Distopia, Genre Paling Hits Saat Ini

Distopia merupakan salah satu genre fiksi yang cukup populer di kalangan para pembaca fiksi, terutama bagi yang menggemari fantasi dan fiksi ilmiah. Meskipun lebih familier di kalangan penggemar novel fantasi dan fiksi ilmiah, banyak yang menganggap distopia sebagai salah satu cabang fiksi realistis. Hal ini karena beberapa novel distopia yang terkenal belakangan ini banyak mengangkat isu-isu yang relevan dengan keadaan dunia pada masa kini.

Apa itu Distopia?
Kata ‘distopia’ sebenarnya merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan keadaan yang berkebalikan dengan utopia (ideal) dan biasanya menceritakan tentang kehidupan masyarakat fiksional yang hidup di dunia yang lebih buruk dari dunia tempat tinggal kita. Keadaan distopia ini sering kali menggambarkan berbagai situasi di masa mendatang, seakan memberi peringatan kepada para pembaca tentang betapa mengerikannya dunia ini jika sebuah propaganda tertentu mengambil alih kontrol pemerintahan.

Secara sederhana, distopia mengacu pada sebuah dunia yang pada awalnya tampak sempurna (utopia) namun kemudian tampak penuh dengan ketidaksempurnaan karena adanya kesenjangan sosial dan ekonomi. Dalam beberapa novel distopia, keadaan pra-distopia biasanya digambarkan sebagai chaos (kekacauan) sehingga menyebabkan adanya bentuk pemerintahan baru yang lebih sistematis tapi cenderung bersifat opresif. Namun dalam beberapa karya, ada juga yang meniadakan eksistensi pemerintahan dan mengganti kesenjangan sosial/ekonomi dengan kondisi kemiskinan yang merata.

Foto: gamerevolution.com

Konflik dalam novel distopia pada umumnya diawali dengan bencana alam atau keadaan overpopulasi yang berujung pada penindasan, pemberontakan, perang, dan revolusi. Meskipun bermula dari sistem pemerintahan yang terstruktur, akan muncul kekecewaan-kekecewaan terhadap cara penguasa memperlakukan rakyat. Dari sanalah timbul keinginan untuk mengubah kondisi yang ada dan menciptakan suatu keadaan yang lebih ideal (utopia), baik dari segi politik maupun sosial-ekonomi. Namun biasanya, baik pihak penguasa maupun oposisi sama-sama bersikeras bahwa deskripsi utopia yang diusung oleh pihak lawan sebenarnya memiliki konsekuensi yang jauh lebih buruk bagi kehidupan banyak orang.

Fungsi Distopia

Oleh karena berkaitan dengan isu politik, sosial, dan ekonomi, latar waktu dalam situasi distopia biasanya tidak jauh berbeda dengan situasi dunia saat ini. Ini pula yang membuat sebagian orang menilai bahwa distopia lebih dekat dengan fiksi realistis daripada fiksi ilmiah atau bahkan fantasi. Salah satu penyebabnya adalah fungsi karya distopia, yang bukan hanya sekadar tulisan hasil imajinasi, namun juga sarana untuk mengungkapkan opini sang penulis.

Foto: www.duniaku.net

Melalui distopia, penulis dapat mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap isu-isu kemanusiaan dan sistem sosial-ekonomi yang berlaku. Penulis menggunakan distopia sebagai cara untuk mendiskusikan kondisi terkini dan mengungkapkan beragam bentuk permasalahan yang mungkin terjadi di masa depan. Melalui karya distopia, penulis juga dapat menunjukkan berbagai kesalahan yang kerap terjadi di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itulah, distopia sering dianggap sebagai bentuk kritik dan peringatan tersirat bagi pemerintah yang berkuasa dan sistem yang berlaku. Dengan demikian, peran distopia dalam karya-karya sastra adalah untuk memberikan edukasi dan menanamkan kesadaran bagi para pembaca akan hal-hal penting yang–menurut beberapa orang, mungkin terlalu berat untuk dibaca dalam bentuk penjelasan naratif (nonfiksi).

Wah, ternyata novel distopia bukan sekadar ragam hiburan ya! [Rifda]

Memilih Cinta Sebagai Juru Bicara (Agama) Islam

15/04/2019

Alasan Novel Distopia Disukai Pembaca Muda Nomor 3 Nggak Kamu Sangka

15/04/2019