The Girl on The Train

Rachel menaiki kereta komuter yang sama setiap pagi. Setiap hari dia terguncang-guncang di dalamnya, melintasi sederetan rumah-rumah di pinggiran kota yang nyaman, kemudian berhenti di perlintasan yang memungkinkannya melihat sepasangan suami istri menikmati sarapan mereka di teras setiap harinya. Dia bahkan mulai merasa seolah-olah mengenal mereka secara pribadi. “Jess dan Jason,” begitu dia menyebut mereka. Kehidupan mereka-seperti yang dilihatnya-begitu sempurna. Tak jauh berbeda dengan kehidupannya sendiri yang baru saja hilang.

Namun kemudian, dia menyaksikan sesuatu yang mengejutkan. Hanya semenit sebelum kereta mulai bergerak, tapi itu pun sudah cukup. Kini segalanya berubah. Tak mampu merahasiakannya, Rachel melaporkan yang dia lihat kepada polisi dan menjadi terlibat sepenuhnya dengan kejadian-kejadian selanjutnya, juga dengan semua orang yang terkait. Apakah dia telah melakukan kejahatan alih-alih kebaikan?

Quick View
The-God-Of-Small-Things

The God of Small Things

Pemenang Man Booker Prize
One of Time’s 5 Best Book
New York Times Bestseller

Tidak ada yang berarti banyak.
Tidak banyak yang benar-benar berarti.

Hanya ada air mata di wajah Rahel dan Esthappen. Kehampaan dan keheningan menyayat batin keduanya. Dua saudara kembar itu berpelukan erat, saling menguatkan.
Terlalu banyak luka yang mengungkung hidup Rahel dan Esthappen. Peristiwa masa silam berkelindan dengan apa yang mereka hadapi kini, terus saja menggoreskan pilu. Semakin pedih ketika mereka menyadari telah menjadi bagian dari Yang Mahakecil, menantang Yang Mahabesar.
Novel debut Arundhati Roy ini telah lama menjadi perbincangan internasional. Sensitivitas tema di tengah kondisi sosial budaya yang kaku, membuat novel ini disanjung sekaligus dihujat. Novel ini pula yang mengantarkan Arundhati Roy sebagai pemenang Man Booker Prize 1997 dan menjadikannya sebagai salah satu penulis kenamaan dunia. Dengan diksi dan lapisan bahasa begitu indah, The God of Small Things menyuguhkan beragam gugatan sosial yang memikat.

Quick View
Cover-Depan-The-Lost-Hero

The Heroes Of Olympus #1: The Lost Hero

“Tujuh Demigod akan menjawab panggilan.
Karena badai atau api dunia akan terjungkal—”

Tiga Demigod baru bergabung di perkemahan Blasteran.
Jason yang tidak bisa mengingat jati dirinya, Piper yang penuh misteri, dan Leo dengan kemampuan mekaniknya yang luar biasa.
Bersama-sama, ketiganya mengemban sebuah misi penyelamatan.
Misi yang juga akan mengungkap sebuah rahasia besar mereka di masa lalu.
Bergabunglah dengan para Demigod dari Perkemahan Blasteran dan nikmati petualangan serunya!!

Quick View
Cover-Depan-SON-OF-NEPTUNE

The Heroes Of Olympus #2: Son Of Naptune

“Di selatan, di Negeri Nirdewa, mahkota legiun bersemayam.
Terjatuh dari es, putra Neptunus akan tenggelam—“

Saat terbangun dari tidur panjang, selain namanya sendiri, Percy hanya bisa mengingat sebuah nama—Annabeth. Dia bahkan tidak bisa mengingat siapa dia ataupun alasan kenapa banyak monster mengejar dan ingin membunuhnya. Tubuh Percy secara reflex berusaha melawan mereka dan bertahan hidup selama mungkin.

Dalam pelariannya dari para monster, dia menemukan sebuah perkemahan khas Roma. Perkemahan yang ternyata berisi anak-anak blasteran. Namun, Percy merasa itu bukan tempatnya walaupun dia tidak tahu apa alasannya. Dan, di sana dia menemukan sebuah ramalan yang harus dijalaninya. Bersama dua rekan barunya—Hazel dan Frank, Percy pun menjalani sebuah misi berbahaya untuk mencegah sebuah perang besar.

