Kompleksitas Konflik Kehidupan Manusia

Resensi-Kompleksitas Konflik Kehidupan Manusia
Resensi-Kompleksitas Konflik Kehidupan Manusia

Judul Buku: Orang-Orang Bloomington

Penulis: Budi Darma

Penerbit: Noura Books

Cetakan: I, Mei 2016

Halaman: x + 296 halaman

ISBN: 978-602-385-021-1

Bagi sebagian besar orang, kesepian dan seorang diri di masa tua menjadi momok. Padahal jika direnungkan lebih lanjut, menjadi tua tak dapat ditolak. Semua kembali ke individu masing-masing cara menyikapinya. Buku ini mencoba mengemas ketakutan-ketakutan tersebut menjadi sekumpulan cerita.

Melalui pengalamannya saat menjadi mahasiswa dengan sponsor Fulbright, penulis sempat mengamati banyak kehidupan individu di Bloomington dan beberapa kota lain di Amerika. Kehidupan individu-individu ini tidak lain merupakan fenomena dari sesuatu yang lebih dalam, yaitu noumena atau hakikat kehidupan itu sendiri. (Hal.x)

Buku  ini tulisan sekumpulan kisah fiksi berdasarkan fakta dan berhasil meraih penghargaan SEA-Write Award dari pemerintah Thailand (tahun 1984). Buku memuat tujuh cerpen dan pernah diterbitkan beberapa kali. Pertama diterbitkan tahun 1980 oleh Sinar Harapan. Lalu diterbitkan ulang oleh Metafor Intermedia Indonesia tahun 2004. Tahun ini dihadirkan kembali oleh penerbit Noura Books.

Cerpen pertama berjudul “Laki-Laki Tua Tanpa Nama”, mengisahkan sikap individualistis para penghuni rumah di Jalan Fess. Antara tidak peduli dan menjaga privasi sangat sulit untuk dibedakan di antara tetangga. “Bahkan terasa lebih baik untuk bersikap tidak mengurusi kepentingan orang lain dan janganlah mempunyai keinginan tahu tentang orang lain. Hanya dengan jalan demikian, orang dapat tenang.” (hal.2)

Cerpen selanjutnya berjudul “Keluarga M,” bercerita betapa menyenangkan seseorang bisa hidup dalam sebuah keluarga lengkap, meski keadaan sulit dan harus ekstra hemat. Akan lebih menyedihkan jika harus hidup seorang diri, tanpa keluarga. Mengacu juga pada narasi cerpen ini “ Memang, akhirnya keluarga lain pun datang dan pergi. Pengurus apartemen pun berganti terus. Akhirnya, manajer gedung pun pindah setelah mendapat pekerjaan lebih baik. Saya tetap di sini, tetap sendiri.” (hal.96)

Tidak kalah unik nya cerpen  “Orez” yang menceritakan keraguan seorang pria untuk melamar kekasih karena riwayat genetik keluarga pacar yang mengenaskan. Di antara tujuh bersaudara, hanya kekasihnya yang terlahir sehat dan bisa hidup sampai kini. Sementara semua saudaranya lahir dalam keadaan cacat dan meninggal saat masih bayi.

Setelah keduanya memutuskan untuk menikah, ketakutan akan lahirnya anak dengan kondisi cacat pun menghantui. Sampai akhirnya lahirlah bayi laki-laki bernama Orez. “Saat lahir ke dunia, suara tangisnya kuat bagaikan sumber gempa bumi, serasa bumi berguncang, tembok rumah sakit merekah, dan daun-daun jendela rontok dari engselnya. (hal.118)

Lalu bagaimana dengan bentuk fisik Orez dan kehidupan berikutnya? Kisah tentang perpaduan antara kepasrahan, rasa benci dan kasih sayang dalam keluarga dikemas dengan alur unik. Kisah-kisah dalam buku mengandung konflik yang disuguhkan begitu kompleks.


Resensi ini ditulis oleh Eva Sholihah, pegiat baca tulis, alumni SMK/SMIP Patria Wisata Jakarta, dan telah dimuat di Koran Jakarta, 30 November 2016

Beasiswa Mizan 2017 Kembali Dibuka

30/11/2016

Kala Victoria Aveyard Galau Usai Kuliah

30/11/2016

Leave a Reply