Seni menyikapi hidup karya Fahruddin Faiz tentang ketenangan batin

Seni Menyikapi Hidup: Menemukan Damai dalam Hiruk-Pikuk Zaman

Ditulis oleh Minou, Admin Noura, 10/01/2026 

Yuk, bagikan artikel ini!

Seni Menyikapi Hidup: Menemukan Damai dalam Hiruk-Pikuk Zaman

 

Nourans, pernahkah kalian merasa dunia berjalan terlalu cepat, sementara hati kita tertinggal di belakang?

Dalam dunia yang sibuk dan penuh distraksi ini, sering kali kita lupa cara menyikapi hidup dengan tenang. Kita mengejar pencapaian tanpa arah, merasa lelah namun tidak tahu sebabnya. Di titik inilah, kita membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dan bertanya: Apa arti hidup ini sebenarnya? Buku “Seni Menyikapi Hidup” karya Fahruddin Faiz hadir sebagai panduan reflektif yang menyentuh jiwa, mengajak kita melampaui diri sendiri menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Melampaui Diri, Menemukan Makna

Fahruddin Faiz bukan hanya penulis, tapi juga seorang pemikir dan dosen filsafat Islam yang mendalam. Dalam buku ini, beliau memadukan kearifan para tokoh dunia seperti Erich Fromm, Epicurus, Gandhi, hingga Syaikh Ibnul Jauzi dan Buya Hamka, untuk menyajikan narasi kehidupan yang lembut namun menggelitik kesadaran kita.

Menurut beliau, seni menyikapi hidup bukanlah tentang menghindari kesulitan, tetapi menerima hidup apa adanya—dengan luka, kecewa, harapan, dan haru. Justru dalam kesabaran itulah kita tumbuh. Seperti dikatakan, “Kesabaran sejati adalah menanggung penderitaan tanpa mengalihkannya menjadi keburukan.” Kalimat yang sederhana, namun dalam sekali maknanya.

Mengelola Hati di Tengah Kebisingan

Salah satu kelebihan buku ini adalah bagaimana penulis membimbing kita untuk menjaga pandangan dan hati, bukan hanya dari hal yang haram, tapi juga dari informasi tidak penting yang bisa merusak jiwa. Di zaman banjir informasi seperti sekarang, menjaga hati adalah jihad tersendiri.

Buku ini menyampaikan bahwa ketenangan bukan hasil dari dunia yang tenang, tetapi dari kemampuan kita merespons dunia yang gaduh. “Jika kamu ingin membahagiakan seseorang, jangan menambah kekayaannya, tetapi kurangi keinginannya,” begitu kata Epicurus yang dikutip di dalamnya. Filosofi sederhana, tapi sering kita abaikan.

Membentuk Diri, Bukan Menunggu Terbentuk

Dalam hidup, kita tak bisa hanya menunggu untuk menjadi seseorang. Kita harus aktif membentuk diri. Fahruddin Faiz menulis, “Seseorang tidak boleh menunggu dirinya terbentuk, tetapi harus membentuk dirinya sendiri.” Refleksi ini penting, terutama bagi kita yang sedang merasa tersesat atau stagnan. Hidup tidak selalu tentang hasil, tapi proses menjadi.

Selain itu, ajaran Ibnul Jauzi pun mengingatkan kita bahwa dunia ini fana, dan satu-satunya bekal abadi adalah amal dan kesadaran akan akhirat. Maka, alih-alih meratapi kenyataan, kita bisa belajar menerima, memaafkan, dan terus melakukan kebaikan—sekecil apa pun bentuknya.

Baca juga: Mengenal Tuhan dalam Diam: Belajar Iman dari Emha Ainun Nadjib

Keseimbangan Antara Jiwa dan Dunia

Seni Menyikapi Hidup buku Fahruddin FaizBuku ini tidak mengajak kita untuk menghindari dunia, tetapi mengelola hubungan dengan dunia secara seimbang. Ada banyak kutipan yang menyentuh, seperti dari Gandhi: “Anda dapat merantai saya, menyiksa saya, bahkan menghancurkan tubuh ini. Tetapi Anda tidak akan pernah dapat memenjarakan pikiran saya.” Sebuah ajakan untuk membebaskan jiwa dari belenggu duniawi.

Fahruddin Faiz juga menekankan pentingnya mengenali empat jenis ayat Allah: ayat qauliyah (Al-Qur’an), ayat kauniyah (alam semesta), ayat nafsiyah (diri manusia), dan ayat tarikhiyah (sejarah). Dari sini, kita belajar bahwa hidup adalah ruang kontemplasi dan pertumbuhan yang tak pernah selesai.

Buku Seni Menyikapi Hidup bukan sekadar bacaan, tapi sahabat sunyi yang bisa menemani kalian saat dunia terasa terlalu riuh. Ia mengajak kita untuk tenang tanpa menyerah, sabar tanpa putus asa, dan percaya bahwa hidup, dengan segala rasanya, tetap layak dijalani dengan sepenuh hati.

Pada akhirnya, seni menyikapi hidup bukan tentang mengubah dunia agar sesuai keinginan kita, tetapi mengolah batin agar tetap tenang menghadapi dunia apa adanya.

📖 Temukan Seni Menyikapi Hidup dan buku-buku inspiratif Islam lainnya hanya di nourabooks.co.id. Jadikan buku ini bagian dari perjalanan spiritualmu menuju versi terbaik dari dirimu.

[ Beli bukunya di sini ]

 

 


Referensi