Search
Close this search box.

5 Rekomendasi Buku Karya Penulis Korea Khusus Pencinta K-Drama

Ditulis oleh Minou, Admin Noura

Yuk, bagikan artikel ini!

Korea dengan segala serba-serbi dan keunikannya dapat dikatakan telah merangsek pasar dunia. Bagaimana tidak? Tren drama, musik, dan budayanya yang menjadi bagian Korean Wave ternyata begitu digemari banyak orang mulai dari remaja hingga orang tua di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Sebut saja drama Crash Landing on You yang sempat viral di kalangan ibu-ibu, atau Hospital Playlist yang selalu ditunggu-tunggu season berikutnya oleh penggemarnya. Selain itu ada juga  boy band BTS yang kepopulerannya dapat dikatakan setara dengan pemusik internasional lainnya saat ini. 

Membicarakan tren masuknya budaya Korea tidak terlepas dari literaturnya juga. Karya penulis-penulis beken asal Korea juga tidak kalah populernya, lho, dengan drama dan musiknya. Bahkan, beberapa di antaranya yang bestseller sudah diterjemahkan ke beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Permintaan pasar dunia atas buku literatur Asia memang baru-baru ini melonjak cukup pesat. Sebut saja novel Crazy Rich Asian karya Kevin Kwan atau Kim Jiyoung, Born 1982 oleh penulis Korea Cho Nam Joo, yang telah difilmkan. Masih banyak lagi judul buku lainnya yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan terlalu berharga untuk dilewatkan para penggemar literatur Asia.

Nah, kalau Anda adalah penggemar drama Korea yang juga pencinta literatur Asia, berikut ini rekomendasi buku yang akan menyuguhkan plot dan vibes ala drama Korea yang khas, mulai dari genre romance yang manis hingga thriller yang menegangkan. Let’s check it out!

 

1. To You oleh Ha Tae Woan

“Aku tak punya nyali untuk menyatakan rindu. Aku hanya berani menekan tombol ’SUKA’ di postinganmu.”To You, Ha Tae Woan

 

Dilihat dari penampakan sampulnya yang manis menggambarkan sepasang muda-mudi saling berhadapan, sekilas pembaca mungkin mengira ini adalah novel romantis remaja. Eits, tapi jangan salah. Buku ini berisi kumpulan kisah yang erat sekali dengan kehidupan anak milenial maupun Gen-Z. Tidak hanya menyajikan kisah percintaan di kehidupan sehari-hari, tapi juga tentang patah hati, masa depan, dan kritik yang membangun untuk pembaca dewasa muda. Gaya bahasa terjemahan yang santai dan kekinian, membuatnya asyik dibaca sambil menikmati minuman hangat di sore hari setelah selesai beraktivitas, maupun sekadar mengisi waktu luang. Untuk kado orang terkasih pun sangat cocok.

 

2. Heart Shaped Tears oleh Ku Hye Sun

“Bagi Sang-Sik, So ju seperti hantu, muncul dan lenyap sesukanya. Membuat Sang-Sik mencandu. Kini, dia merindu, tetapi So-Ju sepertinya tidak begitu.”Heart Shaped Tears, Ku Hye Sun

 

Pencinta drakor mana, sih, yang tidak mengenal serial Boys Before Flowers atau yang juga dikenal dengan sebutan BBF? Sempat sangat ikonik dan digemari kalangan remaja, tidak heran para aktor dan aktrisnya yang berbakat turut amat digandrungi. Tak hanya berbakat dalam dunia akting, ternyata pemeran utama wanita Geum Jan Di alias aktris Ku Hye Sun ternyata juga seorang penulis buku bestseller di Korea, lho, yaitu Heart Shaped Tears. Karena banyak diminati, akhirnya novel ini pun terbit di Indonesia dengan versi terjemahan. Heart Shaped Tears menceritakan sebuah kisah cinta yang rumit antara So-Ju dan Sang-Sik. Karakter tokoh utama yang saling bertolak belakang dan memiliki keunikannya masing-masing membuat novel ini layak dimilki oleh pencinta drakor romantis. Jangan lupa siapkan tisu sebelum membacanya, ya!

