Shera D SihbudiShera Diva Sihbudi bergabung di grup Mizan pada April 2011. Sekarang menjabat sebagai Editor Akuisisi Naskah Asing yang tugasnya adalah mencari buku-buku luar negeri untuk diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia. Karena itu, sehari-harinya dia banyak berkomunikasi dengan penerbit, literary agent dan penulis dari berbagai negara.

Pernah tinggal di London, Inggris pada 2006-2010. Di sana dia mengenyam pendidikan di David Game College selama setahun, lalu berkuliah di Brunel University mengambil jurusan Creative Writing.

Hobinya adalah membaca, menulis, dan mendengarkan musik. Ketika masih duduk di bangku SMA, kecintaannya pada tiga aktivitas ini mendorongnya untuk memberanikan diri mengirim tulisan berupa resensi album band Franz Ferdinand ke majalah Trax. Senang bukan kepalang ketika tahu majalah tersebut memuat tulisan pertamanya itu. Selama tinggal di London pun masih rajin mengirim resensi berbagai konser yang dia datangi untuk majalah Trax. Hingga akhirnya diminta menjadi kontributor yang bertugas meliput sebuah konser untuk radio Trax FM. Dia juga pernah menjadi Arts Contributor majalah kampusnya, LeNurb. Sampai sekarang masih gemar mengikuti perkembangan musik di Inggris.

Shera suka membaca buku ber-genre apa saja, asalkan ceritanya seru dan fun. Masa kecilnya ditemani buku-buku karya Enid Blyton, R.L. Stine, Astrid Lindgren, dan Hilman Hariwijaya. Hingga kini dia sudah melahap berbagai macam buku, mulai dari seri Harry Potter dan The Hunger Games, The Prestige karya Christopher Priest, novel thriller Gone Girl dan The Girl on the Train, hingga naskah drama teater The History Boys karya Alan Bennett.

Salah satu pengalaman paling berkesan selama bekerja di Noura Books adalah ketika dia ditugaskan menghadiri Seoul International Book Fair. Walaupun bukan penggemar drama dan musik Korea, dia jatuh cinta dengan kota Seoul dan penduduknya yang ramah.

Ketika sedang tidak bekerja, dia sibuk mengurus dan bermain dengan bayi lucu bernama Clarissa Elmira Pratistha :)

SaraSekretaris yang sering lapar ini mengawali ‘sepak terjang’nya  di dunia penerbitan pada tahun 2011 bersama Lingkar Pena Publishing House.  Walaupun tidak sinkron, latar belakang pendidikan ‘Teknologi Pangan’ tidak menghalangi Sara bekerja di bidang perbukuan yang notabene sudah menjadi hobinya sejak masih balita. *cieee*

Hingga saat ini, komik Detective Conan masih selalu ada di daftar bacaan teratasnya selama hampir 20 tahun. Walaupun belum bisa menggeser kedudukan dua buku favorit yang selalu ada di hatinya yaitu “10 Anak Negro” dan “Pembunuhan Roger Ackyord” karya penulis Agatha Christie. Buku-buku inilah yang kala itu menginspirasinya untuk bercita-cita menjadi seorang detektif walaupun sayangnya tidak kesampaian.

Kesibukan di luar pekerjaan  yang dirasanya cukup menguras pikiran, waktu dan tenaga oleh ibu dari dua balita ini adalah memikirkan menu apa yang akan dimakan anak-anak dan suaminya hari ini. Sesungguhnya itu jauh lebih rumit daripada memikirkan apa yang akan dimakannya nanti siang.

Tidak ada pengalaman yang lebih berkesan untuknya selain saat ketika menyusui bayinya yang sedang tumbuh gigi pertama. Oya ada lagi, pengalaman ketika makan bawang goreng pertama kalinya dengan kesadaran penuh.