“A Trump”: Sebuah Kritik Pedas Terhadap Donald Trump

Di alam demokrasi, setiap orang berhak menyuarakan pendapatnya, setiap orang diberi otaritas untuk menyatakan suka atau tidak suka, setiap orang dilindungi oleh undang-undang untuk menyampaikan kritik kepada siapa pun. Termasuk terhadap kebijakan kepala negara.

Namun, kritik haruslah dilemparkan dengan cara-cara yang bijaksana dan beradab, sebab kritik bukanlah ekspresi kebencian atau kemarahan. Kritik adalah bentuk apresiatif yang lahir dari analisis yang logis dan argumentatif. Dalam lingkup politik, kritik lahir sebagai bahan evalusi, masukan, dan second opinion untuk pembaruan kebijakan yang lebih baik.

Ada banyak jalan untuk melemparkan kritik dan setiap orang punya caranya sendiri-sendiri. Begitu pula dengan Veronica Gabriela Cardenas, seorang fotografer dokumenter profesional asal Texas, dia tidak memilih untuk turun ke jalan, berorasi di depan para demonstran, atau menulis status di media sosial. Namun, dia menggunakan foto sebagai alat untuk menunjukkan kekritisannya terhadap kebijakan Donald Trump tentang imigran Amerika.

Veronica, yang menerima gelar BA dalam Seni Bahasa Universitas Texas Rio Grande Valley, Edinburg,  mendokumentasikan kehidupan para imigran gelap dalam jepretannya yang diberi judul “A Trump”. Sebuah refleksi kegundahan sekaligus kritik pedas terhadap pernyataan-pernyataan Donald Trump yang anti-imigran. Di dalam foto-fotonya itu, Veronica mencoba mengisahkan nasib para imigran gelap dan memanusiawikan kecemasan mereka yang berada di bawah bayang-bayang presiden Donald Trump.

Untuk menjaga identitas para imigran dan tidak menempatkan mereka pada posisi yang sulit, Veronica memakaikan topeng Donald Trump pada kepala mereka. Sehingga kita akan seperti menyaksikan Donald Trump sendirilah yang melakukan berbagai aktivitas keseharian dari pada imigran gelap tersebut. Selain itu topeng Donald Trump juga menjadi simbol dan metafor yang kuat sebagai pesan kritik untuk Presiden Amerika ke-45 tersebut.

Bagaimanapun juga, Veronica sebagai seorang warga dan seorang fotografer imigran merasa terpanggil untuk menyatakan sikap kritisnya terhadap pernyataan-pernyataan dan kebijakan presidennya, Donald Trump, dengan cara sendiri yang beradab dan bermartabat. (LK-07/Sumber foto: https://photogrist.com)

Baca Juga:

Tom Hanks, si Maniak Mesin Tik

17/12/2018

Noura Ebook Sale! 40% Off!

17/12/2018