Back Cover
Look Inside

Tujuh Mualaf yang Mengharumkan Islam

“Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di Eropa dan Amerika Serikat.”

New York Times

 

SALAH seorang keturunan mantan kepala Wihara Nawbaha itu berhasil lolos dari pembantaian. Ia seorang pria muda, yang dilarikan ibunya ke Kashmir. Di sana ia diberi pelatihan dan pembelajaran seputar ilmu kedokteran, otonomi, dan ilmu-ilmu lain.  Pemuda yang beruntung itu adalah Al-Barmark, yang nantinya berperan penting mengibarkan kejayaan Islam kali kedua, di Balkh  (بلخ), kota kuno yang dulu berada di bawah naungan Kekaisaran Persia.

Kisah Al-Barmak merupakan salah satu saja dari kisah perpindahan agama para tokoh besar dalam sejarah Islam. Berturutan setelah Al-Barmak masih ada Berke Khan, Zaganos Pasha, Ibrahim Müteferrika, Alexander Russel Webb, Malcolm X, dan Muhammad Marmaduke Pickthall. Riwayat mereka bertalian erat dengan nukilan dari New York Times di atas, yang kami temukan dalam buku The Sun is Rising in The West: New Muslims Tell about Their Journey to Islam, karya Muzaffar Haleem dan Betty (Batul) Bowman. Itulah fakta tak terbantah dunia hari ini.

Ajaran Islam warisan Muhammad Saw. telah menjadi agama dengan penganut terbesar di planet biru kita. Pada 2013, jumlahnya mencapai kurang lebih 22 persen dari 7 miliar jiwa penduduk dunia. Pertumbuhan Islam itu, harus diakui banyak disumbang dari proses perpindahan iman (mualaf) yang mulai marak pascatragedi 9/11 di Amerika. Apa dan bagaimana sejatinya yang terjadi pada mereka para penyintas iman tersebut? Kenapa mereka memilih Islam? Latar apa yang sebelumnya mereka alami dan rasakan? Buku ini menyajikan jawabannya secara lugas.

Not available POST

“Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di Eropa dan Amerika Serikat.”

New York Times

 

SALAH seorang keturunan mantan kepala Wihara Nawbaha itu berhasil lolos dari pembantaian. Ia seorang pria muda, yang dilarikan ibunya ke Kashmir. Di sana ia diberi pelatihan dan pembelajaran seputar ilmu kedokteran, otonomi, dan ilmu-ilmu lain.  Pemuda yang beruntung itu adalah Al-Barmark, yang nantinya berperan penting mengibarkan kejayaan Islam kali kedua, di Balkh  (بلخ), kota kuno yang dulu berada di bawah naungan Kekaisaran Persia.

Kisah Al-Barmak merupakan salah satu saja dari kisah perpindahan agama para tokoh besar dalam sejarah Islam. Berturutan setelah Al-Barmak masih ada Berke Khan, Zaganos Pasha, Ibrahim Müteferrika, Alexander Russel Webb, Malcolm X, dan Muhammad Marmaduke Pickthall. Riwayat mereka bertalian erat dengan nukilan dari New York Times di atas, yang kami temukan dalam buku The Sun is Rising in The West: New Muslims Tell about Their Journey to Islam, karya Muzaffar Haleem dan Betty (Batul) Bowman. Itulah fakta tak terbantah dunia hari ini.

Ajaran Islam warisan Muhammad Saw. telah menjadi agama dengan penganut terbesar di planet biru kita. Pada 2013, jumlahnya mencapai kurang lebih 22 persen dari 7 miliar jiwa penduduk dunia. Pertumbuhan Islam itu, harus diakui banyak disumbang dari proses perpindahan iman (mualaf) yang mulai marak pascatragedi 9/11 di Amerika. Apa dan bagaimana sejatinya yang terjadi pada mereka para penyintas iman tersebut? Kenapa mereka memilih Islam? Latar apa yang sebelumnya mereka alami dan rasakan? Buku ini menyajikan jawabannya secara lugas.

Weight1 kg
Weight1 kg
Penulis

Tofik Pram

Kode buku

NA-094

Penerbit

Noura Books

ISBN

978-602-0989-38-9

Penyunting

Kahfi Dirga Cahya

Kategori

Islam Populer

Harga

Rp 39.000

Format

13 x 20 cm

Jumlah halaman

212 hlm

Jenis Kertas Isi

Bookpaper 55 gr/BW 1/1

Jenis Kertas Sampul

SC, AC 230

Finishing cover

doff, spot uv, Emboss

Author

Tofik Pram

Publisher

Noura Publishing

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Tujuh Mualaf yang Mengharumkan Islam”