bersuci dalam pikiran dengan Clear Thinking karya Shane Parrish

Bersuci dalam Pikiran dengan Clear Thinking!

Ditulis oleh Minou, Admin Noura,  

Yuk, bagikan artikel ini!

Bersuci dalam Pikiran dengan Clear Thinking!

Muhammad Rayan Bramantyo


 

Nourans pasti resah dengan orang-orang yang sumbu apinya pendek. Entah itu bos, karyawan, rekan kerja, suami, istri, anak, maupun netizen Indonesia. Nourans juga bisa merasa lelah dengan segala hambatan dari luar diri yang mengusik perkembangan dan hasrat kita sehingga impian-impian pun kerap tertunda. 

Clear Thinking: Membuat Keputusan Cerdas Setiap Hari adalah panduan primer bagi orang-orang yang mengalami kegelisahan serupa. Buku ini mengedukasi kita tentang alasan berbagai impian dan perencanaan lebih dari tiga kali gagal. Yuk, kita simak bahasan berikut! 

 

Sadar Diri > Tahu Banyak 

Clear Thinking menawarkan metode dan pembacaan yang berbeda dari buku-buku self-development pada umumnya. Ia tidak terlalu berkutat pada motivasi dan tips untuk berpikir lebih rasional belaka, melainkan refleksi dan kesadaran—didasari secara saintifik dan dari pengalaman Shane Parrish. 

Seringkali keputusan-keputusan kita mengalami hambatan dari pikiran dan keadaan tubuh yang kacau. Shane menjelaskan dengan mudah bahwa setiap harinya kita memang selalu diajak bergelut dengan alam naluriah bawah sadar. Mungkin, kita ingin memaki pegawai baru yang belum beradaptasi dan kaya akan wawasan, tetapi akan jauh lebih bijaksana bila kita alihkan dengan cara-cara yang manusiawi, seperti memberi pelatihan yang sesuai, mengajarkan mereka pelan-pelan, dan sebagainya. 

Shane memahami bahwa dorongan naluri kehewanan dalam tubuh kita merupakan sifat dasar alamiah manusia. Tubuh kita pun dilengkapi dengan permainan stimulus-respon melalui saraf dan otak kita. Namun, kendatipun proses biologis di atas tidak bisa dihapus dari tubuh kita, kita harus belajar untuk mengelola diri kita

Clear Thinking mengurai cara-cara praktis maupun metode teoritis untuk memurnikan pikiran dengan cara mengenali mana kawan-mana lawan. Lawan bisa berupa naluri liar, egoisme, tekanan sosial, hingga inersia (sifat yang menentang atau menghambat perubahan). Kawan bisa berarti kekuatan-kekuatan yang mampu melawan hal-hal di atas, seperti membangunkan kesadaran, memilih keputusan yang bijak, mengesampingkan ego, memeluk perbedaan pikiran, berani beda, percaya diri, dan lain-lain. 

Di tengah buku, Shane mengurai lebih detail mengenai mengelola kelemahan diri, yakni bagaimana “bawaan-bawaan kelemahan”—seperti lapar, kurang tidur, dan emosi—berakibat pada kompetensi dan tindakan yang tidak baik. Lingkungan kita dipenuhi distraksi, karena itu kita sulit untuk fokus dan kinerja kita kurang dari biasanya. Akhirnya, solusi terbaik adalah beraktivitas di perpustakaan, kantor, toko kopi, dan sebagainya.

“Momen yang sempurna itu tidak ada. Yang kita punya hanya momen sekarang. Berhentilah menunggu.”— Shane Parrish.

Praktis & Berdaging!

Keunggulan terbesar dari buku ini adalah sebagaimana yang diungkapkan sang penulis. Shane Parrish menulis Clear Thinking dengan dasar-dasar pengetahuan yang ia raih melalui dialog panjang dengan para tokoh besar, buku-buku keilmuan, sekaligus pengalaman personalnya. 

Shane tidak asing dengan orang-orang cerdas dan hebat seperti Charlie Munger, Bill Ackman, Annie Duke, Adam Robinson, Randall Stutman, Kat Cole, dan lainnya. Bahkan, ia bersahabat baik dengan Peter D. Kaufman yang merupakan CEO dari Glenair dan Daniel Kahneman, seorang ahli psikologi dan ekonomi yang meraih nobel sains ekonomi.

Walaupun buku ini menyimpan sari-sari keilmuan, tetapi seluruh uraiannya begitu praktis. Shane memetakan seluruh rangkaian penjelasanya dengan klasifikasi poin-poin yang mudah dipahami, sembari dibumbui dengan cerita-cerita ringan yang bisa dibaca seluruh kalangan. Tidak lupa juga, Shane menyertakan berbagai referensi kepustakaannya di akhir bagian bukunya, memperlihatkan sebagian keilmuan yang diraihnya dari buku-buku yang berdaging!

“Para juara tidak menciptakan standar keunggulan. Standar keunggulanlah yang menciptakan para juara.”— Shane Parrish.

Cocok Banget untuk Kamu yang…

  1. Ingin “cuci otak” dan tambah pintar.
  2. Ambisius, tapi susah konsisten dan sering menunda-nunda.
  3. Masih mencari mimpinya dan belum tercerahkan seribu satu inspirasi,
  4. Suka overthinking terus!
  5. Terlalu pesimis sekaligus terlalu optimis. 
  6. Pokoknya kamu, aja, deh! 

 

Baca juga: The Whole-Brain Child: 12 Strategi Revolusioner Membesarkan Anak Bahagia dan Tangguh

Kutipan Para Tokoh terkait Buku Ini:

“Buku ini bisa menjadi salah satu referensi untuk belajar mengurai berbagai kekusutan dan keberantakan benda-benda dalam pikiran kita … Berikan buku ini kepada siapa yang memerlukan pengingat bahwa bukan hanya rumah yang perlu dibereskan, tetapi pikiran juga.”
Cania Citta, founder Malaka Project.

“Saya telah membaca tulisan Shane Parrish selama bertahun-tahun. Buku ini adalah karya utamanya, hasil dari semua penelitiannya, wawancara, dan pengalaman yang akan mendatangkan keuntungan bagi semua orang.”
Ryan Holiday, penulis buku terlaris, Discipline is Destiny dan The Daily Stoic

“Meningkatkan cara kita berinteraksi, bereaksi, dan mengambil tindakan dengan lebih baik.”
Aliyah Natasya, Co-founder DNA Finance & Financial Educator

“Panduan tak tergantikan untuk membuat keputusan cerdas setiap hari.”
James Clear, penulis Atomic Habits.

cover buku Clear Thinking karya Shane Parrish

Cek langsung di nourabooks.co.id!

Dapatkan bukunya di sini

 


Referensi