Curiosity House: Kolaborasi Ciamik Ayah-Anak Menulis Buku

Terlahir di Queens dan besar di Westchester (New York), Lauren Oliver ternyata sudah mulai menulis sejak masih kecil. Hal ini tak lepas dari pengaruh kedua orangtuanya yang sama-sama profesor di bidang sastra. Tidak sekadar membacakan cerita seperti kebanyakan orangtua lain, kedua orangtua Lauren juga membahas puisi dan sastra saat sedang berkumpul di meja makan lho! Mereka juga mendidik Lauren dan saudarinya untuk terbiasa berimajinasi sejak kecil, dari belajar mengarang cerita, menggambar, melukis, bahkan menari dengan kostum.

Sumber foto: The Independent

Setelah bisa membaca, kemampuan Lauren dalam berimajinasi pun semakin terasah dengan adanya tumpukan buku-buku di rumahnya. Bukan hanya suka membaca, Lauren juga suka menulis cerita. Awalnya memang hanya fan fiction dari cerita-cerita kesukaannya, tapi lama-kelamaan Lauren memutuskan untuk menulis ceritanya sendiri.

Setelah menyelesaikan kuliah filsafat dan sastra di University of Chicago, Lauren kembali ke New York untuk melanjutkan studinya di bidang penulisan kreatif (Master of Fine Arts in Creative Writing) sambil memulai kariernya di Razorbill. Razorbill adalah salah satu lini Young Adult di bawah Penguin Books yang dikenal lewat terbitan populernya, Thirteen Reasons Why (Jay Asher) dan An Ember in The Ashes (Sabaa Tahir). Tampaknya, lingkungan kerja saat itulah yang mendukung Lauren untuk mulai menulis novel debutnya yang berjudul Before I Fall (2010).

Kecintaan Lauren pada dunia sastra seolah tidak ada batasnya. Sebelum novel pertamanya diterbitkan, Lauren memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai asisten editor dan mendirikan sebuah perusahaan inkubator di bidang sastra (Glasstown Entertainment) bersama Lexa Hillyer, rekan editornya di Razorbill.

Sejak menjadi penulis purnawaktu di tahun 2009 lalu, Lauren sudah menulis belasan novel dengan genre yang bervariatif, dari epik distopia untuk remaja hingga kisah fantasi untuk anak-anak. Karena itu, tidak heran kalau penggemar karya-karyanya berasal dari berbagai kalangan —termasuk Malia Ann dan Sasha, kedua putri Presiden Amerika Serikat yang ke-44, Barack Obama.

Beberapa tahun terakhir ini, Lauren asyik berkolaborasi dengan H.C. Chester untuk menulis seri Curiosity House tentang kuartet nyentrik yang tinggal di sebuah museum aneh. Pssst, H.C. Chester sebenarnya adalah pseudonim dari Harold Schechter—seorang penulis cerita kriminal kawakan yang juga merupakan ayah kandung Lauren!

Sumber foto: Barnes & Noble

Jadi penasaran kan, bagaimana serunya kalau penulis yang imajinatif seperti Lauren Oliver berkolaborasi dengan sosok ayah yang terbiasa menulis cerita kriminal? Baca hasil duet mereka dalam seri Curiosity House dan ikuti petualangan empat bocah ‘aneh’ dalam mengungkap berbagai misteri di Museum Aneh tapi Nyata milik Mr. Dumfrey! [Rfd]

7 Cewek Tangguh dalam Serial Novel Fantasi (Bagian 2)

30/11/2018

Menakar Kualitas Picture Books dengan Field Testing

30/11/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *