Amy Silver: Paula Hawkins Sebelum The Girl On The Train

The Girl On The Train

Ruang Baca-Amy Silver: Paula Hawkins Sebelum The Girl On The Train
Ruang Baca-Amy Silver: Paula Hawkins Sebelum The Girl On The Train

Siapa sih sekarang ini yang tak kenal Paula Hawkins? Pasalnya, sejak The Girl On The Train terbit Februari 2015 lalu, novel karya penulis asal Inggris itu langsung bercokol di urutan pertama daftar The New York Times Bestseller. Tidak hanya seminggu dua minggu—thriller psikologis itu langsung 13 minggu berturut-turut memuncaki daftar bergengsi tersebut.

Tak berhenti sampai di situ. Novel yang disebut-sebut “The Next Gone Girl” itu—meski ternyata banyak yang berkomentar bahwa kesamaan keduanya hanyalah sama-sama menggunakan kata “Girl” pada judul—langsung diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, hingga secara internasional telah terbit dalam tak kurang dari 60 versi. Belum lagi perusahaan film ternama milik Steven Spielberg, DreamWorks, membeli hak film The Girl On The Train yang ketika itu bahkan masih dalam format manuskrip, dan memasang bintang-bintang ternama seperti Emily Blunt dan Justin Theroux. Sutradara yang didapuk mengampu film yang akan rilis Oktober mendatang itu pun tak lain adalah Tate Taylor, yang dikenal piawai melalui karyanya, The Help.

Namun sebelum kehebohan The Girl On The Train, siapakah yang kenal Paula Hawkins? Siapakah yang tahu bahwa perempuan yang bermukim di London ini adalah wartawan lepas bidang keuangan yang pernah menulis beragam tema mulai dari perdagangan berlian hingga perawatan anjing peliharaan? Dan dia juga pernah beberapa novel chick-lit, menggunakan nama samaran Amy Silver?

Chicklit
Novel yang ditulis Paula Hawkins menggunakan nama pena Amy Silver

Setidaknya tiga novel chick-lit telah ditulis Paula Hawkins di bawah nama Amy Silver, antara lain All I Want for Chrismas, One Minute to Midnight dan Confessions of A Reluctant Recessionista. Bagaimanapun Paula tampaknya tidak ingin terus menekuni genre chick-lit karena seperti dikatakannya dalam Sydney Writers Festival baru-baru ini, “Thriller lebih sesuai dengan minat dan keribadian saya.”

Paula juga mengatakan bahwa ia sedang menyiapkan sebuah novel yang direncanakan terbit tahun ini juga—kita doakan saja semoga thriller keduanya ini sama serunya dengan The Girl On The Train.[PN]

Catatan dari Guantanamo

09/06/2016

Menelisik Sebab Doa tak Dikabulkan

09/06/2016

Leave a Reply