Quick View
Cover-Depan-MARK-OF-ATHENA

The Heroes Of Olympus #3: Mark Of Athena

Ikuti Tanda Athena. Balaskan dendamku

Rencana Annabeth menjemput Percy dengan damai ternyata gagal dilakukan. Leo mengacau dan membuat Perkemahan Jupiter memburunya. Namun, misi Ramalan Tujuh harus tetap dilaksanakan. Dibayangi kejaran para mata-mata dan pasukan demigod Roma, Percy, Frank, Hazel, Jason, Piper, Leo dan Annabeth tetap berusaha mencegah rencana jahat Gaea, berlayar menuju negeri kuno di Roma.

Dalam perjalanan penuh tantangan itu, Annabeth yang baru saja merasakan sedikit kebahagiaan setelah bertemu Percy, menyimpan kegalauan. Titah sang Ibu, Athena, untuk mengikuti Tanda Athena dan menghancurkan Roma terus membebaninya. Haruskah dia mengkhianati Percy dan teman-teman Roma barunya demi mengikuti Tanda Athena?

Quick View
Cover-Depan-The-House-of-Hades

The Heroes Of Olympus #4: The House Of Hades

Semua pilihan mengandung risiko.
Kau boleh percaya … atau mengabaikannya.
Tapi, ingat, apa tujuanmu?

Setelah terjatuh ke Dunia Bawah, Percy dan Annabeth disiksa oleh rasa lapar dan dahaga serta suara tangisan tak terperi yang membuat pikiran mereka kacau. Tak hanya itu, para monster yang telah mereka bunuh pun bermunculan, bermaksud membalas dendam. Sementara di langit, kru Argo II mati-matian mempertahankan kapal dari serangan para putra Gaea, kura-kura raksasa, dan seorang dewa berkaki busuk.

Di tengah petualangan menantang itu, kecerdasan dan jiwa kepemimpinan mereka ditantang. Pilihan harus diambil, keputusan besar harus dibuat, sedangkan kematian menghantui dan masa depan dunia menjadi taruhan. Akankah mereka membuat keputusan dan memilih jalan yang tepat?

Quick View
COver-Depan-Blood-of-Olympus

The Heroes Of Olympus #5: Blood Of Olympus

Api Yunani berkobar … membakar sebagian besar monster.
Tanah menggemuruh.
Semua gelembung membran berlendir meletus, mengepulkan debu.
Setetes darah jatuh dari dagu Percy .. mendarat di tanah …
mendesis seperti air di wajan.
Darah Olympus mengairi bebetuan kuno.

Para raksasa bangkit, menyebar di sepenjuru dunia. Mereka mengumpulkan bara tentara—dewa-dewi yang terbuang dan para monster—yang rela menghancurkan demigod. Mereka memburu darah dua demi membangkitkan Gaea, sang Ibu Bumi.

Ketujuh demigod pemegang ramalan berusaha bertahan hidup dari serangan serta menyatukan Perkemahan Jupiter dan Perkemahan Blasteran. Mereka bahkan tak bisa mengharapkan bantuan para dewa.

Waktu yang dimiliki Percy dan kru Argo II tidak banyak. Pembagian tugas dilakukan, peran masing-masing ditentukan. Mereka harus bergegas mencegah kebangkitan Gaea, dalam sebuah pertarungan hidup dan mati.

Quick View
The-Life-We-Bury-01

The Life We Bury

Seorang gadis pemandu sorak dibunuh dengan kejam di sebuah gudang. Sang tetangga, Carl Iverson, seorang veteran Perang Vietnam, dijadikan tersangka dan divonis puluhan tahun penjara.

Tiga puluh tahun kemudian, Joe Talbert, seorang mahasiswa, mendapat tugas untuk menuliskan biografi seseorang. Dia berencana mencari narasumber dari panti jompo, tapi siapa sangka dia malah bertemu Carl, sang pembunuh yang tengah sekarat karena kanker pankreas?

Kesempatan untuk mewawancarai Carl adalah tantangan yang tidak akan Joe lewatkan. Namun, tidak ada penjahat yang mau mengaku. Carl pun begitu. Sejujur apa seorang pria yang hampir mati? Bisakah Joe percaya?

Helai demi helai benang kebenaran terurai. Dalam perjalanan menguak peristiwa tragis dan menghadapi pertarungan hidup dan mati dengan iblis sesungguhnya dari masa lampau, Joe juga harus menghadapi masa sekarangnya yang kacau balau. Sebelum semuanya terlambat, mampukah Joe melewati semuanya dengan selamat?

Quick View