Siap, kita rapikan sekaligus optimalkan SEO-nya ya. Judul utama tetap dipertahankan. Heading juga saya jaga, hanya ada sedikit penyesuaian biar lebih SEO-friendly. Total konten ±650 kata (tidak termasuk heading).
Belajar Hidup dari Seni Menyikapi Hidup!
Muhammad Rayan Bramantyo
Nourans pasti menyadari bahwa hidup ini sesak dengan masalah dan tantangan. Ritme kota yang serba cepat membuat kita lelah bekerja, mengejar target, sekaligus mengurus rumah tangga. Di tengah kebisingan itu, banyak orang merasa kliyengan—bingung harus menata ulang arah hidup. Melalui buku Seni Menyikapi Hidup: Rahasia Melampaui Diri Sendiri karya Fahruddin Faiz, pembaca diajak berhenti sejenak, mengambil jarak, lalu melihat hidup dengan sudut pandang yang lebih jernih. Buku ini bukan sekadar bacaan reflektif, tetapi juga panduan praktis untuk hidup lebih santai tanpa kehilangan makna.
Sejuta Hikmah dari Para Tokoh Besar dalam Seni Menyikapi Hidup
Dalam Seni Menyikapi Hidup, pembaca akan berjumpa dengan banyak tokoh inspiratif lintas zaman dan disiplin ilmu. Ada Erich Fromm, Ibnul Jauzi, Mahatma Gandhi, Epicurus, hingga Hamka. Dari mereka, kita diajak membuka pintu pemikiran tentang makna hidup, kebahagiaan, kebebasan, dan pengendalian diri.
Erich Fromm mengurai kepribadian dan kebutuhan eksistensial manusia dari sisi psikologis dan filosofis. Ia menjelaskan bahwa manusia tidak bisa hidup hanya mengikuti sisi “kebinatangan”—nafsu dan dorongan liar—tetapi harus mengembangkan kemanusiaannya. Fromm juga menyoroti paradoks manusia modern: ingin bebas, tetapi takut kesepian. Buku ini membantu menjembatani dilema itu dengan membangun identitas diri yang sehat dan tidak narsistik.
Sementara itu, Ibnul Jauzi mengajarkan pentingnya mengendalikan hawa nafsu melalui pengolahan batin dan kesadaran spiritual. Gandhi menawarkan pandangan ketimuran yang menekankan kesabaran, harmoni, dan kemanusiaan dalam kehidupan sosial. Dalam bab tentang teknologi, misalnya, Gandhi mengingatkan bahwa teknologi harus memudahkan manusia, bukan justru memperbudaknya. Gagasan gram swaraj atau desa mandiri menegaskan pentingnya kemandirian tanpa eksploitasi.
Epicurus dan Hamka berbicara tentang kebahagiaan dari dua sudut berbeda namun saling melengkapi. Epicurus menekankan ketenangan dan kesenangan yang wajar, bukan hedonisme berlebihan. Hamka menegaskan pentingnya keseimbangan antara dunia dan akhirat. Melalui kombinasi pemikiran ini, buku self-development berbalut filsafat dan Islam ini terasa kaya, mendalam, namun tetap membumi.
Seni Menyikapi Hidup: Reflektif dan Ringan untuk Semua Kalangan
Meski mengangkat psikologi, filsafat, dan nilai-nilai Islam, gaya penulisan dalam Seni Menyikapi Hidup terasa ringan. Konsep-konsep yang tampak teoretis dijelaskan dengan perumpamaan sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Inilah yang membuat buku ini terasa reflektif dan ringan sekaligus teoretis-aplikatif.
Pembaca tidak hanya diajak berpikir, tetapi juga diajak mempraktikkan. Ada pembahasan tentang self-hate dan self-love, tentang bagaimana menerima diri tanpa terjebak pada pembenaran diri. Ada juga selingan pandangan penulis yang membuat buku ini terasa personal dan hangat. Kita seperti sedang berdialog, bukan digurui.
Baca juga: Seni Menyikapi Hidup: Menemukan Damai dalam Hiruk-Pikuk Zaman
Ditulis oleh Dr. Fahruddin Faiz, Tokoh Filsafat Indonesia
Nama Fahruddin Faiz tentu tidak asing di kalangan pencinta kajian filsafat. Ia merupakan dosen di UIN Sunan Kalijaga dan aktif mengisi berbagai kajian filsafat, termasuk bersama Masjid Jenderal Soedirman. Gaya penyampaiannya yang sistematis namun santai membuat tema berat terasa akrab.
Selain Seni Menyikapi Hidup, ia juga menulis berbagai buku lain seperti Filsafat Kebahagiaan, Filsafat Moral, dan Mati sebelum Mati. Karya-karyanya konsisten mengajak pembaca untuk berpikir mendalam tanpa kehilangan pijakan spiritual.
Bagi Nourans yang ingin menata ulang cara pandang terhadap hidup, buku ini bisa menjadi teman perjalanan yang menenangkan sekaligus mencerahkan. Temukan buku Seni Menyikapi Hidup dan karya lainnya melalui website resmi penerbit di https://nourabooks.co.id sebagai referensi bacaan reflektif yang berkualitas.
Beli bukunya di sini
Referensi
- Faiz, Fahruddin (2025). Seni Menyikapi Hidup: Rahasia Melampaui Diri Sendiri. Noura Books
- https://nourabooks.co.id
- Mizanstore.com

