Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf dari Rumi

Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf dari Rumi

Milik sufi bukan sekadar huruf dan tinta,
tapi hati putih penaka salju.
Milik cendekiawan adalah
jejak-jejak pena.
Apakah milik sufi?
Jejak-jejak kaki.
Rumi bukanlah seorang penulis ‘irfân seperti Ibn ‘Arabi—yang menulis puluhan jilid buku. Karya utama Rumi adalah Matsnawi, kumpulan puisi, yang darinya kutipan-kutipan dalam buku ini diambil. Namun, justru karena efisiensi dari medium puisi ini, Rumi bisa mengungkapkan apa yang diungkapkan dalam berjilid-jilid buku oleh seorang arif seperti Ibn ‘Arabi, ke dalam puisi-puisi yang relatif jauh lebih pendek.

Dalam buku ini, Haidar Bagir, menjelaskan secara ringkas, populer, dan sistematis prinsip-prinsip tasawuf melalui keindahan puisi-puisi Rumi.

Quick View