Aku Belajar 123 E-Pen

Belajar angka bersama Nabil dan Naura, yuk!

-Mengenal angka 1 sampai 10
-Menghitung dan menulis angka
-Mengenal warna dan gambar

Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan teknologi e-pen terbaru, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan seru! Oh iya, selalu ada permainan yang lucu di hampir setiap halamannya, lho!

Quick View

Aku Belajar Alif Ba Ta

Belajar hijaiyah bersama Nabil dan Naura, yuk!

-Mengenal huruf alif sampai ya

-Membaca kata-kata sederhana

-Mengenal bahasa arab

Buku ini juga dilengkapi dengan teknologi e-pen terbaru, sehingga proses belajar menjadi lebih seru! Selalu ada permainan yang lucu di setiap halamannya, lho!

Quick View
Aku Bilang Tolong

Aku Bilang Tolong

Naura dan Kiko ingin bermain boneka.
Naura meminta tolong Bunda untuk mengambil boneka beruang, kelinci, dan gajah.
“TOLONG!”

Quick View

Aku Bisa Berwudhu

Azan telah berkumandang,
Nabil dan Naura bersiap shalat.
“Aku mau wudhu dulu ya, Kak!” kata Naura.
Namun, saat Naura ingin mengambil wudhu,
Nabil mencegahnya!

Wah, kenapa, ya?

Quick View
buang-sampah-pada-tempatnya

Aku Buang Sampah pada Tempatnya

Nabil dan Naura sedang makan roti.
Nabil melarang Naura membuang plastik pembungkusnya.
Naura semakin heran melihat Nabil menyimpan plastik itu ke dalam tasnya.
Kenapa, ya?

Quick View
Aku-senang-berdoa-cover-depan

Aku Senang Berdoa

Naura senang berdoa.
Dia selalu membaca doa saat melakukan sesuatu.
Apakah kamu juga senang berdoa seperti Naura?
Yuk, belajar doa bersama-sama.

Quick View

Andai Cican Jadi Dokter

Andai jadi dokter,
Cican akan membantu orang-orang yang sakit.
Menyuntik pasien.
Menuliskan resep obat.
Hmm, apa lagi, ya?

Quick View
bani-hasyim-cover-depan

Bani Hasyim

Sendi-sendinya terasa ngilu. Rasa sesak dan nyeri di dadanya datang dan pergi. Napasnya pendek terengah-engah, membuatnya lemah kehilangan daya. Yakinlah dia tak akan sanggup lagi melanjutkan perjalanan sampai ke Makkah. Dia menyadari ajalnya sudah mendekat. Namun, ada yang menjadi beban pikirannya di detik-detik akhir hidupnya, Syaibah putra harapan kesayangannya.

 

Dengan pandangannya yang sayu, Hasyim mengamati saudaranya, Muththalib. Memintanya agar duduk lebih dekat tepat di sampingnya. Hasyim menyampaikan wasiatnya.

 

Buku ini mengisahkan para leluhur Nabi Saw.

 

– Hasyim bin ‘Abdi Manaf sebagai pemimpin Quraisy;

– ‘Abdul Muththalib yang menemukan kembali sumur Zamzam yang hilang;

– Abdullah yang akan dikorbankan demi memenuhi nazar, dan;

– Cerita-cerita lainnya menjelang kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Quick View