cover-depan-words-in-deep-blue
cover-depan-words-in-deep-blue
Back Cover
Look Inside

Words in Deep Blue

Winner for Gold Inky Award 2017.
Winner for Indie Book Awards Young Adult 2017.
Runner-up for CBCA Book of the Year for Older Readers 2017.
Winner for Prime Minister’s Literary Award for Young Adult Fiction 2017.
Short-listed for ABIA Book of the Year for Older Children 2017.

“Cinta hidup di antara barisan kata-kata.”

Ini adalah sebuah kisah cinta.
Kisah tentang sebuah toko buku yang menyediakan ruangan khusus bagi para pengunjung untuk menuliskan pesan pada pinggiran kosong halaman buku yang mereka baca, entah untuk orang asing, teman, ataupun kekasih. Kisah tentang Henry Jones dan Rachel Sweetie, sepasang sahabat yang terpisah dan bertemu kembali.
Mereka menyusuri kata-kata yang tertinggal pada lembaran usang buku-buku bekas. Kata-kata yang penuh kenangan dan kebahagiaan. Kata-kata yang penuh ketidakpastian dan kesedihan.
Kata-kata yang dulu diabaikan Henry Jones dan membuat Rachel Sweetie patah hati.

Not available POST

 

Bulan Terbit

Maret 2018

Kode Buku

ND-335

Ukuran

14 x 20.8 cm

Jumlah halaman

358 halaman

Jenis Kertas Sampul

Soft cover, art carton 230gr

Jenis Kertas Isi

Bookpaper 55gr

ISBN

978-602-385-427-1

Penerjemah

Orinthia Lee

Penyunting

Yuli Pritania

Author

Cath Crowley

Publisher

Noura Publishing

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Words in Deep Blue”

Editorial Review

“Crowley menciptakan para karakter yang hangat dan tak terlupakan, memosisikan mereka dalam situasi yang familier bagi semua orang dan dengan perlahan menuntunnya kepada sesuatu yang luar biasa.”
—Booklist review

“Kisah yang pedih ini dengan indah mencatat perjalanan dari keputusasaan hingga usaha untuk kembali hidup.”
—School Library Journal review

“Sebuah novel menakjubkan yang rendah hati. Gaya bercerita Cath Crowley yang mengagumkan akan membuatmu berurai air mata sekaligus melayang. Meditasi yang mengungkapkan kejujuran yang indah dari duka dan cinta.”
—Jasmine Warga, penulis My Heart and Other Black Holes

“Buku ini ditulis dengan cantik. Dibumbui humor dan kepedihan, tragedi dan kegembiraan, kisah ini akan mematahkan hatimu kemudian menyatukan kepingan-kepingannya lagi.”
—Emma Mills, penulis First & Then dan This Adventure Ends

“Salah satu buku paling indah dan menyenangkan yang kubaca setelah sekian lama. Aku tidak hanya membaca halaman-halamannya, aku ikut hidup di dalamnya.”
—Jennifer Niven, penulis All the Bright Places

“Pembahasan realistis tentang kehilangan, duka, cinta, dan pentingnya kata-kata. Dunia Rachel Sweetie berubah selamanya pada hari adiknya, Cal, tenggelam. Selama delapan bulan berikutnya, dia gagal lulus dari SMA dan mengucilkan diri dari teman-temannya. Keluarga Rachel berpikir mengirim gadis itu kembali ke kampung halaman dan hidup bersama bibinya akan membantu. Rachel sendiri mungkin akan bersemangat untuk mendapatkan perubahan suasana kalau saja itu bukan berarti dia harus kembali bertemu mantan sahabatnya, Henry. Sebelum pindah, Rachel menulis surat kepada Henry, berisi ungkapan cintanya terhadap pemuda itu, dan meninggalkan surat tersebut di toko buku milik keluarga Henry, di area Perpustakaan Surat. Di bagian toko buku yang satu itu, pengunjung bisa berkomunikasi satu sama lain dengan menulisi pinggiran buku kesukaan mereka atau menyelipkan surat di antara halaman-halamannya. Henry tidak pernah membalas surat Rachel.
Semua tokoh dalam novel ini mengalami kehilangan mereka masing-masing, dalam berbagai tingkatan. Tokoh-tokoh sampingan dideskripsikan dengan baik dan perjuangan mereka sama menyentuhnya dengan para tokoh utama. Pembaca akan merasa familier dengan kisah mereka karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kisah mengharukan ini dengan indah mendeskripsikan perjalanan dari keputusasaan hingga belajar untuk kembali melanjutkan hidup. Para tokoh yang karismatik, dengan karakter yang terbangun dengan baik, akan langsung membuat pembaca terhanyut. Tidak semuanya mendapat akhir bahagia dan inilah kelebihan kisah ini. Buku yang emosional ini adalah bacaan yang wajib dimiliki.”
—Cindy Wall, Southington Library & Museum, CT

