loader image

Sang Musafir: Novel Perjalanan Spiritual Ibn ‘Arabi

[pwb-brand product_id="" as_link="true"]

Kabar itu sungguh menggelisahkan Sang Filsuf—Ibn Rusyd. Mimpi mistikal yang dialami pemuda 19 tahun itu jadi buah bibir di Seville, meluas hingga ke Fez di Maroko. Lalu, harapan Sang Filsuf merekah saat pemuda yang lebih senang menjadi musafir itu mengunjunginya. Namun malang bagi Sang Filsuf, usai Pertemuan Agung tersebut, ia justru menanggung derita kesedihan—galaba—tak terperi. Sang Musafir membenamkan pencapaian falsafahnya hanya dengan tiga kata, “Ya,” “Ya,” dan “Tidak.”

Jadi, itu sajakah?

Bagi penjelajah mistik Islam, novel ini menyuguhkan secara gamblang visi Ibn ‘Arabi—Sang Musafir yang lebih dikenal sebagai Syaikh Al-Akbar—tentang perjalanan spiritualnya mencapai kematangan ruhani menjadi Al-Insan Al-Kamil (Manusia Sempurna). Seolah kita mengikuti perjalanan Sang Syaikh ke Maroko, Tunisia, Mesir, Damaskus, Baghdad, Makkah, Madinah, Malatya, dan Konya; “mengunjungi” para sufi besar Islam sekelas Mansyur Al-Hallaj, Rabiah Al-Adawiyyah, Hasan Al-Bashri, Bayazid Al-Bastami, Uways Al-Qarni, Bahauddin Walad, dan Rumi.

Karya ini juga mengajak kita merasakan dari jarak dekat bagaimana Ibn ‘Arabi menjalani hidupnya selama beberapa tahun, demi melayani Fatimah binti Ibnu Al-Muthanna, sufi perempuan paling terkenal di Andalusia.

Category

Deskripsi

Kabar itu sungguh menggelisahkan Sang Filsuf—Ibn Rusyd. Mimpi mistikal yang dialami pemuda 19 tahun itu jadi buah bibir di Seville, meluas hingga ke Fez di Maroko. Lalu, harapan Sang Filsuf merekah saat pemuda yang lebih senang menjadi musafir itu mengunjunginya. Namun malang bagi Sang Filsuf, usai Pertemuan Agung tersebut, ia justru menanggung derita kesedihan—galaba—tak terperi. Sang Musafir membenamkan pencapaian falsafahnya hanya dengan tiga kata, “Ya,” “Ya,” dan “Tidak.”

Jadi, itu sajakah?

Bagi penjelajah mistik Islam, novel ini menyuguhkan secara gamblang visi Ibn ‘Arabi—Sang Musafir yang lebih dikenal sebagai Syaikh Al-Akbar—tentang perjalanan spiritualnya mencapai kematangan ruhani menjadi Al-Insan Al-Kamil (Manusia Sempurna). Seolah kita mengikuti perjalanan Sang Syaikh ke Maroko, Tunisia, Mesir, Damaskus, Baghdad, Makkah, Madinah, Malatya, dan Konya; “mengunjungi” para sufi besar Islam sekelas Mansyur Al-Hallaj, Rabiah Al-Adawiyyah, Hasan Al-Bashri, Bayazid Al-Bastami, Uways Al-Qarni, Bahauddin Walad, dan Rumi.

Karya ini juga mengajak kita merasakan dari jarak dekat bagaimana Ibn ‘Arabi menjalani hidupnya selama beberapa tahun, demi melayani Fatimah binti Ibnu Al-Muthanna, sufi perempuan paling terkenal di Andalusia.

Informasi Tambahan

Berat 1 kg
Penulis

Sadık Yalsızuçanlar

Kode buku

NA-077

Penerbit

Noura Books/Mizan

ISBN

978-602-0989-32-7

Penyunting

Putro Nugroho

Penerjemah

Inge Suhono

Kategori

Novel

Harga

59000

Format

14 x 21 cm

Jumlah halaman

332 hlm

Jenis Kertas Isi

Bookpaper 55 gr

Jenis Kertas Sampul

dof spot uv emboss