The Whole-Brain Child: 12 Strategi Revolusioner Membesarkan Anak Bahagia dan Tangguh
Nourans, pernahkah Anda kewalahan dalam menghadapi tantrum, ledakan emosi, atau rasa cemas berlebihan dari si kecil? Ternyata, semua perilaku itu bukan semata-mata soal sikap, melainkan faktor dari otak anak yang belum berkembang secara ideal.
The Whole-Brain Child ditulis oleh dua pakar pengasuhan dan psikologi terkemuka, yaitu Daniel J. Siegel, M.D. dan Tina Payne Bryson, Ph.D. Daniel dan Tina akan menemani petualangan Nourans dalam mengasuh anak, melalui 12 strategi revolusioner yang mengiring anak agar tumbuh dengan struktur dan fungsi otak yang lebih ideal, sehat, dan terintegrasi sehingga anak tumbuh lebih tenang, bahagia, dan cerdas secara emosional dan mental.
Pahami Anak, Pahami Otak!
Sebagian besar aktivitas kita sehari-hari berakar dari otak. Struktur dan mental otak anak tidak hanya berkembang dari genetika biologi dan pola konsumsi, tetapi juga dari dorongan psikologi dan neurologi yang menyelimuti anak.
Oleh sebab itu, anak perlu mengintegrasikan fungsi-fungsi otak yang masing-masing memiliki peran dominan di belahan tertentu. Daniel dan Tina meringankan istilah-istilah kompleksnya menjadi “belahan otak kanan, kiri, atas, dan bawah”.
“Otak kanan” bergerak atas dasar emosionalitas dan intuisi nonverbal. Ia dipengaruhi tubuh dan insting, sehingga dapat memproses informasi emosional dan menelaah secara kontekstual, sementara “otak kiri” didasari logika, telaah literal, dan bahasa. Ia menempatkan segalanya berdasarkan aturan dan urutan, sehingga membaca fenomena dengan lebih tekstual. “Otak bawah” berpijak pada naluri (insting) dari amygdala dan “otak atas” berpijak pada kesadaran melalui cerebral cortex.
Anak tidak akan kuat jika hanya berjalan atas sifat dasar “reptil”-nya (naluri) tanpa “sisi kebijaksanaan mamalia”-nya (kesadaran) yang penuh pertimbangan. Tidak bisa juga terlalu mengedepankan sisi emosional tanpa menyeimbangkan logika rasional.
The Whole-Brain Child menjelaskan bahwa tiap momen sulit dengan anak, entah itu pertengkaran, tangisan, atau sulit berekspresi, adalah kesempatan berharga untuk membantu perkembangan otak dan karakter mereka. Maka dari itu, yang diperlukan bukanlah reaksi negatif dari orang tua, tetapi pendekatan yang hangat, terbuka, asertif, dan bijak.
“Orang tua yang berbicara dengan anak mereka tentang perasaan mereka memiliki anak-anak dengan kecerdasan emosi yang lebih baik dan lebih mampu memahami perasaan diri mereka dan orang lain.” — Daniel & Tina.
Dalam menghadapi si kecil dengan berbagai kesulitan yang dihadapinya, Daniel dan Tina memandu kita untuk membimbing si kecil tanpa menghakiminya sedikitpun. Bukan dengan menyiramkan bensin ke api, tapi secara perlahan menyiramnya dengan tenang. Membujuk, bukan memarahi, serta beragam metode lainnya.
Jika si kecil ogah menghabiskan makanannya yang tinggal setengah porsi lagi sambil menjulurkan lidah dan cemberut, berdialoglah dengannya pelan-pelan. Kenali alam pikiran dan perasaannya, telusuri “belahan otak” mana yang mendominasinya.
Setelah diketahui bahwa sang anak menginginkan es krim dibanding kebab, Anda boleh berkompromi dengannya melalui trik-trik ringan: “Bagaimana kalau ayah/ibu belikan es krim dengan syarat kamu lanjutkan makananmu? Sepuluh gigit saja deh!” Setelahnya, Anda akan menemukan piring yang bersih dan senyum manis yang ceria, alih-alih perang mulut dan kemanjaan anak yang tidak berkesudahan. Anak akan belajar bahwa kompromi adalah jalan yang terbaik daripada merengek.
Ada beraneka ragam situasi-kondisi yang tak terhingga, digambarkan dengan mudah oleh Daniel dan Tina dalam buku ini. Tentunya bisa Nourans temukan persoalan-persoalan yang berkenaan dengan hal yang dihadapi oleh Nourans. Baca bukunya sekarang!