“Novel terbaru Cath Crowley ini merupakan kisah cinta yang kompleks tapi menghibur, mengenai ketabahan, kesempatan kedua, dan kekuatan kisah untuk meningkatkan kualitas (dan pada beberapa kasus, memperpanjang) hidup manusia. Words in Deep Blue menawarkan penyegaran kepada para pembaca yang mencintai kata-kata, buku-buku, dan ketegangan saat menguak hal-hal tak terduga ketika membalik-balik halaman buku-buku tua yang berdebu.”

Sumber:
https://bookpage.com/reviews/21476-cath-crowley-words-deep-blue#.WpZMgrO7rIU

“Words in Deep Blue merupakan campuran antara The Storied Life of AJ Fikry dan Dash and Lily's Book of Dares. Setiap bab yang diceritakan bergantian oleh dua tokoh utama menambah dalamnya kisah dari novel bergenre dewasa muda ini, membiarkan pembaca melihat lebih jauh ke dalam pikiran tiap karakter utama, Rachel dan Henry. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mencoba memahami kehidupan para remaja adalah sesuatu yang sulit; tambahkan kehilangan dan cinta, pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan, dan cara mengatasi masa lalu, dan kau akan merasa bahwa dirimu baru saja terbenam dalam keterbatasan (atau kemungkinan), seperti Rachel.
Keluarga Henry memiliki toko buku bekas, rumah bagi buku-buku yang pernah dicintai lalu ditinggalkan. Rachel juga pernah mencintai dan kehilangan. Cal, adiknya, tewas tenggelam beberapa bulan sebelumnya. Rachel dan Henry memiliki sejarah panjang bersama, tapi semua itu berakhir saat Rachel pindah tiga tahun lalu. Setelah kematian Cal, Rachel kembali dan bekerja di toko buku keluarga Henry. Dia ditugaskan membuat katalog Perpustakaan Surat, tempat di mana para pembaca, orang-orang yang sekadar singgah, dan pasangan kekasih meninggalkan catatan-catatan; beberapa di antaranya sederhana—kata-kata yang digarisbawahi atau penjelasan yang dituliskan di pinggiran buku—beberapa lainnya menunjukkan keseluruhan hubungan—berteman, berkembang menjadi sesuatu yang lebih, dan akhirnya gagal. Selama melakukan tugasnya, Rachel menemukan bahwa, di balik kehilangan yang dia rasakan, dia masih bisa menemukan masa depan. Henry pun menyadari persahabatannya dengan Rachel bukanlah sesuatu yang bisa dia sia-siakan begitu saja.
Crowley berhasil menunjukkan keintiman melalui kata-katanya, lewat hubungan yang terjalin antara Rachel dan Henry. Dua karakter yang masih muda ini memiliki kebijaksanaan yang jarang dimiliki remaja seusia mereka. Mereka memiliki cinta terhadap buku-buku, dan semangat untuk hidup yang memungkinkan mereka untuk mengatasi kehilangan dan keterbatasan yang sebelumnya menahan mereka untuk melanjutkan hidup.
Aku tidak mampu meletakkan Words in Deep Blue sebelum sampai ke halaman terakhir, sebagian karena referensi sastranya (siapa yang tidak suka toko buku sebagai latar belakang cerita?), sebagian lagi karena pergulatan sebenarnya dalam menghadapi kehilangan, tapi terutama karena hubungan antara Rachel dan Henry adalah jenis yang akan kudukung sepenuhnya.”

