Parents, ternyata membacakan buku untuk si Kecil bukan hanya soal menyuarakan tulisan dari halaman pertama sampai terakhir, lho. Cara membacakan buku anak juga dapat menentukan seberapa aktif si Kecil terlibat dalam cerita. Alih-alih hanya duduk dan mendengarkan, anak bisa diajak berbicara, berpikir, menebak, bahkan menjadi “pencerita” bersama Parents.
Salah satu teknik yang bisa dicoba adalah dialogic reading atau membaca dialogis. Dalam teknik ini, kegiatan membaca berubah menjadi percakapan dua arah antara orang dewasa dan anak. Parents tidak hanya membacakan cerita, tetapi juga mengajukan pertanyaan, mendengarkan jawaban si Kecil, meresponsnya, lalu mengembangkan percakapan berdasarkan buku yang sedang dibaca.
Teknik sederhana ini menarik karena didukung oleh penelitian. What Works Clearinghouse (WWC) dari Institute of Education Sciences, misalnya, menemukan bahwa dialogic reading memiliki efek positif terhadap kemampuan bahasa lisan anak.
Jadi, bagaimana Parents bisa mempraktikkannya di rumah?
Apa Itu Dialogic Reading?
Dialogic reading adalah teknik membaca interaktif yang menempatkan anak sebagai peserta aktif dalam kegiatan membaca. Anak tidak hanya mendengarkan orang dewasa membacakan cerita, tetapi didorong untuk berbicara tentang buku, menjawab pertanyaan, mengamati ilustrasi, hingga ikut menceritakan apa yang terjadi.
Dalam dialogic reading, peran orang dewasa dan anak bahkan dapat bergeser. Si Kecil perlahan menjadi pencerita, sedangkan Parents berperan sebagai pendengar aktif yang memberikan pertanyaan dan dorongan agar anak berbicara lebih banyak.
Bayangkan Parents sedang membaca cerita tentang seekor katak. Daripada langsung membaca seluruh teks, Parents bisa berhenti sejenak dan bertanya:
“Ada hewan apa saja di halaman ini?”
“Kenapa, ya, mereka sampai pingsan?”
“Kalau kamu jadi Pangeran Katak, apa yang akan kamu lakukan?”
Pertanyaan seperti ini membuat aktivitas membaca menjadi percakapan. Si Kecil bukan lagi sekadar menerima cerita, melainkan ikut mengamati, berpikir, menghubungkan informasi, dan menyampaikan pendapatnya.

Manfaat Dialogic Reading untuk Kemampuan Bahasa Anak
Salah satu manfaat yang paling banyak diteliti dari kegiatan membaca interaktif adalah perkembangan bahasa.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan dalam Child Development menelaah intervensi membaca buku bergambar bersama anak dan kaitannya dengan perkembangan bahasa. Temuannya mendukung manfaat intervensi membaca bersama bagi perkembangan bahasa anak.
Studi lain terhadap anak usia 5–6 tahun juga menemukan bahwa intervensi dialogic reading selama delapan minggu memberikan hasil yang lebih baik pada beberapa aspek penyusunan narasi. Anak dalam kelompok dialogic reading juga menunjukkan peningkatan kosakata ekspresif.
Artinya, Parents tidak perlu menjadikan sesi membaca sebagai kegiatan satu arah. Ketika si Kecil berkata, bertanya, dan mencoba menjelaskan sesuatu dengan kata-katanya sendiri, buku dapat menjadi pintu masuk untuk melatih kemampuan berbahasanya.
Baca juga: Tumbuhkan Literasi Kesehatan dengan Read Aloud bersama Pangeran Katak yang Bau Ketek
Cara Mempraktikkan Dialogic Reading Bersama si Kecil
Tidak perlu membuat sesi membaca terasa seperti pelajaran formal. Justru, dialogic reading sebaiknya dilakukan dengan ringan dan mengikuti ketertarikan anak. Parents dapat mencoba beberapa cara berikut.
1. Mulai dengan Pertanyaan yang Mengajak Anak Berpikir
Saat menemukan ilustrasi atau bagian cerita yang menarik, berhentilah sebentar dan ajukan pertanyaan.
Misalnya, “Menurut kamu, setelah ini apa yang akan terjadi?” atau “Kenapa tokoh ini terlihat sedih?”
Parents juga bisa mengajak si Kecil mencari benda atau tokoh tertentu pada ilustrasi. Pertanyaan dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Tidak harus rumit, yang penting memberikan kesempatan kepadanya untuk ikut terlibat.
Penelitian tentang pertanyaan selama kegiatan membaca bersama menunjukkan bahwa cara orang dewasa memberikan pertanyaan atau scaffolding dapat mendukung proses anak mempelajari kata.
2. Dengarkan Jawaban si Kecil
Setelah bertanya, beri si Kecil kesempatan untuk menjawab. Parents tidak perlu buru-buru mengoreksi atau melanjutkan halaman berikutnya.