 

3. Crying Doesn’t Change a Thing oleh Park Joon

“Mungkin hal yang paling kurindukan bukanlah dirimu yang dulu kucintai, melainkan aku, yang dulu mencintaimu sepenuh hati.”Crying Doesn’t Change a Thing, Park Joon

 

Tidak tanggung-tanggung, kumpulan prosa karangan penulis Park Joon ini telah menyabet tiga penghargaan sekaligus, lho. Sempat muncul di drama Korea TVN berjudul Because This Is My First Life yang tayang pada 2017 lalu, menambah daftar prestise yang diterima oleh buku bestseller ini. Park Joon sendiri adalah penulis pemenang penghargan Today’s Young Artist Award 2017 kategori Literatur dan telah dikenal dari buku karya sebelumnya yang berjudul I Fed Myself with Your Name. Dipenuhi dengan prosa dan puisi yang membangkitkan kenangan lama tentang perasaan dan cinta, Crying Doesn’t Change a Thing dijamin dapat menyentuh hati pembaca hingga meneteskan air mata. 

 

4. But I still Love You dan For The Never Ending Moment oleh Choye Youn (Coniglio)

“Ada hal yang membuatmu sedih…? Kemarilah, biar kepeluk erat dirimu.”But I Still Love You, Choye Youn

Ada kalanya kita menitikkan air mata hanya karena hal sepele. Tidak apa-apa, kau boleh menangis pada momen seperti itu. Aku berada di sampingmu.”For The Never Ending Moment, Choye Youn

 

Kedua buku karya Choye Youn, penulis yang juga dikenal dengan nama pena Coniglio ini sudah mendapat 10 juta pembaca di aplikasi Grafolio. Dilengkapi ilustrasi imut seorang gadis kecil berpipi chubby dan temannya, seekor kelinci putih, kedua buku ini akan membuat para pembaca bernostalgia ke masa lalu. Kedua tokoh ini pastinya menambah kesan hangat buku dan menjadi daya tarik tersendiri yang merupakan gaya khas Coniglio. Masih berkutat seputar nostalgia, kedua buku ini terinspirasi dari masa kanak-kanak dan pengalaman masa kecil yang tentunya pernah dilalui oleh setiap orang. Ditambah dengan warna-warna pastel yang ceria dan detail tiap gambar yang mencerminkan setiap cerita. Jika hari Anda muram dan sepi, membaca kedua buku ini akan sangat cocok untuk memperbaiki suasana mood hati. 

 

5. The Plotters oleh Un Su Kim

“Aku Reseng. Pembunuh bayaran. Hanya menghabisi orang lain sesuai perintah. Pilih saja caranya.Yang cepat tanpa rasa sakit? Atau perlahan, penuh siksaan?”The Plotters, Un Su Kim

 

Ingin sejenak merasakan sensasi tegangnya drama thriller ala drama Voice yang dibintangi Kim Jae-Wook dalam bacaan Anda? Kalau begitu, The Plotters dijamin tepat dijadikan pilihan. Karakter utamanya adalah Reseng, pria bertampang good-looking berusia 32 tahun yang bekerja sebagai pembunuh bayaran. Bekerja tanpa perasaan, Reseng siap menerima berbagai tawaran untuk membunuh sesuai kemauan The Plotters, para otak di balik sebuah pembunuhan berencana. Tidak hanya menawarkan skenario cerita yang penuh ketegangan, tetapi The Plotters juga banyak memberikan pesan kemanusiaan yang disampaikan untuk pembaca. Bagaimana kelanjutan cerita Reseng dan pekerjaannya yang tidak biasa itu? Langsung saja temukan jawabannya di novel bestseller ini. 

 

Nah, itu dia kelima buku karya penulis Korea yang siap menemani Anda di waktu luang dan santai. Jangan sampai kelewatan kisah-kisah dari para penulis Korea ini yang pastinya berharga untuk menambah koleksi bacaan si pecinta drama Korea.