—Shelly Walston
Sumber:
http://www.watermarkbooks.com/words-deep-blue-cath-crowley-review-shelly-walston

“Toko buku bekas, kisah cinta, dan perpustakaan-surat: semua hal ini disebutkan dalam sinopsis sampul belakang buku terbaru Cath Crowley: Words In Deep Blue. Sungguh, siapa yang akan menolak bacaan yang menyuguhkan hal-hal seperti itu? Aku tahu aku sangat teliti dan suka berkomentar tajam, dan bagiku, buku ini jauh dari kata mengecewakan. Faktanya, aku bahkan menyebut ini sebagai buku bergenre dewasa muda yang paling kufavoritkan tahun ini.
Rachel Sweetie dan Henry Jones telah berteman selama bertahun-tahun dan selama itu pula Rachel jatuh cinta kepada Henry. Rachel memutuskan untuk mengungkapkan perasaan lewat surat, pada malam sebelum kepindahannya ke luar kota. Namun, Henry tidak tahu mengenai keberadaan surat itu dan seiring waktu berlalu, Rachel pun mengabaikan surat-surat yang pemuda itu kirimkan kepadanya. Hingga tragedi itu terjadi. Adik Rachel tewas tenggelam di laut, ibunya hancur, dan Rachel gagal lulus SMA—yang berarti tidak ada kuliah, sesuatu yang selama ini selalu dia impi-impikan. Menyadari bahwa hidupnya tidak akan membaik jika dia tetap bertahan di dekat lautan, Rachel kembali ke kampung halaman dan memulai persahabatan dari awal lagi dengan Henry.
Aku selalu berpikir bahwa Cath Crowley tidak mungkin bisa menandingi kehebatan novelnya sebelumnya, Graffiti Moon, tapi dia benar-benar melakukannya. Words In Deep Blue luar biasa. Perpustakaan Surat adalah ide mengagumkan yang kuharap benar-benar ada pada suatu tempat di dunia supaya aku bisa berkunjung ke sana (aku tidak akan menjelaskan apa itu Perpustakaan Surat; baca saja buku ini dan kau akan tahu) dan hubungan Rachel dan Henry adalah sesuatu yang indah, realistis, dan menyenangkan. Cath Crowley adalah seorang master dalam menciptakan karakter yang berkembang dengan baik dan mudah disukai, hingga membuat pembaca berharap agar semuanya berjalan baik untuk mereka dan buku ini adalah contoh sempurna lainnya dari keahliannya sebagai seorang penulis. Aku sangat merekomendasikan novel satu ini untuk laki-laki ataupun perempuan, terutama kalian yang menyukai tulisan Fiona Wood dan Lili Wilkinson.”
—Katherine Dretzke
Sumber:
https://www.readings.com.au/review/words-in-deep-blue-by-cath-crowley

“Buku ini mengisahkan tentang persahabatan, cinta, pengampunan, duka, dan banyak lagi. Kebanyakan adegan mengambil tempat di sebuah toko buku bekas, jadi para pencinta sastra akan menikmati semua referensi buku yang ada dalam novel ini. Penggemar novel Eleanor and Park dan penulis John Greene akan jatuh cinta kepada Words in Deep Blue. Aku benar-benar kaget kita belum mendengar banyak pembahasan tentang buku ini. Aku sungguh-sungguh menyukainya.
Words in Deep Blue dari Cath Crawley adalah buku untuk dewasa muda yang hangat dan menyentuh. Aku memberi 5 bintang di Goodreads. Selamat membaca!”
Sumber:
https://dineanddish.net/2017/12/words-in-deep-blue-by-cath-crowley/