victoria aveyard writing

Menulis (mengetik dan menyusun) tiga novel tebal adalah pekerjaan melelahkan. Itu sebabnya penulis masa kini biasa memanfaatkan software menulis novel yang banyak beredar di pasaran. Victoria Aveyard, penulis Red Queen Trilogy–Red Queen, Glass Sword, dan King’s Cage serta banyak penulis lainnya memanfaatkan teknologi ini.

Memang banyak kemudahan yang bisa membantu penulis dalam menyelesaikan novelnya karena menggunakan software berbayar semacam StoryWeaver misalnya. Software penulisan novel ini bisa membimbing penulis membangun karakter, plot, menentukan genre, atau tema cerita tahap demi tahap. Ada inspirasi dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan software ketika penulis memulai penulisan, sehingga ide-ide penulis bisa berkembang dan terarah. Selain penulisan novel, software sejenis juga tersedia untuk penulisan skenario film atau novel grafis.  Tak mengherankan, Victoria Aveyard juga bisa mengerjakan skenario film Red Queen Trilogy, dengan software yang memudahkannya bekerja.

Namun tentu saja software bukan satu-satunya alat yang membuat seorang penulis bisa lancar menyelesaikan naskah novel atau skenario film.  Semangat dan gairah menulis lebih menentukan keberhasilan penulisan. Itu sebabnya ada sejumlah nama terkenal yang tidak memanfaatkan teknologi penulisan novel/skenario lewat software komputer, sebut saja Quentin Tarrantino, George Clooney, dan Danielle Steele serta George R.R. Martin.

Quentin Tarrantino memilih menulis langsung naskah skenario.  Menulis menggunakan tangan. Bukan diketik manual atau komputer. “Ritual saya adalah … “, katanya kepada Reuters, “membeli sebuah buku tulis, bukan sepuluh atau lebih, satu buku saja.  Lalu saya menulis naskah. Menulis sampai bukunya penuh. Saya juga membeli pena berwana hitam dan merah untuk membedakan bagian tulisan. Atau warna lain semau saya, saat akan menulis.”

Lain lagi dengan Danielle Steele. Penulis lebih dari 100 novel ini terbiasa mengetik dengan mesin ketik manual, dan berkonsentrasi sampai tiga minggu di ruang kerjanya tanpa pernah keluar rumah ketika menyelesaikan sebuah novel.

George Clooney, menulis dengan tangan dan menggunakan jasa seorang sahabatnya untuk mengetiknya di komputer. Clooney mengaku malas belajar segala jenis program  komputer.

Dan yang mengagetkan (atau menggelikan?) selama 20 tahun berkarya, George R. R. Martin menggunakan Wordstar versi 4 untuk menulis naskahnya, termasuk naskah Game of Thrones. [rst]