Mengenal Roshani Chokshi: Penulis Pertama Rick Riordan Presents

Setelah membiarkan penggemarnya menduga-duga, Rick Riordan akhirnya mengumumkan buku pertama yang terbit melalui lini Rick Riordan Presents, yaitu Aru Shah and the End of Time karya Roshani Chokshi. Berikut ini adalah wawancara singkat dengan Rosh, panggilan akrab Rochani, tentang petualangan Aru Shah dan pengalaman pribadinya sebagai penulis pertama yang ‘digarap’ langsung oleh Rick Riordan.

Aru Shah and The End of the Time

Bagaimana rasanya terpilih sebagai penulis pertama yang bukunya diterbitkan oleh (Rick Riordan Presents (RRP)?

Ya ampun, jantungku serasa loncat saat aku diterima untuk bergabung dalam keluarga RRP pada Oktober 2016 lalu. Kemudian saat ”Aru” dipastikan akan menjadi buku pertama yang diterbitkan oleh RRP, jiwaku seakan terbang dari ragaku dan mulai menjerit kegirangan: “ASLDJFLASJFO;IUWORU3JDLSJFALSDJFLKJFLKJASDF” (tapi dengan logat selatan yang cukup kental). Aku sudah bertahun-tahun menyimpan ide untuk menulis kisah Aru. Ini adalah karya yang sangat ingin kutulis karena berkutat seputar hubungan keluarga, persahabatan para wanita, dan kisah lintas budaya. Bagiku, Aru adalah sebuah validasi. Aku tumbuh besar tanpa pernah membaca kisah tentang asal-usul keluargaku, dan hal itu membuatku berpikir bahwa budayaku tidak begitu penting. Semua pengalamanku selama menulis buku ini menunjukkan betapa salahnya asumsi itu, jadi tentu saja aku merasa bahagia!

Apa Rick memberi masukan sebelum buku ini diterbitkan?

Masukan Rick benar-benar bermakna sejak tahap awal. Rasanya mendebarkan sekali saat membuka draft tulisankudan membaca komentar-komentar dari seorang RICK RIORDAN. Semua masukannya sangat luar biasa, dari yang berkaitan dengan plot, aspek emosional, bahkan adegan-adegan yang akan memikat anak-anak. Yang paling menakjubkan adalah, dia menyampaikan semuanya layaknya seorang guru. Ceritanya masih 100% hasil tulisanku, dia seolah-olah hanya menerangi jalan agar aku bisa sampai di tujuan. Bimbingan dari Rick Riordan (dan arahan cemerlang dari Steph Lurie) ibarat selimut yang membuatku merasa aman.

Baca Juga: Bocoran Rick Riordan tentang Aru Shah and the End of Time

Aru Shah and The End of the Time

Apa yang kamu harapkan dari terbitnya buku ini?

Aku harap buku ini dapat membuat para pembaca—yang berasal dari berbagai latar belakang—merasa diperhatikan. Aku tahu rasanya memiliki nama aneh yang tidak pernah ditulis dengan benar di gelas Starbucks. Aku juga paham rasanya harus menjelaskan asal-usul keluargaku untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang, mungkin bermaksud baik tapi, tidak sopan. Aku juga ingin menghilang sekaligus mencolok pada saat yang bersamaan. Meskipun demikian, Aru bukan sekadar cerita tentang anak-anak dengan latar belakang yang beragam. Kisah ini untuk pembaca mana pun yang ingin membaca setting baru dan ingin mengenal berbagai budaya lain. Menulis untuk anak-anak adalah pekerjaan terbaik di dunia, karena hati mereka sangatlah terbuka. Rasa ingin tahu mereka hadir tanpa keterikatan apapun dan merupakan sebuah kehormatan bagiku untuk dapat menulis kisah anak-anak.

Bagian yang paling menantang saat menulis buku ini?

Saat menentukan seberapa banyak materi yang harus dimasukkan dan seberapa banyak yang harus dijelaskan. Meskipun Aru dan saudari-saudarinya terinspirasi dari legenda Pandawa, ini bukanlah sebuah retelling kisah Mahabharata. Pembaca tidak akan menemukan dewa-dewi dari tradisi Hindu, melainkan dewa-dewi yang lebih kuno dari tradisi Veda. Aku ingin memastikan bahwa aku mengemas ulang kisah-kisah ini dengan penuh rasa hormat, sambil tetap menghargai dongeng-dongeng yang pernah kudengar semasa kecil.

Apa yang menjadi inspirasimu saat menulis, baik secara umum maupun saat menulis buku ini?

Banyak, terutama Percy Jackson dan Sailor Moon. Aku juga sangat menyukai seri Georgia Nicolson karya Louise Rennison, yang selalu membuatku tertawa terbahak-bahak saat aku masih kecil. Seri ini tentu berpengaruh besar pada humor tokoh utama dalam bukuku, Aru Shah. [Rfd/sumber: Hypable]

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Novel A Wrinkle in Time

Mengapa Seleb Hollywood Membenci Donald Trump?

09/01/2019

Becoming: Memoar Terlaris di Dunia

09/01/2019