Biarkan anak menggunakan kosakata yang sudah dimilikinya dan mengutarakan apa yang dia pikirkan. Jika memungkinkan, gunakan pertanyaan terbuka agar jawabannya tidak berhenti pada “iya” atau “tidak”.
Misalnya, daripada bertanya, “Kucingnya sedih, ya?”, Parents dapat mencoba, “Menurut kamu, bagaimana perasaan kucing ini? Kenapa?”
Dengan begitu, si Kecil memiliki ruang lebih luas untuk menyusun jawabannya sendiri.
3. Ulangi Jawaban dan Kembangkan Percakapan
Ketika anak memberikan jawaban singkat, Parents bisa mengulanginya sekaligus menambahkan informasi.
Misalnya, si Kecil berkata, “Payung Kuya rusak.”
Parents dapat merespons, “Iya, payung Kuya rusak. Kalau begitu, kira-kira masih ada tempat untuk Kuya berteduh, tidak, ya?”
Respons semacam ini menunjukkan bahwa Parents mendengarkan jawaban anak sekaligus membuka kesempatan baginya untuk kembali berpikir dan berbicara.
Prinsipnya sederhana: tanya, dengarkan, respons, lalu kembangkan. Percakapan kecil inilah yang membuat kegiatan membaca terasa hidup.
4. Ajak Anak Menebak dan Berimajinasi
Buku anak, terutama buku bergambar, menawarkan banyak kesempatan untuk bermain dengan imajinasi.
Parents bisa meminta si Kecil menebak kelanjutan cerita, membayangkan dirinya sebagai salah satu tokoh, atau menirukan ekspresi dan suara karakter.
“Kalau kamu jadi tokoh ini, kamu akan melakukan apa?”
“Kira-kira dinosaurus ini suaranya seperti apa?”
“Coba tunjukkan wajah tokoh ini ketika sedang kaget!”
Aktivitas seperti ini membantu menjadikan membaca sebagai pengalaman yang menyenangkan dan interaktif. Anak tidak harus selalu memberikan jawaban yang “benar”. Tujuan utamanya adalah membuatnya nyaman berbicara, berpikir, dan menikmati cerita bersama Parents.

Membaca Bersama Jadi Lebih dari Sekadar Mendengarkan Cerita
Parents mungkin pernah merasa khawatir ketika sesi membaca tidak berjalan mulus. Si Kecil tiba-tiba menunjuk gambar, menyela cerita, bertanya tentang hal lain, atau ingin kembali ke halaman sebelumnya.
Dalam dialogic reading, interaksi semacam itu justru dapat menjadi bagian berharga dari kegiatan membaca.
Whitehurst menjelaskan bahwa dialogic reading sebaiknya tetap dibuat ringan, menyenangkan, bervariasi, serta mengikuti minat anak. Parents tidak perlu membanjiri si Kecil dengan terlalu banyak pertanyaan sampai kegiatan membaca terasa seperti ujian.
Jadi, tidak masalah jika satu buku tidak selesai dalam sekali duduk. Percakapan yang muncul di tengah cerita bisa sama berharganya dengan menyelesaikan seluruh halaman.
Secara lebih luas, panduan What Works Clearinghouse juga merekomendasikan kegiatan membaca buku bersama untuk membantu mengembangkan bahasa anak, pengetahuan tentang unsur cetak, dan pengetahuan tentang dunia. Dalam kegiatan tersebut, anak dapat dilibatkan dengan menceritakan kembali bagian cerita, menghubungkannya dengan pengalaman, serta bertanya dan menjawab pertanyaan.
Baca juga: Halte Mentari: Picture Book Manis yang Mengajarkan Berbagi dan Empati Sejak Dini
Pilih Buku Anak yang Bisa Memancing Percakapan
Agar membaca bersama anak semakin menyenangkan, Parents bisa memilih buku yang memiliki ilustrasi menarik, karakter yang mudah dikenali, kejadian yang dapat ditebak atau didiskusikan, serta cerita yang dekat dengan dunia si Kecil.
Buku semacam ini menyediakan banyak “pintu” untuk memulai percakapan.
Parents bisa mencoba mempraktikkan dialogic reading menggunakan Seri Read Aloud Noura Kids. Saat membaca, jangan ragu berhenti sejenak pada ilustrasi yang menarik. Tanyakan apa yang dilihat si Kecil, dengarkan jawabannya, lalu biarkan percakapan berkembang secara natural.
Sebab, membaca bersama anak tidak harus menjadi momen ketika Parents berbicara dan si Kecil diam mendengarkan. Dengan dialogic reading, sebuah buku dapat berubah menjadi ruang kecil tempat Parents dan si Kecil bertukar cerita, melatih bahasa, bermain dengan imajinasi, dan menikmati waktu bersama.
Yuk, Parents, mulai praktikkan dialogic reading bersama si Kecil. Temukan Seri Read Aloud Noura Kids serta berbagai buku anak berkualitas terbitan Noura Publishing di nourabooks.co.id dan jadikan waktu membaca lebih interaktif, seru, dan bermakna!