A-Man-Called-Ove
A-Man-Called-Ove
Back Cover
Look Inside

A Man Called Ove

Rated 5.00 out of 5 based on 1 customer rating
(1 customer review)

Sebelum terlibat lebih jauh dengannya, biar kuberi tahu. Lelaki bernama Ove ini mungkin bukan tipemu.
Ove bukan tipe lelaki yang menuliskan puisi atau lagu cinta saat kencan pertama. Dia juga bukan tetangga yang akan menyambutmu di depan pagar sambil tersenyum hangat. Dia lelaki antisosial dan tidak mudah percaya kepada siapa pun.
Seumur hidup, yang dipercayainya hanya Sonja yang cantik, mencintai buku-buku, dan menyukai kejujuran Ove. Orang melihat Ove sebagai lelaki hitam-putih, sedangkan Sonja penuh warna.
Tak pernah ada yang menanyakan kehidupan Ove sebelum bertemu Sonja. Namun bila ada, dia akan menjawab bahwa dia tidak hidup. Sebab, di dunia ini yang bisa dicintainya hanya tiga hal: kebenaran, mobil Saab, dan Sonja.
Lalu … masih inginkah kau mengenal lelaki bernama Ove ini?

Not available POST

KEUNGGULAN BUKU
• Akan difilmkan (tapi di Jerman) sama dengan The 100-year-old Man Who Climbed Out a Window and Disappeared
• Novel yang sensasional dan paling banyak dibicarakan di Eropa
• Bestseller Eropa

Tanggal Terbit

Januari 2016

Kode Buku

ND-

Ukuran

14 x 21cm

Jumlah halaman

448 halaman

Jenis Kertas Sampul

SC, art carton 230, doff, spot uv, emboss, pembatas buku

Jenis Kertas Isi

bookpaper 55gr

Penyunting

Tim Redaksi Noura

ISBN

32546987150

Author

Fredrick Backman

Publisher

Nourabooks

1 review for A Man Called Ove

  1. Rated 5 out of 5

    Elliza Titin Gumalasari

    Ceritanya sedih….

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editorial Review

“Kau akan tertawa, menangis, bersimpati terhadap orang temperamen yang kau temui dalam kisah memesona ini.” (People)

“Secara keseluruhan, Anda akan mendapatkan cerita yang penuh semangat, keteguhan hidup, dan kisah jenaka tentang menemukan kebaikan, cinta, dan kebahagiaan di tempat yang paling tidak memungkinkan.” (Sunday Express)

“Cerita Ove memuat kesedihan yang tampaknya justru mendorong penulis mengemasnya dengan kehangatan dan humor. Kisah pahit dan mengharukan yang meyakinkan pembaca akan kekuatan persahabatan, bahkan mungkin cinta pada kucing.” (Psychologies Magazine)