Kenalan dengan Coniglio, Ilustrator Korea Kenamaan

Sebarkan kebaikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Coniglio adalah seorang ilustrator dan penulis berusia 32 tahun asal Korea Selatan. Namanya mulai dikenal setelah ia mengunggah karya-karyanya ke situs Grafolio, sebuah platform konten kreatif yang digunakan ilustrator Korea lainnya seperti Puuung. Karya Coniglio telah dibaca lebih dari 10 juta kali di situs tersebut. Ilustrasinya memiliki ciri khas warna yang hangat dan menenangkan, dengan tokoh utama seorang gadis kecil berpipi tembam dan seekor kelinci putih. Pemilik nama asli Chohye Youn ini juga telah menerbitkan buku yang berisi ilustrasi kedua karakter tersebut dan tulisan pendek, yaitu But I Still Love You dan For the Never Ending Moment.

Baru-baru ini, Noura mengadakan wawancara dengan Coniglio via email. Beberapa pembaca Noura yang beruntung mendapat kesempatan untuk menitipkan pertanyaan mereka. Coniglio senang sekali menjawab semua pertanyaan yang dikirimkan. Bahkan, ia juga memberikan bonus ilustrasi spesial untuk para pembacanya di Indonesia. Yuk, simak wawancaranya di bawah ini!

Q: Apa arti nama Coniglio dan kenapa menggunakannya sebagai nama pena?

A: Coniglio artinya ‘kelinci’ dalam bahasa Italia. Kelinci adalah hewan favorit saya, dan saya pernah tinggal di Italia, jadi saya memilih Coniglio sebagai nama pena saya.

Q: Kapan Coniglio mulai belajar menggambar?

A: Saya ingat, saya selalu senang menggambar bahkan sejak saya kecil. Namun, saya mulai menggambar secara profesional ketika saya berusia 15 tahun. Saat itu saya mulai belajar di sekolah seni swasta.

Q: Apakah di Korea banyak sekolah khusus untuk ilustrator dan penulis?

A: Ada banyak sekolah dan universitas di Korea untuk belajar ilustrasi dan menulis. Saya rasa ilustrasi, terutama, adalah bagian terpenting dari studi seni visual.

Q: Apakah cita-cita Coniglio semasa kecil adalah menjadi penulis dan ilustrator?

A: Dulu saya membayangkan ingin menjadi seorang seniman, tetapi itu hanya salah satu dari banyak cita-cita saya. Saya tidak pernah berpikir akan bisa menggambar secara profesional.

Q:  Bagaimana proses kreatif Coniglio dalam pembuatan buku But I Still Love You dan For the Never Ending Moment?

A: Ilustrasi saya pada dasarnya terinspirasi dari kenangan masa kecil dan kehidupan sehari-hari saya. Karena itu, ilustrasi dalam buku-buku saya dapat dinarasikan dengan berbagai tema, contohnya tema musim, atau perasaan. Jadi, saya bisa menyelesaikan kedua buku tersebut dengan cara membaginya menjadi bagian-bagian yang berbeda, dengan banyak ilustrasi dan tulisan pendek saya. 

Q: Apa alasan Coniglio memilih anak kecil dan kelinci sebagai tokoh utama dalam karya-karyanya?

A: Saya memilih tokoh gadis kecil untuk melambangkan masa kecil saya. Sedangkan si kelinci adalah sahabatnya, karena kelinci adalah binatang favorit saya.

Q: Kenapa ilustrasi yang dibuat oleh Coniglio selalu menghadap belakang atau samping?

A: Dulunya, saya menggambar tokoh-tokoh tersebut dengan wajah yang terlihat. Tapi kemudian saya merasa akan lebih menarik jika saya tidak menunjukkan wajah mereka, agar pembaca bisa menebak sendiri seperti apa wajahnya.

Q: Bagaimana cara Coniglio menuangkan imajinasi yang ada di dalam pikiran ke dalam sebuah karya?

A: Sering kali saya menggambar sketsa kasar dulu sebelum membuat ilustrasi yang lebih detail. Saya tambahkan deskripsi sederhana, agar saya bisa membuat karya yang lebih sesuai dengan keinginan saya.

Q: Bagaimana cara membuat art book seperti Coniglio?

A: Seperti buku pada umumnya yang membutuhkan cerita di dalamnya, art book pun harus ada isinya, yaitu hasil karya seni yang banyak, dan tentunya cerita juga. Setelah konten bukunya cukup, Anda bisa mencoba mengontak penerbit buku. Namun, Anda juga bisa menerbitkan buku sendiri menggunaan platform pendanaan.

Q: Siapa ilustrator favorit Coniglio?

A: Banyak sekali. Namun, kalau harus memilih, Jean-Jacques Sempé. Ia adalah seorang ilusrator Prancis yang terkenal dengan karyanya Le Petit Nicolas. Saya juga menyukai Dick Bruna, ilustrator asal Belanda yang menciptakan karakter Miffy.

Q: Apa buku favorit Coniglio?

A: Please Look After Mom karya Kyung-sook Shin dan Dance on My Grave karya Aidan Chambers.

Q: Apakah Coniglio suka menonton drama Korea?

A: Saya tidak terlalu sering menonton drama Korea, karena saya tahu itu bisa membuat kita ketagihan! Dulu saya sangat menyukai Answer Me 1988.

Q: Apa film favorit Coniglio sepanjang masa?

A: Saya bisa menonton semua film dalam seri The Lord of the Rings berkali-kali!

Q: Apa warna kesukaan Coniglio?

A: Warna kesukaan saya adalah biru, tapi kalau untuk pakaian saya suka warna hitam.

Q: Karakter gambar Coniglio itu sangat khas. Apakah ingin dibuat versi webtoon atau komiknya?

A: Kadang saya membayangkan hal itu, tetapi saya tidak terpikir untuk mencobanya dengan lebih serius. Itu bisa jadi proyek ‘jangka panjang’ saya suatu hari nanti.

Q: Apa rencana Coniglio untuk karya selanjutnya?

A: Saya berencana untuk membuat buku ilustrasi baru yang terinspirasi dari kehidupan saya di Italia.

Q: Apa keinginan Conigllio yang masih belum tercapai?

A: Sebagai seorang ilustrator, saya memiliki banyak cita-cita. Suatu hari nanti saya ingin mengadakan pameran di negara-negara lain. Saya juga ingin menulis buku anak dengan cerita karya saya sendiri.

Q: Apa pesan Coniglio untuk pembacanya di Indonesia yang harus terus di rumah saja selama masa pandemi?

A: Kita tetap dapat terhubung melalui buku dan seni walaupun kita saling berjauhan. Ini sungguh hal yang menyenangkan dan luar biasa. Masa sulit ini pada akhirnya akan membuat kita lebih kuat. Ayo kita membaca dan bermimpi bersama! 🙂


Sebarkan kebaikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kurikulum Berbasis Kebahagiaan

15/05/2020

Siap Maraton Serial Percy Jackson di Disney Plus?

15/05/2020