Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf dari Rumi
Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf dari Rumi
Back Cover
Look Inside

Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf dari Rumi

Milik sufi bukan sekadar huruf dan tinta,
tapi hati putih penaka salju.
Milik cendekiawan adalah
jejak-jejak pena.
Apakah milik sufi?
Jejak-jejak kaki.
Rumi bukanlah seorang penulis ‘irfân seperti Ibn ‘Arabi—yang menulis puluhan jilid buku. Karya utama Rumi adalah Matsnawi, kumpulan puisi, yang darinya kutipan-kutipan dalam buku ini diambil. Namun, justru karena efisiensi dari medium puisi ini, Rumi bisa mengungkapkan apa yang diungkapkan dalam berjilid-jilid buku oleh seorang arif seperti Ibn ‘Arabi, ke dalam puisi-puisi yang relatif jauh lebih pendek.

Dalam buku ini, Haidar Bagir, menjelaskan secara ringkas, populer, dan sistematis prinsip-prinsip tasawuf melalui keindahan puisi-puisi Rumi.

Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf dari Rumi

Mengapa Beyonce Menamai Anaknya Rumi?: Jalaluddin Rumi di Mata Pesohor Dunia

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al-Khattabi al-Bakri bukan hanya simbol cinta, tetapi dia adalah cinta itu sendiri. Dan jika,

Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf dari Rumi

Chris Martin, Madonna, dan Syair Rumi

Bertahun lalu, ketika personal grup Coldplay, Chris Martin sedang dalam masa galau yang parah karena menghadapi perceraian dengan aktris Gwyneth

Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf dari Rumi

Mengaji Hikmah dan Kearifan Rumi

Dalam tradisi sufi, nama Maulana Jalaluddin Rumi adalah samudera tak bertepi. Ia menjadi tonggak spritualitas sekaligus pengetahuan kaum sufi yang

Milik sufi bukan sekadar huruf dan tinta,
tapi hati putih penaka salju.
Milik cendekiawan adalah
jejak-jejak pena.
Apakah milik sufi?
Jejak-jejak kaki.

Rumi bukanlah seorang penulis ‘irfân seperti Ibn ‘Arabi—yang menulis puluhan jilid buku. Karya utama Rumi adalah Matsnawi, kumpulan puisi, yang darinya kutipan-kutipan dalam buku ini diambil. Namun, justru karena efisiensi dari medium puisi ini, Rumi bisa mengungkapkan apa yang diungkapkan dalam berjilid-jilid buku oleh seorang arif seperti Ibn ‘Arabi, ke dalam puisi-puisi yang relatif jauh lebih pendek.

Dalam buku ini, Haidar Bagir, menjelaskan secara ringkas, populer, dan sistematis prinsip-prinsip tasawuf melalui keindahan puisi-puisi Rumi.

Keunggulan Buku:
– Ditulis oleh ahli di bidang tasawuf, Dr. Haidar Bagir.
– Bahasa mudah dipahami pembaca.

Bulan Terbit

Januari 2019

Kode buku

NA-195

Ukuran

12 x18 cm

ISBN

978-602-385-608-4

Jumlah halaman

252

Penyunting

Azam Bahtiar

Jenis Kertas Isi

Book Paper 55 gr, 2/2 Hitam + TC 0705

Jenis Kertas Sampul

Art Carton 230 gr, SC, FC 4/0, glossy, embosse, edging

Author

Haidar Bagir

Publisher

Noura Publishing