loader image

Makna Berlapis dalam Picture Book yang Tipis

Ditulis oleh Noor H. Dee, Penulis Buku Anak dan Kreator Nabil Naura

Yuk, bagikan artikel ini!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin
Share on email

Picture book yang bagus ibarat kue lapis legit yang memiliki beberapa lapisan. Semakin banyak lapisan kuenya, semakin tebal kue lapis legitnya. Semakin banyak lapisan maknanya, semakin “berisi” picture book-nya.

Pertanyaannya: apa sih yang dimaksud dengan lapisan makna?

Lapisan makna yang saya maksud adalah lapisan dalam cerita yang membuat pembaca dapat memetik hikmah atau pelajaran dari cerita tersebut. Semakin banyak lapisan makna yang terdapat dalam sebuah cerita, semakin banyak hikmah atau pelajaran yang bisa dipetik oleh para pembaca.

Baca juga: Menakar Kualitas Picture Books dengan Field Testing

Pertanyaan selanjutnya: memangnya ada picture book yang memiliki banyak lapisan makna dalam ceritanya? Bukankah picture book itu halamannya tipis?

Meskipun teksnya sedikit, ceritanya sederhana, dan halamannya tipis, semua itu tidak menutup kemungkinan bagi penulis untuk menyisipkan banyak makna dalam karyanya. Makna-makna tersebut bisa disampaikan lewat teks atau ilustrasi. Sebagai contoh, di sini saya akan membahas sebuah picture book karya anak bangsa yang terdapat lapisan-lapisan makna di dalam ceritanya: Kejutan Kungkang.

Kejutan Kungkang adalah buku jenaka yang ditulis sekaligus digambar oleh Andina Subarja. Picture book yang mampu membuat anak-anak tertawa ini bercerita tentang seekor kungkang yang ingin memberikan hadiah di pesta ulang tahun temannya.

Baca juga: Rahasia Mona Ratuliu Atasi Kecanduan Gadget pada Anak

Ceritanya terdengar sangat sederhana? Memang. Namun, di balik kesederhanaannya tersebut, Kejutan Kungkang sebenarnya mengandung beberapa lapisan makna yang cukup berharga bagi para pembaca.  Di antaranya adalah sebagai berikut:

Persahabatan

Persahabatan antara Kungkang dan Tikus terlihat begitu hangat. Meskipun memiliki perbedaan yang cukup signifikan (tikus bergerak cepat-kungkang bergerak lambat), mereka masih tetap bisa menjalani hari-hari dengan penuh harmoni. Mereka berdua terlihat saling melengkapi.

Berbagi

Saat Kungkang dan Tikus sedang sarapan bersama, terlihat beberapa ekor semut membawa kue kering. Tidak ada yang merasa terganggu dengan aksi semut-semut tersebut. Kungkang membiarkan mahluk hitam kecil itu berjalan di hadapannya yang mengambil beberapa butir gula. Kungkang tidak mengusirnya. Malah, Kungkang tersenyum manis ke arah mereka.

Kemandirian

Tikus  terlihat segera membereskan piring dan gelas sehabis sarapan. Beberapa saat kemudian Tikus terlihat sedang ingin menjemur cucian yang berada di dalam keranjang.

Kepedulian

Kungkang dengan penuh semangat (tapi sangat lambat) menyiapkan, membungkus, dan mengikat kado untuk temannya yang hari itu sedang berulang tahun.

Manajemen Waktu

Bisa dibilang, ini adalah lapisan makna paling utama dalam Kejutan Kungkang. Pembaca akan bisa mendapatkan pemahaman betapa kita harus pintar-pintar mengelola waktu yang ada. Apakah Kungkang yang superlambat itu bisa menghadiri pesta ulang tahun temannya tepat waktu? Atau ia datang terlambat? Tentu saja kamu harus membacanya sendiri.

Kejutan Kungkang adalah buku pertama Andina Subarja yang dia tulis dan gambar sendiri. Sebagai karya perdana, tentu saja ini adalah pencapaian yang luar biasa. Sebab, sebagaimana kita tahu bersama, menulis picture book bukanlah perkara mudah, apalagi jika picture book itu memiliki berlapis-lapis makna.[Noor H. Dee]