Web banner-grand sophy

Bagaimana melukiskan gadis yang satu ini? Bagaimana mengenalkan Miss Sophia Stanton-Lacy alias The Grand Sophy?

Apa yang muncul dalam benakmu tentang gadis yang digambarkan ayahnya sebagai “gadis kecilku yang patuh”, namun ia juga seorang wanita dengan tinggi 175 cm, mahir berkuda, dan mampu membuat keributan dengan kuda-kuda, burung beo,  dan monyet peliharaannya? Mungkinkah dia bersikap berpura-pura di depan sang ayah, atau justru ayahnya yang cukup eksentrik dalam mencitrakan putri tunggalnya itu?

Atau coba dengar apa yang dikatakan Sophy saat ditanya bibinya, “Sayangku, apakah kamu selalu memanggil ayahmu dengan sebutan Sir Horace?” dan dengan riang dia menjawab “Tidak. hanya kalau dia sedang membuatku sangat marah, aku memanggilnya Ayah.” (hal. 63)

Kau bisa bayangkan? Pastinya Sophy bukan gadis mainstream—setidaknya pada masa seting waktu kisah yang ditulis Georgette Heyer itu, yakni masa British Regency (1811-1820). Georgette Heyer menampilkan karakter utama yang unik dan tidak biasa dalam The Grand Sophy. Novel ini memang dimaksudkan untuk menuangkan kisah cinta gadis eksentrik itu, namun Heyer memperkaya plot ceritanya melalui keterlibatan sang protagonis dalam berbagai kisah tokoh-tokoh lain yang tak kalah menarik.Grand Sophy

Ada seorang sepupu yang tersandung masalah besar hingga membuat Sophy turun tangan, atau sepupu perempuannya yang galau karena harus memilih satu di antara dua pria yang mencintainya, belum lagi pertunangan Charles, sepupu sulungnya, yang menurut Sophy harus “diluruskan” juga. Sedikit banyak karakter Sophy yang selalu ingin ikut campur urusan orang, mengingatkan kita pada tokoh Emma dalam novel Jane Austen. Bagaimanapun, kalau benar-benar diamati, akan jelas sekali perbedaan keduanya. Sementara Emma digambarkan sebagai gadis manja yang ingin mengatur segala hal di sekelilingnya sesuai kemauannya sendiri dengan cara yang tidak terlalu sensitif terhadap perasaan orang lain, Sophy melakukan segalanya demi kebaikan orang-orang sekelilingnya.

Jelas sekali Heyer juga menyisipkan semacam pesan-pesan feminisme pada karakter Sophy. Tumbuh tanpa ibu sebagai putri seorang diplomat yang malang melintang di kawasan Eropa Daratan, Sophy digambarkan mampu melakukan hal-hal yang tak biasa dilakukan kaum perempuan pada masa itu: terampil menunggang kuda dan mengendalikan kereta, mahir menggunakan pistol, sekaligus selalu tahu apa yang ingin dia lakukan. Sophy selalu punya rencana, dan rencananya selalu berhasil. Tak heran bila semua orang di sekelilingnya—khususnya mereka yang dipedulikannya—mendapatkan segala sesuatu yang lebih baik berkat bantuan Sophy.

Kalaupun ada hal yang terasa kurang dari novel ini, adalah tokoh utamanya yang tidak “bertumbuh”. Sophy bisa mengubah kehidupan orang-orang sekelilingnya, namun dari sekian banyak peristiwa yang terjadi, tak satu pun yang dapat membuatnya tumbuh menjadi pribadi lebih baik, atau setidaknya menemukan kesadaran baru. Sophy—meskipun barangkali karakternya tak kurang sesuatu apa—tidak belajar sesuatu; akibatnya pembaca besar kemungkinan tidak mendapatkan pelajaran pula dari kisahnya.

Bagaimanapun, kisah  The Grand Sophy cukup menghibur, terutama karena dia menyajikan kisah cinta gaya lama yang menggambarkan hubungan pria-wanita dengan penuh batas dan tata krama. Ini merupakan daya tarik tersendiri di tengah maraknya novel kisah cinta yang terlalu mengumbar hubungan bebas pria dan wanita saat ini (bahkan dalam novel-novel remaja). Pembaca yang saksama akan merasakan bahwa meski penuh batasan dan tata krama, kisah cinta yang disajikan tetap mampu membuat berdebar juga. Lebih jauh, sebagaimana predikat Heyer yang dinobatkan sebagai pelopor Regency Romance, tata krama pergaulan dalam novelnya bisa menjadi pembanding novel-novel genre sejenis yang ditulis belakangan namun dengan imbuhan adegan percintaan vulgar (mungkin untuk alasan komersial). Lalu kita jadi lebih tahu, seperti apa sebenarnya genre Regency Romance yang orisinal. [redinglit]

Judul: The Grand Sophy 
Penulis: Georgette Heyer 
Penerbit: Noura Publishing
Jumlah Halaman: 556

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>