Blue Ocean vs Red Ocean Strategy

Teman-teman yang terbiasa berkecimpung di ranah bisnis, mungkin sudah familiar dengan istilah Red Ocean Strategy atau Blue Ocean Strategy. Apa sih yang dimaksud dengan Red Ocean Strategy? Apa pula bedanya dengan Blue Ocean Strategy? Kita bahas satu per satu yuk. 😉

Red Ocean Strategy adalah kondisi dimana kita bersaing pada pasar yang sama dengan pesaing. Pasar ini tentunya dihuni oleh banyak pelaku bisnis yang secara bersama-sama bersaing & turut membesarkan pasar yang ada. Karena begitu banyaknya pelaku bisnis pada pasar ini suasana persaingan akan begitu sengit hingga ‘berdarah-darah’. Dengan adanya persaingan tersebut memunculkan posisi perusahaan mulai dari market leader, challenger, follower, & neacher. Tentunya tiap-tiap posisi punya kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Di dalam Red Ocean Strategy ini setiap pelaku bisnis akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan persaingan dan menjadi market leader. Tidak heran pada Red Ocean Strategy akan timbul persaingan yang tidak sehat, saling menjatuhkan dan berusaha “mengahabisi” setiap pesaingnya. Namun ternyata, kesuksesan sebuah perusahaan kini tidak lagi diukur dengan memenangi persaingan berdarah-darah di Red Ocean Strategy. Itu sebabnya kini hadir istilah baru yang disebut Blue Ocean Strategy.

Blue Ocean StrategyBlue Ocean Strategy adalah strategi menciptakan ruang pasar baru yang belum termanfaatkan. Strategi ini menekankan bagaimana perusahaan untuk tidak memenangkan persaingan dengan cara melakukan strategi head-to-head dengan pesaing. Selama lebih dari 10 tahun strategi ini digagas dan berhasil dipraktikkan oleh banyak perusahaan. Dengan kata lain jangan bersaing di pasar yang sama. Tetapi, bukalah pasar baru dan buat pesaing menjadi tidak relevan. Mengapa pesaing menjadi tidak relevan? Karena pasar yang kita ciptakan mempunyai aturan main yang benar-benar baru. Bisa dibilang, Blue Ocean Strategy merupakan kebalikan dari Red Ocean Strategy.

Memang tidak mudah mengimplementasikan Blue Ocean Strategy ini, diperlukan kejeniusan, kreativitas dan kecerdasan dalam melihat pasar. Banyak pelaku bisnis karena kurangnya perhitungan dan dukungan finansial yang cukup akhirnya berhenti di tengah jalan. Berubahnya beberapa tren global dengan cepat justru membuat penciptaan Blue Ocean menjadi hal strategis yang semakin penting. Semua Blue Ocean pada akhirnya akan ditiru dan berubah menjadi Red Ocean.

Lalu bagaimana cara kita memperbarui Blue Ocean terus menerus? Apa yang harus kita lakukan bila Blue Ocean kita berubah menjadi Red Ocean? Yang tak kalah penting: bagaimana cara kita menghindari perangkap Red Ocean? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mendorong ditulisnya buku Blue Ocean Strategy Expanded Edition. Buku ini merupakan salah satu bacaan wajib bagi para pelaku bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan Blue Ocean Strategy.[]