Happy Ending dalam Pelukan-Nya

Ruang Baca-Happy Ending dalam Pelukan-Nya
Ruang Baca-Happy Ending dalam Pelukan-Nya

Meninggal dalam keadaan khusnul khatimah menjadi angan terakhir setiap umat muslim dalam kehidupannya. Meninggal dunia di tempat yang baik dalam keadaan baik; dalam ketaatan kepada Allah Swt. Inilah barangkali buku yang menukilkan 73 kisah kematian yang indah berdasarkan kisah nyata kemuliaan peristiwa agung orang-orang yang meninggal dalam salat. Mereka yang dikisahkan dalam buku ini mewakili generasi sahabat Rasul (abad ke-7 M), tabiin, generasi pelanjut tabiin, hingga ke generasi abad ke-15 Masehi. Buku Wafat saat Shalat ini menyajikan empat bagian kisah wafat yang indah saat berjumpa dengan Allah Swt. Keempat bagian itu terdiri dari: Wafat yang Indah dari Kisah Orang-Orang Terdahulu, Wafat yang Indah dari Kisah Generasi Modern, Wafat yang Indah dalam Sujud yang Panjang, dan Wafat yang Indah Gugur (Syahid) kala Mendirikan Shalat.

Wafat saat ShalatMahmud bin Abdul Malik Al-Zughbi, sang penulis buku, menuturkan kisahnya tentang orang modern yang meninggal dengan cara agung itu. Kisah itu diperolehnya ketika beribadah umrah bersama seorang pemuda berkebangsaan Amerika Serikat. Pemuda mualaf itu mampu menyelesaikan umrah sebelum tiba waktu isya. Saat salat isya, si pemuda itu ketika tasyahud awal – terlihat oleh si penulis – tengah larut dalam kekhusyukan. Namun, hingga saat isya usai, ia masih saja duduk di posisi tasyahud awal. Tatkala jamaah di sampingnya mencoba menyapa, sapaan itu tak terjawab. Apa yang terjadi, si pemuda muslim Amerika itu ternyata sudah wafat ketika duduk di tasyahud awal salat isya. Subhanallah.

Masih ada 72 kisah happy ending alias khusnul khatimah lainnya seputar perjumpaan yang indah antara makhluk dan Khaliknya. Perjumpaan yang seolah menjadi hadiah bagi si makhluk yang memang sedemikian merindunya untuk berjumpa dengan Allah Swt. Kaum saleh yang dikisahkan dalam buku ini wafat dalam keadaan beribadah: saat hendak mendirikan salat, saat berdiri dalam salat, saat sujud, termasuk mereka yang menemui ajalnya karena terbunuh ketika sedang khusyuk mendirikan salat. Semoga Allah Swt. menjadikan akhir yang khusnul khatimah bagi kehidupan kita. Aamiin.

Oleh: Yudiana

Sumber: Noor

Traveling: Mesin Waktu Bernama Roma

06/04/2016

Mengaji Hikmah dan Kearifan Rumi

06/04/2016

Leave a Reply