Praktis juga Ilmiah!
Tidak hanya ilmiah, buku ini juga sangat aplikatif. Apalagi, penulis menguraikan 12 strategi yang bisa langsung diterapkan pada anak kapan pun dan di mana pun. Dua belas strategi revolusioner ini bersandar pada ilmu neurosains dan pengasuhan terkini, disampaikan dengan cara yang sederhana, relatable, dan praktis. Bahkan, dilengkapi dengan komik dan infografis lucu agar lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Nourans akan mengenali dasar-dasar otak, cara kerjanya, dan berbagai peranannya di buku ini. Ada prefrontal cortex yang mengatur proses mental yang kompleks, amigdala yang mengurusi insting dan emosi, corpus callosum yang mengintegrasikan fungsi-fungsi otak, dan lain-lain. Ada juga sifat memori dan mitos-mitos yang banyak disalahpahami orang-orang!
Buku ini berfokus pada anak-anak dalam rentang usia balita, usia sekolah, hingga pra-remaja. Kendatipun dapat metode-metode di dalamnya dapat diaplikasikan ke remaja dan seterusnya.
The Whole-Brain Child ditulis oleh dua nama besar dalam dunia psikologi dan neurobiologi:
- Dr. Daniel J. Siegel: profesor klinis psikiatri di UCLA dan pendiri Mindsight Institute. Ia juga penulis sejumlah buku penting tentang otak dan hubungan antar manusia.
- Dr. Tina Payne Bryson: psikoterapis anak dan remaja yang juga menjabat sebagai direktur edukasi di Mindsight Institute, dengan spesialisasi dalam hubungan dan perkembangan otak anak.
Dengan pengalaman mereka, buku ini menjadi panduan ilmiah sekaligus emosional yang membumi, menjawab kebutuhan orang tua sehari-hari tanpa membuat mereka merasa bersalah atau kewalahan. Pun, tanpa perlu menghakimi anak dan menjadi lebih berkesadaran dalam menangani situasi.
Baca juga: Mencuri layaknya Seorang Seniman: Serangkai Tips dari Austin Kleon Steal Like an Artist
Apa Kata Para Pakar?
“Penjelasan-penjelasan ilmiahnya mudah dicerna dan memberikan dasar ilmiah dalam pengasuhan anak. Selain itu, dua belas strategi yang diuraikan dalam buku ini benar-benar menjadi pelengkap bagi pendekatan Montessori.”
—Simone Davies, penulis The Montessori Toddler.
“The Whole-Brain Child padat berisi berbagai strategi untuk membesarkan anak yang bahagia dan tangguh. buku ini menawarkan perlengkapan yang ampuh untuk membantu anak mengembangkan kecerdasan emosi yang akan mereka butuhkan agar orang bisa sukses di dunia. Para orang tua akan mempelajari berbagai cara untuk merasa lebih terhubung dengan anak-anak mereka dan lebih puas dalam peran mereka sebagai orang tua. Yang terpenting, The Whole-Brain Child membantu orang tua mengajari anak mereka tentang cara otak benar-benar bekerja memberikan kepada anak-anak yang bahkan masih sangat kecil pemahaman diri yang dapat mengarahkan mereka untuk membuat keputusan-keputusan yang baik dan, pada akhirnya, membawa mereka untuk menjalani hidup penuh makna dan kegembiraan.”
—Christine Carter, Ph.D., penulis Raising Happiness.
“Daniel Siegel dan Tina Payne Bryson telah menciptakan sebuah panduan yang luar biasa dan ramah pembaca untuk membantu anak-anak mengembangkan kecerdasan emosional mereka. Metode ilmiah ini mengubah interaksi sehari-hari menjadi momen berharga yang membantu pembentukan otak. Siapa pun yang membesarkan dan mencintai anak-anak harus membaca The Whole-Brain Child.”
—Daniel Goleman, penulis Emotional Intelligence.
The Whole-Brain Child adalah panduan pengasuhan yang bisa membuat hari-hari penuh tantangan menjadi peluang pertumbuhan bersama anak. Buku ini tidak hanya membantu anak berkembang, tetapi juga membantu Parents menjadi lebih sadar, sabar, dan penuh kasih.
Dapatkan bukunya dan mulailah langkah untuk membesarkan anak-anak yang tangguh, bahagia, dan cerdas secara emosional!
Beli bukunya di sini


