Search
Close this search box.

Pola Asuh Zaman Dulu vs. Zaman Now: Apakah yang Terdahulu Pasti yang Terbaik?

Ditulis oleh Minou, Admin Noura

Yuk, bagikan artikel ini!

Saat pertama kali menjadi orangtua, tak ada blueprint yang bisa dijadikan acuan tepat dalam mendidik si Buah Hati. Akhirnya, orangtua pun memilih untuk mengikuti apa yang menjadi tradisi, tanpa menimbang mana yang sudah tak relevan untuk diterapkan.

 

Padahal, seiring dengan perkembangan zaman, ada banyak hal yang perlu disesuaikan dengan kondisi terkini. Seperti adanya perubahan akibat pengaruh lingkungan, pengetahuan, teknologi, dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa gaya pengasuhan zaman dulu dan potensi dampak negatifnya pada masa mendatang:

 

Melatih Kedisiplinan dengan Hukuman Fisik

Hukuman fisik menjadi konsekuensi apabila anak tak menaati aturan. Pola asuh ini diterapkan dengan harapan, sang anak dapat tumbuh disiplin dan bermental baja. Namun, potensi dampak dari pola asuh tersebut ialah rasa takut dan cemas berlebih saat menghadapi sosok atau situasi yang serupa pada masa mendatang.

 

 

Menuntut Anak untuk Mandiri Sedini Mungkin

Mendidik anak untuk jadi pribadi yang mandiri sejak dini memang baik. Mereka mungkin sudah terlatih untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun, anak yang dididik dengan gaya pengasuhan ini cenderung mengalami kesulitan dalam meminta bantuan.

 

Terbatas dalam Mengekspresikan Emosi dan Perasaan

Orangtua zaman dulu cenderung tidak mendorong anak untuk mengekspresikan emosi dan berbicara secara terbuka tentang perasaan. Dampak yang dirasakan pada anak ialah mengalami kesulitan dalam mengelola dan berkomunikasi tentang emosi mereka.

 

Menekankan pada Hasil, Bukan Proses

Prestasi dianggap sebagai kewajiban seorang anak. Orangtua cenderung menuntut anak untuk bekerja keras demi mendapat hasil yang maksimal. Gaya pengasuhan ini akan membentuk anak menjadi pribadi yang tidak menghargai proses dan terlalu keras dengan dirinya sendiri.

 

Kesimpulannya, penting bagi orangtua untuk memahami pendekatan yang seimbang, yaitu dengan memadukan nilai-nilai positif dari gaya pengasuhan zaman dulu dengan kebutuhan anak-anak zaman now. Hal ini dapat membantu Ayah-Bunda menciptakan komunikasi yang efektif, serta hubungan yang sehat dan tak berjarak antara orangtua dan anak.

 

Buku terbaru dari Ayah Edy hadir untuk menemani para orangtua dalam mengolah rasa, hati, dan pikiran saat menjalani proses pendampingan anak-anak zaman now.

 

Dapatkan “Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah Diatur?” di Mizanstore Official!