instagram.comstephanie_garber

“Tempat favoritku adalah Disneyland, sebab itulah satu-satunya  tempat di dunia yang bisa menjadikan kisah fantasi yang kutulis terasa nyata.” –Stephanie Garber.

Namanya muncul ke permukaan sejak debut pertamanya, Caraval, dirilis awal tahun ini, 31 Januari 2017. Dia adalah Stephanie Garber.

Debutcaraval novelnya tak harus menunggu lama untuk menjadi best seller. Sejak awal, Stephanie Garber tak menemui hambatan apa pun ketika menyodorkan naskah Caraval. Editor dan penerbit Flatiron/McMillan Books langsung jatuh cinta membaca bab pertama naskah novelnya–yang berjudul Hearts Made of Black, dan langsung menyatakan setuju menerbitkan novel fantasi pertama Garber dengan judul baru, Caraval.

Langkah awal yang manis. Promosi dan pre-order, lagi-lagi sukses mendapat sambutan positif. Dan  agen bukunya dengan cepat menawarkan Caraval kepada penerbit-penerbit asing, termasuk Indonesia, Korea, Jepang, dll. Kesepakatan pun langsung terjalin.  Naskah Caraval sudah pula ditawarkan kepada produser film, dan langsung disambut baik Twentieth Century Fox.

Wow! Ada apa dengan Caraval? Kenapa segalanya berjalan sangat mudah? Tentu saja karena isi ceritanya. Novel fantasi Garber ini berkisah tentang dua bersaudara Scarlett dan Tella, yang melarikan diri dari penindasan ayah mereka sekaligus lari dari kehidupan di pulau terpencil tak menyenangkan. Scarlett mengidamkan mengikuti sebuah permainan, Caraval, namun ketika dia bisa mengikutinya, nyawa sang adik adalah taruhannya. Scarlett pun berjuang agar tak gagal  dan menyelamatkan Tella.

Stephanie Garber kini juga bekerja sebagai dosen penulisan kreatif. Hobinya sejak kecil adalah menulis, dan impiannya adalah menulis novel fantasi. Namun perjuangannya menjadi penulis tidaklah mudah. Demi membiayai kuliahnya, Garber harus bekerja, mulai dari  pelayan kafe, barista, customer service perusahaan konsultan energi, sales girl, hingga menjadi pembimbing pelajar di program summer camp, menjadi sukarelawan bagi pengidap tuna rungu di Mexico, dan bekerja di sektor wisata. Semua sudah dilaluinya dengan sabar, hingga kuliahnya selesai dan kemudian menjadi dosen. Namun profesi yang paling menyenangkan Garber adalah sebagai penulis novel fantasi.

Kini Garber sedang menulis sekuel Caraval dan mengajar. Belum banyak yang bisa diceritakan tentang sekuel Caraval. [rst]