buku-uncommon-type

Uncommon Type

Hubungan sepasang kekasih yang didominasi pihak wanita, aktor kelas dua yang mendadak terkenal, kolumnis koran kota kecil yang harus menghadapi modernisasi, kehidupan seorang janda yang terus didekati tetangga barunya, dan yang paling unik: kisah seorang pria yang berusaha kabur dari ketenaran instan yang dia dapatkan.

Itulah sederet tema yang diangkat Tom Hanks dalam antologi Uncommon Type, yang terdiri dari 17 cerita pendek. Untuk pertama kalinya, aktor pemenang dua Piala Oscar ini berbagi kisahnya kepada dunia bukan melalui media film—sebuah kesempatan untuk menyelami pikiran dan pandangannya tentang persahabatan, keluarga, cinta, dan keseharian manusia.

Quick View
Buku Ve

VE

“Bapak bilang,
perempuan itu kodratnya di bawah lelaki.”

PERATURAN BAPAK

– Orangtua berhak membunuhmu.
– Perempuan tidak usah banyak membaca karena ilmu selain dari Bapak itu sia-sia.
– Perempuan tidak boleh sekolah tinggi-tinggi karena tidak boleh melebihi laki-laki.

Quick View
cover-depan-words-in-deep-blue

Words in Deep Blue

Winner for Gold Inky Award 2017.
Winner for Indie Book Awards Young Adult 2017.
Runner-up for CBCA Book of the Year for Older Readers 2017.
Winner for Prime Minister’s Literary Award for Young Adult Fiction 2017.
Short-listed for ABIA Book of the Year for Older Children 2017.

“Cinta hidup di antara barisan kata-kata.”

Ini adalah sebuah kisah cinta.
Kisah tentang sebuah toko buku yang menyediakan ruangan khusus bagi para pengunjung untuk menuliskan pesan pada pinggiran kosong halaman buku yang mereka baca, entah untuk orang asing, teman, ataupun kekasih. Kisah tentang Henry Jones dan Rachel Sweetie, sepasang sahabat yang terpisah dan bertemu kembali.
Mereka menyusuri kata-kata yang tertinggal pada lembaran usang buku-buku bekas. Kata-kata yang penuh kenangan dan kebahagiaan. Kata-kata yang penuh ketidakpastian dan kesedihan.
Kata-kata yang dulu diabaikan Henry Jones dan membuat Rachel Sweetie patah hati.

Quick View

Ziarah

“Esok akan menjadi kini. Kini yang menjadi kemarin tak dihiraukan, karena segala yang lampau hanya gumpalan hitam.”

Tokoh Kita merasa sangat kehilangan. Kematian istrinya membuat dunianya kacau. Dia begitu rindu, sampai-sampai dia terus berjalan dan pada setiap tikungan dia berharap akan berjumpa dengan istrinya. Dia pun memutuskan: dia harus ziarah ke makam istrinya!
Sepanjang perjalanan menuju ke sana, Tokoh Kita mengambi; berbagai keputusan ajaib. Mula-mula dia bekerja menjadi pengapur dinding kuburan, mendobrak aturan hingga seisi kota geger.

Ziarah merupakan salah satu novel monumental yang membuka cara baru dalam penulisan sastra. Absurditas yang dihadirkan Iwan Simatupang seperti mata lain untuk menelisik psikologis manusia. Patutlah bila novel ini memenangi Roman ASEAN terbaik tahun 1977. Novel yang ajaib sekaligus layak untuk terus diperbincangkan.

Quick View