loader image

Buku Satu

The Hidden Oracle

Apollo tidak pernah merasa seterhina ini selama empat ribu tahun kehidupannya!

Semua orang mengenalnya sebagai dewa paling tampan, paling berbakat, dan paling populer. Namun, kini wujudnya yang mengagumkan berubah menjadi sesosok remaja culun berambut keriting, dengan muka berjerawat dan perut menggelambir bernama Lester Papadopoulos!

Sang Dewa Musik tidak lagi memiliki satu kekuatan dewata pun dan tanpa sengaja malah membuat dirinya terikat menjadi pesuruh seorang demigod remaja bernama Meg.

Siapa yang membuat Apollo dikutuk menjadi manusia fana dan berakhir di dalam salah satu tong sampah di New York? Apa yang harus dia lakukan demi mendapatkan kembali wujud dewatanya dan pulang ke Olympus?

Buku Dua

The Dark Prophecy

Dikhianati sahabat, tidak memiliki kemampuan dewata, dan masih harus menyelamatkan dunia. Oh, betapa Apollo benci menjadi manusia fana!

Apollo kembali terjun ke petualangan seru dan menghadapi musuh yang tidak disangka-sangka. Bukan hanya harus bersusah payah menjaga dirinya dan teman-temannya agar tetap hidup, dia juga harus menghadapi masa lalu yang selam aini menghantuinya. Seseorang yang dulu dia sayangi dan kemudian dia khianati, kini muncul kembali untuk menuntut balas dan menginginkan Apollo mati.

Bersama Leo, sang pakar mesin dengan tubuh tahan api, dan Calypso, sang nymph yang telah kehilangan kemampuan sihirnya. Apollo berjuang untuk menemukan Oracle paling berbahaya. Bukan saja demi menyelesaikan misi agar Apollo bisa kembali menjadi dewa, tapi juga mencegah para kaisar Romawi yang berencana menguasai dunia.

Buku Tiga

The Burning Maze

Lagi-lagi kaisar jahat. Apollo bosan (ketakutan juga, sebenarnya). Dia harus menyelamatkan Oracle ketiga yang disekap dalam kepungan Labirin Api yang membara dengan bantuan Grover, satir kesayangan Percy Jackson, serta Meg, majikan Apollo kini. Ya, tentu saja ada banyak rintangan. Dan tidak ada yang lebih membuat Apollo gemetar daripada menghadapi si Kuda milik kaisar terkejam dalam sejarah. Kuda gagah yang bisa bicara, luar biasa pintar, dan sama liciknya dengan sang Tuan.

Ini pertarungan untuk memperebutkan tampuk kekuasaan di antara tiga dewata: sang Titan mantan Dewa Matahari; Apollo, Dewa Matahari yang untuk sementara dikutuk jadi manusia; dan kaisar gila yang berambisi ingin menjadi Dewa Matahari Baru. Apollo babak belur, tetapi Zeus tetap tidak berbelas kasihan, jadi Apollo terus saja melempar panah, coba-coba bernyanyi untuk meminta pertolongan, dan berharap mereka diselamatkan seorang pahlawan.

Dan berani-beraninya si Oracle memberinya teka-teki padahal ini masalah hidup dan mati! Benar-benar tidak berperikedewaan!

Buku Empat

The Tyrant's Tomb

Perut bergelambir Apollo digigit mayat hidup—dia akan segera menjadi zombi! Lebih parah lagi, dua kaisar gila mengerahkan musuh-musuh Apollo untuk menyerangnya. Orang-orang yang ingin menuntut balas karena dulu secara asal dikutuk sang dewa musik hanya karena dia mampu melakukannya. Padahal, sekarang Apollo sudah lumayan bertobat. Dia bahkan tidak mau-mau amat kembali jadi dewa.

Hanya itu? Mana mungkin! Roma di ambang kehancuran, Perkemahan Jupiter masih terancam bahaya maha mengerikan, belum lagi dewa bisu yang mampu membunuh dalam keheningan. Jika ingin mendapat bala bantuan, mereka harus mengurbankan seorang dewa! Dasar ramalan gila!

Yang terburuk dari segalanya, Apollo coba-coba menyatakan cinta, tetapi malah dibalas tawa! HAHAHA!

Buku Lima

The Tower of Nero

Dewa Apollo, yang masih berada dalam wujud menyedihkan remaja bernama Lester, kini harus mengikuti ramalan yang ditemukan oleh Ella si harpy. Tantangan terakhir Lester sudah menunggu di Menara Nero, New York. Inikah saatnya bagi Apollo untuk menghadapi musuh abadinya, Python? Sanggupkah Meg bertarung dengan “ayah”-nya? Dan, siapakah yang akan maju untuk melindungi Perkemahan Blasteran?
Semua pertanyaan akan mendapatkan jawabannya dalam seri terakhir The Trials of Apollo ini.