Aku Bilang Tolong

Aku Bilang Tolong

Naura dan Kiko ingin bermain boneka.
Naura meminta tolong Bunda untuk mengambil boneka beruang, kelinci, dan gajah.
“TOLONG!”

Quick View
buang-sampah-pada-tempatnya

Aku Buang Sampah pada Tempatnya

Nabil dan Naura sedang makan roti.
Nabil melarang Naura membuang plastik pembungkusnya.
Naura semakin heran melihat Nabil menyimpan plastik itu ke dalam tasnya.
Kenapa, ya?

Quick View
Aku-senang-berdoa-cover-depan

Aku Senang Berdoa

Naura senang berdoa.
Dia selalu membaca doa saat melakukan sesuatu.
Apakah kamu juga senang berdoa seperti Naura?
Yuk, belajar doa bersama-sama.

Quick View

Andai Cican Jadi Dokter

Andai jadi dokter,
Cican akan membantu orang-orang yang sakit.
Menyuntik pasien.
Menuliskan resep obat.
Hmm, apa lagi, ya?

Quick View
bani-hasyim-cover-depan

Bani Hasyim

Sendi-sendinya terasa ngilu. Rasa sesak dan nyeri di dadanya datang dan pergi. Napasnya pendek terengah-engah, membuatnya lemah kehilangan daya. Yakinlah dia tak akan sanggup lagi melanjutkan perjalanan sampai ke Makkah. Dia menyadari ajalnya sudah mendekat. Namun, ada yang menjadi beban pikirannya di detik-detik akhir hidupnya, Syaibah putra harapan kesayangannya.

 

Dengan pandangannya yang sayu, Hasyim mengamati saudaranya, Muththalib. Memintanya agar duduk lebih dekat tepat di sampingnya. Hasyim menyampaikan wasiatnya.

 

Buku ini mengisahkan para leluhur Nabi Saw.

 

– Hasyim bin ‘Abdi Manaf sebagai pemimpin Quraisy;

– ‘Abdul Muththalib yang menemukan kembali sumur Zamzam yang hilang;

– Abdullah yang akan dikorbankan demi memenuhi nazar, dan;

– Cerita-cerita lainnya menjelang kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Quick View

Charlie and the Chocolate Factory

“Aku Willy Wonka telah memutuskan untuk mengizinkan lima anak mengunjungi pabrikku. Kelima anak beruntung ini akan mendapat kesempatan untuk melihat semua rahasia dan sihir di dalamnya.”

Quick View

Charlie and the Great Glass Elevator

“Sungguh beruntung!” Pekik Mr. Wonka. “Kita akan mendarat tepat di tengah operasi luar angkasa terbesar sepanjang masa!”

Quick View

Hafiz Cilik

MUHAMMAD ALVIN FIRMANSYAH adalah bocah yang terkucuri berkah. Ketika anak seumurannya lebih suka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain-main lepas bebas, dia memilih untuk menjalani kebanyakan waktunya bersama Alquran. Ketika anak lain kecanduan game atau gadget, bocah 11 tahun yang akrab dipanggil Alvin itu ketagihan murratal.

Sejak usianya menginjak 5 tahun, hari-hari Alvin tak bisa lepas dari mendengar, membaca, dan melanggamkan ayat-ayat Allah. Kebiasaannya itu pulalah yang membawanya menjadi bocah istimewa; hapal lafal dan arti 17 juz Alquran di usia yang masih sangat belia.

Di Timur Tengah sana, bocah-bocah hapal Quran mungkin hal biasa. Tapi, untuk kultur Melayu, kemampuan Alvin itu sungguh luar biasa. Alvin terus berusaha untuk menyempurnakan hapalannya hingga 30 juz. Dia menempuhi seluruh proses tersebut berdasarkan rasa suka.

Di bawah bimbingan orangtuanya, Alvin menjelma menjadi permata Allah; menghias keluarganya dan Tanah Air ini dengan firman Allah yang senantiasa terlantun.

Quick View