5 Fakta Film Tiga Dara yang Wajib Kamu Ketahui

Ditulis oleh ,

Yuk, bagikan artikel ini!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin
Share on email

Terhitung sejak tanggal 11 Agustus 2016, sejumlah bioskop di tanah air menayangkan kembali film Tiga Dara, salah satu karya Usmar Ismail yang berhasil menuai kesuksesan dari segi komersil maupun penghargaan di bidang perfilman. Masyarakat lintas generasi berbondong-bondong pergi ke bioskop untuk menikmati film hitam putih yang versi aslinya tayang beberapa dekade silam. Tak hanya generasi kakek-nenek maupun orangtua kita, ternyata generasi muda pun banyak yang penasaran dengan film Tiga Dara ini. Buat kamu yang belum sempat menyaksikan film ini di bioskop, simak dulu yuk lima fakta mengenai film Tiga Dara yang wajib kamu ketahui.

Tiga Dara (1956)

Pertama kali ditayangkan tahun 1957, film Tiga Dara berhasil menyabet Piala Citra.

Film Tiga Dara ini disutradarai oleh Usmar Ismail dan dibiayai oleh pemerintah dalam rangka membangkitkan perfilman Indonesia dari keterpurukan. Meski film Tiga Dara mencatat kesuksesan yang luar biasa, sang sutradara sendiri mengakui bahwa film ini melenceng dari visi awalnya untuk Perfini. Ismail menganggap Tiga Dara tidak sejalan dengan tujuannya ketika ia mendirikan Perfini. Menurut sutradara Perfini sejawatnya D. Djajakusuma:

Usmar [Ismail] sangat malu dengan film itu. Niatnya menjual Tiga Dara ketika masih dalam tahap pembikinan memperlihatkan betapa beratnya bagi dia menerima kenyataan bahwa harus membuat film seperti itu. … meskipun uang masuk, Perfini toh tidak lagi membikin film-film seperti yang dicita-citakan Usmar semula.

Tak hanya memperoleh box office tertinggi dari film Perfini manapun, para aktor & aktris yang terlibat dalam film Tiga Dara juga kariernya langsung melejit. Sehingga tidak mengherankan jika film Tiga Dara ini diganjar penghargaan Tata Musik Terbaik di Festival Film Indonesia 1960.

Proses restorasi kepingan film Tiga Dara yang asli dilakukan di Italia.

Kendala yang harus dihadapi saat hendak menayangkan film lama adalah proses restorasi. Sebelum dunia perfilman mengenal teknologi penyimpanan yang lebih canggih, film diarsipkan dalam bentuk negatif-negatif selulosa asetat. Sayangnya teknik penyimpanan ini tidak dapat melindungi pita film dari kerusakan akibat hilang, robek, maupun terkena noda dan jamur.

Demi menghadirkan kembali film Tiga Dara di tahun 2016, film tersebut¬†direstorasi oleh Laboratorium L’immagine Ritrovata yang berbasis di Bologna.¬†Proses¬†restorasi meliputi reinsersi adegan-adegan yang hilang menggunakan sisa-sisa salinan dari film tersebut dan penghilangan debu dan jamur, dimulai pada awal 2015 dan terselesaikan pada 8 Oktober 2015.

Film Tiga Dara juga telah dibuat versi modern-nya yang diberi judul Ini Kisah Tiga Dara.

Film Tiga Dara dianggap menjadi karya klasik dari perfilman Indonesia, dengan tema-tema yang masih relevan dengan masyarakat Indonesia saat ini. Sejak perilisannya, film Tiga Dara telah di-remake dan menjadi inpirasi film-film Indonesia di era 1980-an. Di antaranya adalah film Tiga Dara Mencari Cinta pada 1980 karya Djun Saptohadi dan mempengaruhi Pacar Ketinggalan Kereta (1989) oleh Teguh Karya. Pada tahun 2016, sutradara berbakat Nia Dinata yang me-remake film Tiga Dara dengan judul Ini Kisah Tiga Dara.

Karakter Nunung, Nana, & Neny, di film Ini Kisah Tiga Dara diperankan oleh aktris cantik berikut ini.

Tiga Dara_006

Nunung, si anak pertama yang pendiam, pada film Tiga Dara diperankan oleh Chitra Dewi. Sementara karakter Nana, si anak tengah yang agresif, diperankan oleh Mieke Wijaya. Sedangkan tokoh Neny, si bungsu yang periang, diperankan oleh Indriati Iskak. Lalu, siapakah aktris yang mendapat kehormatan memerankan tokoh ke-tiga dara tersebut dalam film Ini Kisah Tiga Dara? Mereka tak lain adalah Shanty Paredes sebagai Nunung, Tara Basro sebagai Nana, dan Tatyana Akman sebagai Neny. Wah, bagaimana ya penampilan mereka memerankan tokoh di film Ini Kisah Tiga Dara besutan Nia Dinata ini?

Film Ini Kisah Tiga Dara juga telah dibuat versi novelnya yang akan terbit bulan September mendatang.

Yap, selain remake¬†film Tiga Dara versi modern, film Ini Kisah Tiga Dara juga telah dinovelisasi dan akan diterbitkan oleh Noura Books pada¬†akhir¬†bulan September 2016. Novel dengan judul serupa ini ditulis oleh¬†Rain Chudori, yang tak lain merupakan putri dari¬†Leila S. Chudori.¬†Meski usianya terbilang masih cukup muda, Rain Chudori telah menerbitkan sejumlah cerita pendek sejak usia 14 tahun. Bagaimanakah jadinya novelisasi film Ini Kisah Tiga Dara? Nantikan tanggal terbitnya ya! ūüôā

Sumber: Wikipedia, Brilio, Movie.co.id