Mona Ratuliu memaparkan buku terbarunya berjudul, Parenthink dalam acara Islamic Book Fair (IBF) di Istora Senayan, Sabtu

 

Bulan Terbit

Juli 2018

Kode Buku

ND-341

Ukuran

15 x 20 cm

Jumlah halaman

216

Jenis Kertas Sampul

AC 230 gr; finishing SC, FC 4/0, Lamp. Doff, Spot UV, Embosse

Jenis Kertas Isi

Bookpaper 55 gr; cetak 2/2 (BW dan TC 2213)

ISBN

978-602-385-513-1

Author

Mona Ratuliu

Publisher

Noura Publishing

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Digital ParenThink”

Editorial Review

“Beli gadget aja dapat manual book, apalagi punya anak. Harus banget banyak baca buku dan ini salah satunya! Patut dibaca oleh semua orangtua ataupun calon oangtua.”
-Ayudia Bing Slamet, Artis, Mama dari Sekala (2 Tahun)

Pujian/Endorsement untuk buku sebelumnya

“Di balik anak-anak yang sukses selalu ada orangtua yang luar biasa dan sebaliknya.”
Ayah Edy, praktisi parenting dan penulis buku bestseller Ayah Edy Menjawab

“Mendidik anak adalah sebuah kenikmatan, tetapi mengapa banyak sekali orangtua yang frustrasi? Ternyata bukan anak yang bikin kita frustrasi, tetapi cara-cara kita yang dangkal yang membuat kita frustrasi dan menjebak kita dalam kesulitan mengelola anak. Tanpa belajar kita akan mendidik anak dengan cara asal-asalan, tanpa belajar kita akan mendidik anak kita dengan cara ala kadarnya. Buku ini adalah pengalaman nyata! Kita akan merasakan bahwa bertransformasi menjadi orangtua yang sanggup mengelola anak dengan lebih baik itu bisa dilakukan, masuk akal, bukan hanya impian belaka.”
Angga Setyawan, founder @anakjugamanusia, praktisi parenting, penulis buku Anak Juga Manusia dan Kenali Anakmu

“Tak ada kelas untuk menjadi orangtua. Trial-error, itu yang dilakukan dalam pengasuhan. Seolah anak menjadi korban ‘uji coba’ orangtua yang tak ‘ready’. Namun, buku ini memberi perspektif baru! Mengintip langsung pengasuhan dari sosok orangtua yang sungguh-sungguh membuka dirinya untuk belajar dan berbagi tanpa menggurui. Agar episode menjadi orangtua yang penuh drama tak dirasakan oleh orangtua seorang diri. I love this book! It's inspiring. And you'll love it too :).”
Roslina Verauli, psikolog anak, remaja, dan keluarga

“Pola asuh sesuai dengan ajaran Ki Hajar Dewantara. Wow. This is something new to me! Buku ini menarik sekali karena dari awal sampai akhir kita diajak untuk melihat dinamika hubungan orangtua dan anak lewat kacamata si anak. Jadi, membuat kita lebih memahami mereka. Apalagi contoh-contoh yang diambil juga relevan dan relatable sekali dengan kita karena memang kejadian nyata di Mona dan keluarganya. Bacaan wajib untuk semua orangtua anak segala usia.”
Hanifa Ambadar, founder female Daily Network

“Ki Hajar Dewantara mewarisi kita sesuatu yang sering kita dengar, tetapi belum kita mengerti dan kita jalankan. Dengan membaca ParenThink, saya kembali mengingat dan mencoba menjalankan warisan dari leluhur kita tersebut.”
Abimana Aryasatya, aktor dan ayah 4 anak

“Katanya pengalaman adalah guru yang terbaik. Tentu saya setuju. Namun, lebih setuju lagi ketika mengetahui bahwa ada satu buku yang membuat kita dapat belajar dari pengalaman tersebut dan sekaligus mendapatkan ilmunya. Yeees! Buku ParenThink ini adalah gabungan semuanya. Pengalaman Mona yang disertai dengan ilmu parenting dan psikologi membuat buku ini terasa lengkap dan bermanfaat. Baru beberapa kalimat pembuka saja sudah membuat saya merasa isinya adalah jawaban bagi orangtua seperti saya. Thank you Mona ... cool mom! Cool kids! Cool family!”
Ivy Batuta, presenter dan ibu 2 anak

“Subhanallah, buku yang membuka wawasan dan memberikan banyak sekali hal menarik serta bermanfaat tentang bagaimana menjadi orangtua dan mendidik anak. Sangat mengispirasi, penjelasan serta bahasanya mudah dipahami dan diterapkan. Selamat menjadi orangtua cerdas yang akan memberikan bekal terbaik untuk masa depan anak-anak kita.”
Dude Harlino, aktor dan ayah 1 anak

