Buku Blue-ocean-strategy

Blue Ocean Strategy

Kesuksesan sebuh perusahaan kini tidak lagi diukur dengan memenangi persaingan berdarah-darah di samudra merah, tetapi dengan menciptakan ruang pasar baru yang belum termanfaatkan—samudra biru (Blue Ocean Strategy).

Lebih dari sepuluh tahun strategi ini digagas dan berhasil dipraktikkan oleh banyak perusahaan. Berdasarkan penelitian terhadap strategi 30 industri yang telah dipraktikkan selama 100 tahun, penulis menunjukkan cara membuat persaingan menjadi tidak relevan lagi.

Berubahnya beberapa tren global dengan sangat cepat justru membuat penciptaan samudra biru menjadi hal strategis yang semakin penting.

* Semua samudra biru pada akhirnya akan ditiru dan berubah menjadi merah, lalu bagaimana memperbarui samudra biru dari waktu ke waktu?
* Apa yang harus kita lakukan bila samudra biru kita berubah merah?
* Bagaimana menghindari perangkap samudra merah?

Pertanyaan-pertanyaan ini mendorong penulis membuat Edisi Pengembangan Blue Ocean Strategy dengan menambahkan 3 bab untuk menjawab hal-hal terkini yang belum ada di edisi sebelumnya.

Quick View
buku-brand-thinking

Brand Thinking

Apa itu brand? Apa itu branding? Apa kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari? Sejauh mana sebuah brand memengaruhi kehidupan kita? Mengapa perusahaan perlu melakukan branding? Apa alasan konsumen membeli sebuah brand?

Debbie Millman, seorang visoner desain, menemukan jawabannya melalui wawancara dengan 22 tokoh yang berkecimpung dalam dunia bisnis dan kreatif, di antaranya Wally Olins, Seath Godin, Malcom Galdwell, dan Phil Duncan.

Brand bukan sekedar logo atau gambar. Brand juga bukan sekadar sebuah kemasan, Ada filosofi dan pemikiran besar dalam pembuatannya yang membuat konsumen levi’s merasa keren ketika menggunakannya, minum kopi di starbuck menjadi gaya hidup, pengguna Apple begitu fanatik, atau coca cola menjadi minuman soda terlaris. Target pasar, budaya, kesadaran publik hanyalah beberapa hal yang mempengaruhi proses pembuatan brand hingga akhirnya melekat di benak konsumen.

Debbie Millman mengungkap berbagai fakta di balik penciptaan sebuah brand, ide-ide kreatif, dan yang terutama, mengapa sebuah brand begitu dicari dan dibeli oleh konsumen.

Quick View
Buku Jack Ma

Jack Ma

Rated 5.00 out of 5

Sisi-Sisi Tak Terduga Sang Godfather Bisnis China

Jack Ma sering didatangi orang dan diminta menandatangani buku tentang dirinya. Dia merasa tak enak karena dia belum melihat buku yang disodorkan dan tidak tahu apa isi buku itu.

Kemudian, suatu hari Chen Wei, sahabat sekaligus asistennya, mengirimi sebuah draf naskah tentang dirinya. Jack Ma terkejut Chen Wei sanggup mengingat kejadian-kejadian dan detail-detail yang terjadi bertahun-tahun lalu dengan begitu jelas. Itulah yang digambarkan secara jujur dan jenaka dalam buku ini. Penulis menyaksikan sendiri transformasi Jack Ma dari seorang guru bahasa Inggris sederhana menjadi salah satu sosok pria paling berpengaruh di dunia.

Jack Ma, pendiri dan CEO perusahaan e-commerce terbesar di China, dikenal sebagai sosok yang cerdas dan penuh talenta. Di tangannya, omset Alibaba diperkirakan lebih besar dari penghasilan gabungan dua perusahaan Amerika, eBay dan Amazon.com. Namun, siapa yang menyangka jika salah satu orang terkaya di dunia ini juga suka usil, menggemari novel-novel silat, dan kerap kali berkhayal menjadi pendekar. Nama-nama ruangan di dalam gedung Alibaba bahkan dinamai dengan nama-nama layaknya di perguruan Taichi.

Jadi, dijamin Anda tidak akan menemukan teori-teori bisnis yang menjemukan dalam buku ini. Oleh karena itulah, Jack Ma merekomendasikan sendiri buku ini untuk Anda baca.

Quick View