The Book of Ikigai: Telaah Makna Hidup dari Filosofi Jepang
Nourans, pernahkah kamu melihat seseorang yang tetap bersemangat menjalani hari, bahkan di hari Senin yang biasanya terasa berat? Mereka bangun dengan antusias, menikmati proses, dan tampak tidak mudah lelah oleh rutinitas. Rahasianya bisa jadi terletak pada satu konsep sederhana namun mendalam dari Jepang: ikigai.
Melalui The Book of Ikigai: Untuk Hidup Seimbang, Lebih Bahagia, dan Panjang Umur, Ken Mogi memperkenalkan filosofi ikigai secara utuh, aplikatif, dan membumi. Buku ini mengajak pembaca menemukan makna dalam hal-hal kecil yang sering kali luput dari perhatian. Bukan tentang perubahan drastis, melainkan tentang kesadaran yang konsisten dalam menjalani hidup sehari-hari.
Apa Itu Ikigai?
Secara etimologis, “iki” berarti hidup dan “gai” berarti alasan. Ikigai dapat dimaknai sebagai alasan untuk hidup—sebuah dorongan batin yang membuat seseorang bangun setiap pagi dengan tujuan yang jelas. Konsep ini sederhana, tetapi dampaknya luar biasa karena berakar pada kebiasaan kecil yang dilakukan dengan tekun dan penuh cinta.
Ikigai bukan tentang jabatan tinggi, kekayaan, atau pencapaian spektakuler. Ia juga bukan tentang menjauh dari dunia. Sebaliknya, ikigai hadir dalam ketekunan sehari-hari yang dilakukan secara sadar dan berkelanjutan. Filosofi ini begitu melekat dalam budaya Jepang, yang dikenal memiliki angka harapan hidup tinggi, inovasi yang kuat, serta tradisi yang terjaga ratusan tahun.
Dalam buku ini, Ken Mogi mencontohkan sejumlah tokoh yang merepresentasikan semangat ikigai dalam kehidupan nyata.
Jiro Ono adalah master sushi dari restoran Sukiyabashi Jiro. Meski telah berusia lanjut, ia tetap membuat sushi setiap hari dengan standar kesempurnaan yang sama. Bagi Jiro, membuat sushi bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup.
Ada pula Hayao Miyazaki, animator legendaris dari Studio Ghibli. Ia menggambar ulang sketsa demi sketsa hingga mencapai detail yang diinginkan. Karya-karyanya seperti Howl’s Moving Castle dan My Neighbor Totoro menjadi bukti dedikasi panjang yang lahir dari kecintaan mendalam terhadap proses kreatif.
Contoh lainnya adalah Hiroki Fujita, pedagang ikan di pasar Tsukiji yang bangun pukul dua dini hari demi memilih tuna terbaik untuk pelanggannya. Rutinitas berat itu justru menjadi sumber kepuasan batin karena dilakukan dengan penuh kesungguhan.
Lima Pilar Ikigai dalam The Book of Ikigai
Ken Mogi memetakan ikigai dalam lima pilar utama yang saling terhubung:
-
Awali dengan Hal yang Kecil
-
Bebaskan Dirimu
-
Keselarasan dan Kesinambungan
-
Kegembiraan dari Hal-Hal Kecil
-
Hadir di Tempat dan Waktu Sekarang
Kelima pilar ini bukanlah tahapan yang kaku atau berurutan. Semuanya bersifat fondasional dan dapat diterapkan bersamaan. Memulai dari langkah kecil melatih konsistensi. Membebaskan diri berarti menerima keunikan pribadi tanpa terjebak ekspektasi sosial. Keselarasan menekankan hubungan harmonis dengan lingkungan. Kegembiraan kecil menjaga semangat tetap hidup. Dan hadir sepenuhnya di saat ini membantu kita menikmati proses, bukan hanya mengejar hasil.
Melalui pendekatan ini, The Book of Ikigai menawarkan panduan hidup yang seimbang dan realistis. Filosofi ini terasa relevan bagi siapa saja yang ingin menjalani hari dengan lebih sadar dan bermakna.
Baca juga: Man’s Search for Meaning: Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan
Ditulis oleh Ahli Neurosains dan Inspirator Hidup Positif
Sebagai neurosaintis dan penulis produktif, Ken Mogi dikenal mampu menjembatani sains dan nilai kehidupan. Ia telah menulis ratusan karya, mulai dari makalah ilmiah hingga buku pengembangan diri. Gaya penulisannya ringan namun berbobot, sehingga konsep kompleks terasa mudah dipahami.
Buku ini ditulis berdasarkan data dan riset ilmiah, tetapi disampaikan melalui cerita-cerita inspiratif yang membumi. Pembaca tidak hanya mendapatkan teori, melainkan juga contoh konkret yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
The Book of Ikigai bukan sekadar buku motivasi. Ia adalah peta menuju hidup yang lebih damai, seimbang, dan penuh makna. Jika kamu merasa hidup berjalan terlalu cepat atau kehilangan arah, mungkin inilah saatnya berhenti sejenak dan menemukan kembali alasanmu untuk hidup.
Dapatkan bukunya sekarang dan mulailah perjalanan menemukan ikigai versimu sendiri.
Beli bukunya di sini
Referensi
- Ken Mogi, Ph.D. (2024). The Book of Ikigai: Untuk Hidup Seimbang, Lebih Bahagia, dan Panjang Umur. Noura Books
- https://www.worldometers.info/demographics/life-expectancy/
- https://worldpopulationreview.com/country-rankings/most-visited-countries
- https://www.wipo.int/web-publications/global-innovation-index-2025/en/cluster-ranking.html
- https://www.britannica.com/facts/Miyazaki-Hayao
- https://nourabooks.co.id


