Pesan-Pesan Kearifan Peneguh Iman

Khulafa Al-Rasyidin adalah empat orang khalifah (pemimpin) pertama agama Islam, sebagai penerus kepemimpinan Rasulullah Muhammad Saw. setelah wafat. Mereka adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., Umar bin Khaththab r.a., dan Utsman bin Affan r.a., dan Ali bin Abi Thalib r.a. Mereka adalah para sahabat Rasulullah Saw. yang tercatat paling berpengaruh dalam membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan.

Buku ini berisi kumpulan kata bijak tiga khalifah pertama Rasulullah Saw. yaitu Abu Bakar r.a., Umar r.a., dan Utsman r.a. Dalam buku ini, telah diupayakan pengumpulan sebagian ucapan ketiganya. Adapun ucapan Khalifah Ali r.a. yang terkumpul dalam buku Nahjul Balaghah, akan diterbitkan secara terpisah.

Abu Bakar Ash-Shiddiq termasuk dari sepuluh sahabat yang dijamin surga. Salah seorang yang paling teguh imannya setelah para Nabi dan Rasul. Ash-Shiddiq berarti yang membenarkan atau dapat dipercaya. Gelar ini diberikan oleh Rasulullah Saw karena Abu Bakar r.a. selalu mengakui kebenaran ajaran beliau. Dialah orang yang pertama kali membenarkan Rasulullah Saw. atas peristiwa Isra’ Mi’raj.

Abu Bakar r.a. lahir pada tahun 51 sebelum Hijrah atau 2 tahun 6 bulan setelah tahun Gajah. Masa kekhalifahan Abu Bakar r.a. berlangsung 2 tahun, 3 bulan. Beliau wafat pada usia 63 tahun di bulan Jumadil Akhir tahun 13 H, setelah mengalami sakit demam selama 15 hari.

Pesan-pesan kearifan Abu Bakar r.a. di antaranya: “Perbaikilah dirimu, niscaya orang-orang pun akan memperbaiki hubungan denganmu” (hal 9). “Kebahagiaan itu ada tiga perkara: menepati janji, melindungi hak (orang lain), dan bangkit membela kemaslahatan umum” (hal 13). “Tidak boleh seorang Muslim menghina Muslim yang lain. Sesuatu yang kecil pada kaum Muslimin, adalah besar di sisi Allah” (hal 38).

Umar r.a. lahir pada tahun 41 sebelum Hijrah. Beliau termasuk 10 sahabat yang dijamin surga. Keislamannya berpengaruh besar bagi dakwah Islam. Dengan bantuannya, dakwah Islam bisa berjalan dengan tidak sembunyi-sembunyi lagi karena beliau tak kenal takut terhadap orang-orang kafir Quraisy. Bergelar Al-Faruq yang berarti pembeda antara haq dan bathil.

Masa kekhalifahan Umar r.a. berlangsung 10 tahun, 6 bulan. Beliau wafat pada 25 Dzulhijjah tahun 23 H, pada usia 60 atau 63 tahun, karena ditikam oleh Abu Lu’lu’ah Al-Majusi dengan pisau yang memiliki dua mata. Beliau “mati syahid” karena terbunuh di tangan seorang kafir majusi.

Pesan-pesan kearifan Umar r.a. di antaranya: “Mata pencaharian yang mengandung sebagian kerendahan (di mata orang) lebih baik daripada meminta-minta” (hal 57). “Manusia (rakyat) akan selalu istiqamah selama pemimpin dan ulama dari mereka istiqamah meluruskan mereka” (hal 106).

Utsman r.a. lahir pada tahun 47 sebelum Hijrah. Beliau masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar r.a. Bergelar “Dzun Nurain” atau pemilik dua cahaya, disebabkan beliau menikahi dua putri Rasulullah Saw. yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Masa kekhalifahan Utsman r.a. berlangsung 11 tahun, 11 bulan, dan 17 hari. Beliau terbunuh pada 18 Dzulhijjah tahun 35 H, setelah ditikam dan dianiaya secara zalim oleh para pemberontak yang mengepung rumahnya. Para pemberontak inilah cikal bakal khawarij di kemudian hari pada zaman khalifah Ali r.a. Beliau wafat pada usia 80 tahun atau 84 tahun atau 88 tahun.

Pesan-pesan kearifan Utsman r.a. di antaranya: “Siapa yang meninggalkan dunia, niscaya Allah mencintainya. Siapa yang meninggalkan dosa-dosa, niscaya para malaikat mencintainya. Dan siapa yang memutus keinginan dari apa yang dimiliki Muslim lainnya, niscaya kaum Muslim mencintainya” (hal 135).

Ketiga khalifah telah mendukung dakwah Nabi Saw. dengan jiwa, raga, dan hartanya dalam menegakkan Kalimat Tauhid. Ucapan dan perbuatan mereka adalah pantulan ajaran Nabi Saw. Dan dari mereka, ajaran ini diwariskan dari generasi ke generasi.

Membaca buku ini dan mendalami maknanya dapat meneguhkan iman. Ucapan mereka yang penuh berkah itu dapat kita jadikan teladan dan pegangan dalam menjalani kehidupan, sehingga mampu mencapai kebahagiaan dunia dan kelezatan akhirat.[]

*) Teks: Teguh Wibowo


Judul : Mutiara Sahabat Rasulullah Saw.
Penulis : Radie Ramli, M.A.
Penerbit : Noura
Cetakan : I, Oktober 2017
Tebal : xii + 172 halaman
ISBN : 978-602-385-367-0
Peresensi : Teguh Wibowo, anggota FLP Jatim


Teguh Wibowo, penggiat literasi, anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Surabaya dan saat ini menjadi bagian tim pengurus Divisi Karya FLP Wilayah Jawa Timur. Resensinya pernah dimuat di harian Malang Post, Padang Ekspres, Koran Jakarta, Harian Bhirawa, Tribun Jogja, Tribun Jateng, Tribun Timur, Medan Bisnis, Haluan, Kabar Madura, Koran Pantura, Radar Mojokerto, Radar Cirebon, Radar Sampit, Duta Masyarakat, dan Satelit Post.

Menjadi Manusia dengan Sastra (Bag. I)

20/03/2018

It's Not What You Learn, It's How You Learn!

20/03/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *