Back Cover
Look Inside

Trials Of Apollo #3: The Burning Maze

Rated 5.00 out of 5 based on 1 customer rating
(1 customer review)

Lagi-lagi kaisar jahat. Apollo bosan (ketakutan juga, sebenarnya). Dia harus menyelamatkan Oracle ketiga yang disekap dalam kepungan Labirin Api yang membara dengan bantuan Grover, satir kesayangan Percy Jackson, serta Meg, majikan Apollo kini. Ya, tentu saja ada banyak rintangan. Dan tidak ada yang lebih membuat Apollo gemetar daripada menghadapi si Kuda milik kaisar terkejam dalam sejarah. Kuda gagah yang bisa bicara, luar biasa pintar, dan sama liciknya dengan sang Tuan.

Ini pertarungan untuk memperebutkan tampuk kekuasaan di antara tiga dewata: sang Titan mantan Dewa Matahari; Apollo, Dewa Matahari yang untuk sementara dikutuk jadi manusia; dan kaisar gila yang berambisi ingin menjadi Dewa Matahari Baru. Apollo babak belur, tetapi Zeus tetap tidak berbelas kasihan, jadi Apollo terus saja melempar panah, coba-coba bernyanyi untuk meminta pertolongan, dan berharap mereka diselamatkan seorang pahlawan.

Dan berani-beraninya si Oracle memberinya teka-teki padahal ini masalah hidup dan mati! Benar-benar tidak berperikedewaan!

Trials Of Apollo #3: The Burning Maze

Apollo, Dewa dengan Dua Sisi Mata Uang

Apollo adalah salah satu dari dua belas Dewa-Dewi Olimpia yang sering digambarkan dalam wujud pria tampan bertubuh atletis. Apollo dan

LA Times Bestseller
Petaluma’s Copperfield’s Book Store Top Selling Titles
Barnes & Noble’s Best Beach Reads
WALL STREET JOURNAL-BEST SELLERS
Hindustan Times-Nielsen Top 10

Lagi-lagi kaisar jahat. Apollo bosan (ketakutan juga, sebenarnya). Dia harus menyelamatkan Oracle ketiga yang disekap dalam kepungan Labirin Api yang membara dengan bantuan Grover, satir kesayangan Percy Jackson, serta Meg, majikan Apollo kini. Ya, tentu saja ada banyak rintangan. Dan tidak ada yang lebih membuat Apollo gemetar daripada menghadapi si Kuda milik kaisar terkejam dalam sejarah. Kuda gagah yang bisa bicara, luar biasa pintar, dan sama liciknya dengan sang Tuan.

Ini pertarungan untuk memperebutkan tampuk kekuasaan di antara tiga dewata: sang Titan mantan Dewa Matahari; Apollo, Dewa Matahari yang untuk sementara dikutuk jadi manusia; dan kaisar gila yang berambisi ingin menjadi Dewa Matahari Baru. Apollo babak belur, tetapi Zeus tetap tidak berbelas kasihan, jadi Apollo terus saja melempar panah, coba-coba bernyanyi untuk meminta pertolongan, dan berharap mereka diselamatkan seorang pahlawan.

Dan berani-beraninya si Oracle memberinya teka-teki padahal ini masalah hidup dan mati! Benar-benar tidak berperikedewaan!

Ramalan Gelap

Kata-kata tempaan kenangan terbakar habis,
Mengantar si pengubah bentuk menghadapi tantangan,
Kala bulan baru meninggi di atas Gunung Iblis,
Hingga Tiberis diisi jasad bersesak-sesakan.

Ke selatanlah sang surya mesti melejit,
Melalui labirin kelam ke negeri gersang
Untuk mencari pemilik kuda putih gesit
Dan merampas embusan si penutur teka-teki silang.

Tujulah istana barat, wahai Lester;
Putri Demeter mesti temukan akar kunonya.
Si pemandu berkuku belah yang tahu sumber,
Mampu tunjukkan jejak kaki musuh ke sana.

Ketika yang tiga terkuak dan Tiberis didatangi,
Barulah Apollo bisa berjoget sesuka hati.

1 review for Trials Of Apollo #3: The Burning Maze

There are no reviews yet.

Be the first to review “Trials Of Apollo #3: The Burning Maze”

Editorial Review

Rick Riordan Memberi Cuplikan tentang Petualangan dalam Novel Terbarunya, The Burning Maze

 

Kebanyakan protagonis dalam novel-novel Rick Riordan adalah para pahlawan—pahlawan dari kisah mitologi kuno, anak-anak dewa-setengah manusia yang mampu menggunakan bakat unik mereka untuk menyelamatkan baik manusia ataupun para dewa. Namun, dalam seri terbaru ini, The Trials of Apollo, Rick menggunakan formula yang sedikit berbeda. Mengambil setting dalam dunia yang sama dengan seri Percy Jackson & the Olympians, dengan dewa-dewi Yunani dan monster yang hidup berdampingan dengan dunia modern Amerika. Namun, kali ini, karakter utamanya bukanlah anak seorang dewa, melainkan sosok dewata itu sendiri, Apollo! Dihukum oleh ayahnya, Zeus, Apollo dikutuk menjadi manusia bersosok pemuda remaja, Lester Papadopoulos. Satu-satunya kesempatan Apollo untuk mendapatkan kembali kedewataannya adalah dengan menyelamatkan lima Oracle yang menghilang. Dengan bantuan anak Demeter, Meg, Apollo berhasil menemukan dua Oracle. Namun, misi untuk menemukan Oracle ketiga sepertinya adalah yang paling sulit dan jalan satu-satunya hanya memasuki Labirin, jalur bawah tanah yang pernah dimasuki Percy Jackson dan teman-temannya dalam novel  The Battle of the Labyrinth.

“Labirin membentangkan dirinya sendiri di bawah bumi,” Rick memberi tahu EW. “Ia bisa membawamu ke mana saja, dengan asumsi kau tidak tersesat atau dibunuh oleh monster atau terperangkap dalam jebakan. Ini salah satu ide favoritku dari keseluruhan mitologi Yunani, jadi aku tidak bisa menahan diri dan memunculkannya kembali dalam The Burning Maze. Aku sangat menyukai ide tentang kerahasiaan, dunia bawah yang tidak terprediksi, di mana kau bisa jatuh ke dalamnya kapan saja. Dalam buku ini, kurasa aku tidak akan memberi terlalu banyak bocoran dengan berkata bahwa segala hal dalam Labirin kini telah memanas.”

Untungnya, Lester dan Meg telah memanggil teman baik Percy, Grover Underwood si satir, untuk membantu mereka dalam misi. Meski The Trials of Apollo difokuskan pada karakter-karakter dan petualangan-petualangan baru, seri ini juga memunculkan tokoh-tokoh lama yang familier dari petualangan Percy Jackson sebelumnya.

“Membawa Grover kembali terasa seperti mengunjungi teman lama dari SMA,” ujar Rick. “Kau menghabiskan sedikit waktu bersama mereka, dan dengan cepat kau mendapati dirimu kembali pada momen-momen masa lalu yang penuh kenangan. Menulis tentang Grover terasa begitu alami dan membuatku nyaman. Dia adalah karakter familier yang mengagumkan, tetapi pada saat bersamaan, dia juga berkembang jauh sejak terakhir kali kita melihatnya bersama Percy Jackson. Dia telah menerima begitu banyak tanggung jawab … contohnya: menyelamatkan bagian selatan California dari bencana perubahan iklim yang ekstrem.”

Di antara Percy Jackson & the Olympians, The Heroes of Olympus, dan kini The Trials of Apollo, Rick telah menghabiskan enam tahun dalam menyangkutpautkan mitologi Yunani dan Romawi untuk menciptakan petualangan baru. Namun, penggemar tidak perlu khawatir tentang kelanjutan seri-seri ini karena masih ada begitu banyak kisah untuk diceritakan.

“Aku selalu terpesona pada kedalaman mitologi Yunani dan Romawi,” ujar Rick. “Semakin dalam aku menggali, semakin banyak yang kutemukan. Aku masih mencoba mencari tahu lebih banyak tentang para dewa, monster, dan pahlawan yang masih belum pernah kudengar, bahkan setelah bertahun-tahun. Mengunjungi kembali dunia dalam sudut pandang Apollo membuat semuanya menjadi segar kembali bagiku, juga memberi kesempatan bagiku dan para pembaca untuk bertemu kembali dengan teman-teman lama dari buku-buku sebelumnya, seperti Grover, Piper, dan Jason dalam The Burning Maze. Pada saat seri The Trials of Apollo berakhir, kita bukan hanya sudah mengunjungi begitu banyak tempat baru dan karakter-karakter keren, tetapi juga melihat bagaimana perkembangan tokoh-tokoh kesayangan kita dari Percy Jackson and the Heroes of Olympus.”

 

Sumber: http://ew.com/books/2018/01/17/rick-riordan-trials-apollo-burning-maze/