Ahmad Najib adalah manajer lini agama Noura Books. Dia biasa dipanggil Ahmad saja. Perawakannya tinggi besar dan penampilannya terkesan serius, padahal sebenarnya orangnya suka bercanda. Bergabung di Mizan Group tahun 2010, meski menurut pengakuannya telah mengenal dan bergaul di Mizan sejak 1983 ketika kuliah di Bandung.Lahir di Solo sekian tahun yang lalu. Sekolah dari TK sampai SMP di sekolah yang sama, Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro, lalu melanjutkan ke SMAN 1 Solo. Selepas SMA merantau ke Bandung untuk kuliah di Fakultas Matematika ITB pada tahun 1983.Pengalaman menulis didapat disela-sela padatnya kuliah di ITB, ketika aktif di Majalah Hikmah (majalah alumni sekolah-sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro) sebagai redaksi pelaksana. Buku favoritnya Bumi Manusia karangan Pramudya Ananta Toer.

Pengalaman tak terlupakan selama bekerja di Noura Books adalah ketika Pak Haidar Bagir, Presiden Direktur PT. Mizan, menyodorkan naskah untuk diselesaikan dalam waktu empat hari, untuk acara bedah buku. Dan target waktu itu benar-benar bisa dipenuhi tepat waktu.

AS ZuhriDesainer Grafis berambut gondrong ini tidak tahu kapan persisnya ia mulai menyukai gambar. Kalau menerka-nerka, kemungkinan ada campur tangan guru SD-nya yang menyuruh Zuhri menggambar alih-alih menyanyi. Sejak saat itu ia pun keterusan sampai sekarang. Pemilik nama lengkap Ahmad Saifuddin Zuhri ini semenjak kecil senang menemani sang kakak yang memang terlahir dengan bakat alam pandai melukis.

Mulai dari ambil air untuk dicelupin kuas, niupin lilin di malam hari selesai menggambar, sampai bawain joran dan ember umpan pancing. Akhirnya, dengan coretan yang kaku dan celemotan, jadilah gambar ikan.

Kiprah grafis dia mulai karena dapat tugas sebagai pemading dan bikin buletin sekolah. Semenjak saat itu, ia semakin menggemari olah grafis. Kegemaran barunya itu juga yang meramaikan malam-malam insomnianya yang panjang. Ia senantiasa ditemani olah grafis buku, majalah, tabloid, koran dan macam media grafis lainnya hingga sekarang. Kini olah grafis dan memancing menjadi pasangan yang tak bisa dipisahkan dari kegemarannya.

Lya AstikaLia Astika mengawali kariernya di Penerbit Hikmah (Grup Mizan) pada April 2009 sebagai asisten editor pengganti, karena asisten editornya cuti melahirkan selama tiga bulan. Setelah tiga bulan berlalu, ia dipindahtugaskan dari asisten editor menjadi sekretaris redaksi. Setelah Penerbit Hikmah dan Lingkar Pena Publishing House dilebur menjadi Penerbit Noura Books pada tahun 2012, ibu dua anak yang akrab disapa Lya ini kembali menempati posisi sebagai asisten editor divisi agama.

Di luar kesibukannya di dapur redaksi, Lya juga mengelola toko online yang menyediakan berbagai macam barang, mulai dari baju wanita dan anak-anak, buku-buku, dan sebagainya. Di antara rekan-rekannya, ia dikenal sebagai penggemar berat drama Korea terutama yang bergenre romance. Koleksi drama Koreanya yang luar biasa banyak sering diminta oleh teman-temannya yang haus hiburan. Selama berkiprah sebagai editor, Lya telah menghasilkan banyak buku agama, namun buku favoritnya adalah Khadijah: The True Love Story of Muhammad.

Lina SellinMeski memiliki nama lengkap Sri Lina Qomariyah, namun ia lebih suka dipanggil “Sellin”. Hal ini tidak lepas dari panggilan masa kecilnya dari sang ibunda, yang kala itu begitu khas memanggil semua anaknya dengan awalan “se”. Jangan ditanya alasannya mengapa, karena hingga kini ia pun konon tidak tahu alasan pastinya. Guna mengenang seruan mesra sang ibundanya inilah, ia pun akhirnya menggunakan nama Sellin sebagai nama penanya, dengan membubuhi kata Lina di awal nama, Lina Sellin.

Sembari menjalani aktivitas kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, ia mengabdikan diri pada Tabloid Robhitoh dan Buletin Ikhlas (media para santri Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah Suryalaya) sebagai redaktur pelaksana, Balai Jurnalistik ICMI (BATIC), Lembaga Pers Mahasiswa Kampus sebagai manager, Senat Fakultas Adab dan Humaniora sebagai koordinator pers, asisten dosen Filsafat, freelancer di Penerbit Mizan sebagai konverter ebook, dan sebagainya.

Berawal dari menjadi freelancer itulah, Lina akhirnya diajak untuk bergabung dalam keluarga besar Mizan Grup. Pada 2012, Lina resmi hijrah ke kantor pusat Mizan Digital Publishing di Jakarta sebagai Ebook Development, dan kemudian didaulat untuk mengisi website Islam Indonesia. Pada 2014, ia pun ditawari untuk bergabung di kelurga besar Noura Books sebagai copy editor. Di luar itu, Lina aktif membangun komunitas kepenulisan dengan nama Jejak Kata.

Lina bisa dihubungi di lina@mizan.com atau akun Twitter @linasellin, dan FB: Lina Sellin