“Orangtua bukan berarti yang paling tahu dan paling benar daripada anak-anak. Orangtua hanya hidup lebih dulu daripada anak-anak. Menjadi orangtua bukan alasan untuk berhenti belajar seperti halnya anak-anak.”
Dian Ayu, artis, presenter, dan ibu 1 anak

“Menjadi orangtua cerdas perlu proses belajar terus-menerus, dan tidak ada mata pelajarannya saat sekolah dulu. Buat saya, buku ParenThink ini adalah teman belajar yang sangat menyenangkan.”
Ersa Mayori, presenter dan ibu 2 anak

“Saya enggak bisa hidup tanpa Bebi Romeo yang selalu membimbing saya. Namun, buku ParenThink ini melengkapi saya menjadi orangtua yang baik.”
Meisya Siregar, artis dan ibu 2 anak

“Banyak hal yang saya pelajari dari sahabat saya yang cantik ini. Belajar dari pengalamannya membesarkan Mima, sang buah hati yang umurnya dua tahun di atas Naura, menjadi bahan pembelajaran serta cerminan belajar buat saya dan suami. Dari awal saya sudah jatuh cinta sama tulisannya Bunda Mona sehingga saya ingin tulisannya ada di album Dongeng Naura, tujuannya untuk menyebarkan ilmu parenting kepada banyak ibu di Indonesia. Dengan adanya buku ParenThink ini saya semakin senang karena sekarang saya memiliki semacam pedoman atau pegangan belajar untuk menjadi orangtua yang pintar.”
Nola Be3, penyanyi dan ibu 3 anak

“Menyenangkan sekali saat membaca buku tentang parenting dan penulisnya tidak terkesan menggurui, tetapi justru berbagi pengalaman. Terlebih lagi, penulisnya mau mengakui kesalahannya sebagai orangtua dan berkaca dari itu, lalu memperbaikinya. Mona mengajak kita mengikuti suatu perjalanan indah, tetapi sangat menantang yaitu ‘Parenthood’ yang kadang tampak sulit sekali. Namun, dengan adanya buku dan blog dari Mona, we have the support we need. We feel united as parents to achieve one thing: to be the best parent we can be for our children.”
Shanty, penyanyi dan ibu 2 anak

“Mengungkap sejuta rahasia sinergi orangtua dan anak, proses saling belajar yang tidak akan pernah berhenti. Setelah membaca dan menghayati buku ini dengan kondisi saya pribadi sedang berbadan dua, begitu besar hasrat ingin menerapkan setiap cara yang sudah dilakukan Mbak Mona Ratuliu terhadap ketiga anaknya. Anak adalah harga mati sebuah masa depan dan orangtua ikut andil di dalamnya. Orangtua adalah penentu karakter setiap anak, orangtua cerdas menciptakan karakter cerdas untuk anak. Buku ini PAS untuk kamus belajar para orangtua.”
Tantri Kotak, penyanyi

“Menjadi orangtua itu tidaklah mudah. Apalagi menjadi orangtua yang asyik. Dibutuhkan persiapan yang matang. Bagaimana caranya, ya?! Baca buku ParenThink yang bisa membantu kita menjadi orangtua yang siap lahir dan batin.”
Novita Angie, artis dan ibu 2 anak

“Selama ini sibuk ngejejelin diri dengan teori-teori parenting dari para ahli, sampai akhirnya ngerasa kok susah sih menjadi orangtua yang baik?! Namun, akhirnyaaa ... terima kasih Monaaa. Buku ini sangat ‘dekat’ dan realistis, sehingga saya mendapatkan pandangan baru, ternyata menjadi orangtua yang baik adalah sebuah proses pembelajaran :)”
Cici Panda, presenter dan ibu 1 anak

“Belajar dari TK, SD, SMP, SMA, S1 kirain sudah selesai, ternyata masih ada lagi 2 S yang lain. Suami dan menjadi Superdaddy! Intinya belajar adalah bagian dari proses kehidupan dan kunci dari buku ini adalah belajar itu harus lahir dan batin!”
Ananda Omesh, artis dan ayah 1 anak

“Enggak akan lupa pertama kali saya ditelepon Mona hampir 6 tahun lalu, menanyakan tentang RUM (Rational Use of Medicine) disaat banyak orang acuh tak acuh tentang isu ‘Patient's Safety’. Beberapa hari kemudian, dia pun muncul di seminar PESAT. Di situ pertama kali saya ‘jatuh cinta’ sama si bunda baik hati ini. Mona Ratuliu adalah sosok bunda yang selalu mau belajar dan memahami perkembangan kesehatan lahir batin anak-anaknya.
Widi Mulia Be3, penyanyi dan ibu 3 anak